Rendang Yonaniko Andalkan Cita Rasa Batusangkar, Tembus Pasar Luar Negeri

Created | By: Redaktur | 29-Sep-2026

Rendang dikenal sebagai salah satu kuliner Indonesia yang memiliki banyak penggemar. Namun, bagi Yolanda, owner Rendang Yonaniko, setiap daerah di Sumatera Barat memiliki karakter rasa rendang yang berbeda. Produk yang dikembangkannya pun mempertahankan cita rasa rendang khas Batusangkar.

Dalam Talkshow Inspirasi Damandiri di Radio DFM Jakarta, Yolanda menjelaskan bahwa ciri khas tersebut salah satunya terlihat dari penggunaan rempah. Rendang Yonaniko menggunakan racikan rempah yang dibuat sendiri, dengan bahan seperti kapulaga, bunga lawang, cengkeh dan pala.

“Kalau secara spesifik itu mungkin kalau orang Padang asli ngeh. Kalau ini lebih ke daerah Batu Sangkar. Bedanya di rempah bumbunya,” jelas Yolanda.

Menurutnya, rendang dari berbagai daerah di Sumatera Barat memang dapat memiliki karakter yang berbeda. Ada rendang yang cenderung lebih pedas, sementara Rendang Yonaniko dibuat dengan rasa pedas yang tidak terlalu kuat tetapi tetap menonjolkan rasa rempah.

Selain mengandalkan cita rasa, proses produksi juga menjadi bagian penting dari produk tersebut. Rendang Yonaniko dimasak selama kurang lebih delapan jam dengan proses pengadukan yang terus dilakukan. Setelah itu, produk melalui proses sterilisasi dan dikemas secara vakum.

Proses tersebut membuat produk dapat disimpan lebih lama tanpa menggunakan bahan pengawet. Yolanda menjelaskan, produk yang belum dibuka dapat bertahan sekitar lima hingga enam bulan dalam suhu ruang. Sementara setelah kemasan dibuka, masa simpannya menjadi lebih pendek dan perlu disimpan sesuai petunjuk penyimpanan.

Kemasan pouch menjadi salah satu pilihan utama Rendang Yonaniko karena praktis dibawa. Produk ini bahkan banyak dipesan oleh konsumen yang akan bepergian ke luar negeri, termasuk untuk perjalanan umroh.

Selain rendang daging dan rendang paru, Rendang Yonaniko juga menawarkan sejumlah produk makanan khas Minang lainnya. Di antaranya dendeng batokok basah, dendeng batokok kering, lidah cabai hijau, kentang mustofa, jambal dan rendang jengkol.

Untuk produk rendang kemasan 100 gram, harga yang ditawarkan mulai dari Rp 38 ribu. Sementara kemasan 250 gram untuk sejumlah produk seperti rendang dan dendeng berada di kisaran Rp 95 ribu.

Pemasaran dilakukan secara online melalui marketplace serta media sosial. Rendang Yonaniko juga telah memiliki konsumen di luar Indonesia. Yolanda menyebut produknya telah sampai ke London, Qatar dan Malaysia melalui jaringan diaspora yang membantu memasarkannya di negara masing-masing.

Meski sudah menjangkau pasar luar negeri, penjualan tersebut masih dilakukan melalui jaringan diaspora. Karena itu, salah satu target Yolanda ke depan adalah membawa produknya masuk ke pasar internasional secara resmi melalui jalur ekspor.

“Kita pengen bikin sarana produksi yang lebih proper supaya kita bisa masuk standar menjual barang ke luar negeri. Standar internasional supaya kita bisa ekspor secara official,” ungkapnya.

Keinginan tersebut menjadi salah satu langkah berikutnya dalam perjalanan Rendang Yonaniko. Setelah membangun produk, memperkuat proses produksi dan memperluas pasar melalui penjualan online serta diaspora, Yolanda kini ingin membawa cita rasa rendang khas Batusangkar ke pasar internasional secara lebih luas.

RELATED ARTICLE

Musik Asli Indonesia

Gd. Granadi Lt.4 Sayap Selatan
Jl. HR. Rasuna Said Blok XI Kav. 8-9
Kuningan, Jakarta Selatan.
Office : (021) 5296.1417
Marketing : +62 816781583
Wa Studio : +62 811991034


PENCARIAN
PARTNER KAMI