Penyanyi Gandhi S kembali menyapa pecinta musik Indonesia lewat single terbarunya berjudul “Ketuk Pintu”, karya pencipta lagu Wahyu WHL. Lagu ini menjadi salah satu karya terbaru Gandhi setelah sebelumnya merilis “Pura-Pura Sayang” dan “Mengharap Mimpi”.
Dalam wawancaranya di program Bincang Artis Radio DFM 103.4 Jakarta, Gandhi menceritakan proses hadirnya “Ketuk Pintu”. Menurutnya, lagu tersebut tercipta setelah dirinya dan Wahyu WHL saling mengenal dan berdiskusi mengenai karakter musik yang cocok untuknya.
“Kemarin memang bukan stok lagu, tapi memang Mas Wahyu itu mencipta setelah dia kenal. Jadi makanya belakangan lagu-lagunya ini memang lebih up dibanding yang dulu. Dulu kan agak slow-slow, akhirnya terjadilah lagu ‘Ketuk Pintu’,” ujar Gandhi.
Menariknya, Gandhi mengaku sempat merasa ragu ketika pertama kali ditawari membawakan lagu bernuansa dangdut. Selama ini, ia lebih banyak dikenal lewat lagu dengan karakter yang berbeda. Namun, karena dalam berbagai penampilan off air dirinya juga kerap diminta membawakan lagu dangdut, Gandhi akhirnya tertarik mencoba genre tersebut.
“Banyak banget kalau lagi off air dangdut. Akhirnya seru juga kalau punya lagu sendiri, ya kita nyanyikan.”
Dalam proses produksinya, Gandhi juga mendapat arahan dari Wahyu WHL agar karakter dangdut dalam lagu tersebut tetap terasa, salah satunya melalui penekanan pada beberapa bagian lirik dan permainan musik.
Meski memiliki sentuhan dangdut, “Ketuk Pintu” tidak sepenuhnya menggunakan formula dangdut klasik. Lagu ini mendapat sentuhan suling dan gendang sehingga menghadirkan aransemen yang lebih padat dan memiliki nuansa yang mengajak pendengar bergoyang.
Gandhi pun menjelaskan bahwa dirinya memang meminta agar musik dalam lagu tersebut memiliki energi yang lebih kuat.
“Saya bilang harus ada lebih ini dong, biar buat goyang. Akhirnya dibuatlah jadinya seperti itu.”
Di balik musik yang terdengar ceria dan upbeat, “Ketuk Pintu” justru membawa cerita tentang seseorang yang datang kembali setelah lama meninggalkan masa lalu. Gandi menjelaskan, lagu tersebut bercerita tentang mantan kekasih yang tiba-tiba kembali setelah beberapa tahun berlalu.
“Dia bercerita tentang mantan sih sebenarnya. Artinya, lu dulu udah cuekin gue, lu udah sia-siain gue, tapi setelah tiga tahun lu tiba-tiba datang. Mau ngapain?”, kata Gandhi.
Cerita tersebut kemudian dikemas dengan irama yang tidak terlalu mendayu. Menurut Gandhi, karakter musik yang lebih upbeat justru sesuai dengan karakter vokalnya dan membuat lagu tetap terasa ringan untuk dinikmati.
Selain proses rekaman, Gandhi juga memastikan bahwa dirinya mampu membawakan lagu tersebut secara langsung ketika tampil di atas panggung. Ia menilai seorang penyanyi memiliki tanggung jawab untuk bisa menyanyikan kembali lagu yang sudah direkam tanpa hanya mengandalkan teknologi.
“Bentuk tanggung jawabnya adalah ketika kita merekam berarti kita harus bisa bernyanyi lagi. Itu pada saat off air. Jangan sampai nanti rekamannya bisa, pas off air-nya ngacau.”
Bagi Gandhi, teknologi dalam produksi musik memang tidak bisa dilepaskan dari proses rekaman masa kini. Namun, ia tetap ingin karakter suara asli penyanyi tetap terasa.
“Kita membuatnya supaya keaslian itu ada, otentik dari si penyanyinya.”
Perjalanan Gandhi di dunia musik sendiri berawal dari hobi. Di tengah kesibukannya di dunia perhotelan, ia sebelumnya memang kerap bernyanyi dalam berbagai acara. Seiring waktu, pertemuannya dengan para pencipta lagu, arranger, dan musisi membuat hobinya berkembang menjadi aktivitas bermusik yang lebih serius.
Gandhi mengaku terus belajar, termasuk berdiskusi dengan penyanyi-penyanyi senior untuk meningkatkan kemampuan vokalnya. Baginya, bukan hanya teknik vokal yang penting ketika menyanyikan sebuah lagu, tetapi juga bagaimana seorang penyanyi bisa memberikan jiwa pada lagu tersebut.
“Paling penting kan lagu itu harus ada nyawanya. Hidup lagu itu. Orang nyanyinya dengan karakter yang macam-macam atau dengan teknik yang luar biasa, tapi kalau soulnya enggak ada juga kan kurang nyampe.”
Saat ini, video musik “Ketuk Pintu” juga sudah selesai dibuat. Proses pembuatannya berlangsung selama dua hari dengan mengambil lokasi di hotel serta beberapa lokasi luar ruangan. Konsep video dibuat tidak terlalu banyak berpindah tempat, tetapi tetap menyesuaikan dengan karakter musik yang energik dan mengajak bergoyang.
Gandhi berharap “Ketuk Pintu” bisa diterima oleh pendengar musik Indonesia, khususnya para pendengar Radio DFM.
“Mudah-mudahan lagu ini tetap bisa diterima di seluruh pendengar musik Indonesia, khususnya DFM Mania, dan bisa jadi salah satu referensi lagu yang ada di sini. Jangan lupa di-request.”
Video musik “Ketuk Pintu” dapat disaksikan melalui kanal YouTube Gandhi S maupun HP Record. Lagu ini juga tersedia di berbagai platform musik digital. Gandhi berharap karya terbarunya tersebut semakin dikenal dan bisa menjadi salah satu lagu yang menemani para pendengar untuk menikmati musik dan bergoyang.

