Masih dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-58 Yayasan Harapan Kita (YHK) dan Hari Ulang Tahun ke-40 Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan, Ibu Siti Hardiyanti Rukmana atau yang akrab disapa Ibu Tutut Soeharto bersama rombongan melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi Museum Memorial Jenderal Besar H.M. Soeharto di Yogyakarta.
Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk mengenang perjalanan Jenderal Besar H.M. Soeharto sekaligus melihat kembali berbagai catatan sejarah dan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan kepada generasi penerus.
Museum Memorial Jenderal Besar H.M. Soeharto yang berada di Dusun Puluhan, Kelurahan Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, merupakan tempat kelahiran Jenderal Besar H.M. Soeharto. Keberadaan museum tersebut menjadi ruang untuk mengenal lebih dekat perjalanan hidup beliau, mulai dari masa perjuangan hingga ketika menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia kedua.
Dalam kunjungan tersebut, Ibu Tutut Soeharto bersama rombongan menyaksikan tayangan video yang mengisahkan perjalanan Jenderal Besar H.M. Soeharto. Dokumentasi tersebut menampilkan berbagai peristiwa penting sepanjang perjalanan beliau, termasuk masa kepemimpinan hingga akhir hayat.
Melalui koleksi dan dokumentasi yang tersedia, museum tidak hanya menjadi tempat untuk mengenang sosok Jenderal Besar H.M. Soeharto, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai wawasan kebangsaan, nasionalisme, serta berbagai nilai pengabdian dan kecintaan terhadap tanah air.
Dalam kesempatan tersebut, Yayasan Harapan Kita turut menyerahkan sumbangan kepada Museum Memorial Jenderal Besar H.M. Soeharto.
Dukungan tersebut ditujukan untuk membantu pemeliharaan museum agar tetap dapat menjalankan perannya sebagai ruang pembelajaran sejarah bagi masyarakat dan generasi penerus.
Melalui museum, berbagai dokumentasi perjalanan sejarah dapat terus dirawat dan diperkenalkan kepada generasi muda. Nilai-nilai keteladanan, semangat perjuangan, serta kecintaan terhadap tanah air yang menjadi bagian dari perjalanan Jenderal Besar H.M. Soeharto diharapkan dapat terus dipelajari dan diwariskan.
Kunjungan ke Museum Memorial Jenderal Besar H.M. Soeharto juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan YHK sepanjang 2026.
Sekretaris Yayasan Harapan Kita, Prof. Dr. Ismail Saleh, SH., menjelaskan bahwa sejumlah kegiatan telah dilaksanakan YHK sepanjang tahun ini. Salah satunya adalah upaya memperkenalkan berbagai falsafah dan nilai yang pernah disampaikan Jenderal Besar H.M. Soeharto kepada generasi muda, khususnya Generasi Z.
Selain kegiatan edukasi untuk generasi muda, YHK juga menggelar kegiatan donor darah sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-58. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 250 pendonor.
Pada puncak peringatan HUT ke-58, YHK juga melaksanakan selamatan, doa bersama, serta santunan yang diikuti pengurus yayasan. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke Astana Giri Bangun di Karanganyar, Jawa Tengah, serta ziarah ke makam keluarga Jenderal Besar H.M. Soeharto di Kemusuk.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kolaborasi antara Yayasan Harapan Kita dan Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan dalam memperingati hari ulang tahun kedua yayasan.
Selain mengenang perjalanan Jenderal Besar H.M. Soeharto, rangkaian kegiatan ini juga menjadi momentum bagi Yayasan Harapan Kita untuk terus menjalankan program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ke depan, YHK juga berencana kembali mengajak generasi muda untuk berdiskusi dan mengenal lebih jauh berbagai nilai serta falsafah yang pernah disampaikan Jenderal Besar H.M. Soeharto.
Memasuki usia ke-58, Yayasan Harapan Kita juga diharapkan dapat terus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi bagian dari perjalanan yayasan.
Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi salah satu hal yang dinilai penting agar YHK dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.
Kunjungan ke Museum Memorial Jenderal Besar H.M. Soeharto pun menjadi pengingat bahwa perjalanan sejarah bukan hanya tentang apa yang telah terjadi, tetapi juga tentang bagaimana cerita, nilai, dan pembelajaran dari masa lalu terus dijaga dan diteruskan kepada generasi berikutnya.
Melalui semangat kepedulian, gotong royong, dan pengabdian, rangkaian peringatan HUT ke-58 Yayasan Harapan Kita dan HUT ke-40 Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan diharapkan dapat terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

