Mempersiapkan anak untuk mandiri menjadi salah satu perhatian penting di SLB C Autis Negeri Tuban. Selain mendapatkan pembelajaran sesuai kemampuan masing-masing, para siswa juga dibekali keterampilan yang dapat mereka praktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu bentuk pembekalan tersebut dilakukan melalui program unggulan di bidang peternakan dan perikanan. Siswa tidak hanya dikenalkan pada kegiatan tersebut secara teori, tetapi juga dilibatkan langsung dalam proses perawatan hewan dan ikan.
Kepala SLB C Autis Negeri Tuban, Ibu Hartini, S.Pd, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah untuk menyiapkan bekal bagi siswa sebelum mereka menyelesaikan pendidikan.
"Tujuannya melatih kemandirian setelah nantinya lulus dari sekolah kita," kata Hartini dalam Talkshow Inspirasi Damandiri di Radio DFM Jakarta.
Dalam praktiknya, siswa belajar melakukan berbagai kegiatan secara rutin. Mulai dari memberikan pakan, membersihkan lingkungan ternak, hingga mengganti air pada kolam ikan. Kegiatan dilakukan secara bergiliran, terutama melibatkan siswa jenjang SMP dan SMA.
Konsistensi menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Anak-anak tidak hanya melakukan kegiatan satu atau dua kali, tetapi terus mengulangnya agar terbiasa dengan tanggung jawab yang diberikan.
Program peternakan dan perikanan di sekolah tersebut juga semakin berkembang setelah mendapatkan dukungan dari Yayasan Damandiri. Dukungan yang diberikan antara lain berupa bibit lele serta ayam petelur beserta kandangnya.
Bagi siswa berkebutuhan khusus, keterampilan sederhana seperti merawat hewan atau ikan dapat menjadi pengalaman penting. Dari aktivitas tersebut, mereka belajar mengenal tanggung jawab, mengikuti rutinitas, serta memahami bahwa sesuatu yang dirawat membutuhkan perhatian secara terus-menerus.
Hartini menjelaskan, lingkungan sekitar sekolah yang juga dekat dengan aktivitas peternakan, perikanan, dan pertanian menjadi salah satu alasan kegiatan tersebut dikembangkan.
Sekolah berusaha menggali kemampuan yang dimiliki setiap anak. Tidak semua siswa harus memiliki keterampilan yang sama. Yang terpenting adalah menemukan potensi yang dapat dikembangkan dan menjadi bekal bagi mereka setelah lulus.
"Bekal mungkin bagi kita itu adalah bekal kecil. Tetapi bagi mereka itu adalah langkah yang betul-betul menjadikan mereka akan menjadi luar biasa nantinya," tutur Hartini.
Selain peternakan dan perikanan, sekolah juga memiliki kegiatan keterampilan lainnya, termasuk membatik dan program bina diri. Berbagai kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu siswa mengembangkan kemampuan praktis sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.
Upaya membangun kemandirian juga dilakukan melalui pemberian apresiasi. Setiap kemajuan yang ditunjukkan siswa mendapatkan penghargaan dari guru, karena pencapaian yang terlihat kecil bagi orang lain bisa menjadi sebuah kemajuan besar bagi anak berkebutuhan khusus.
Melalui pendekatan tersebut, SLB C Autis Negeri Tuban tidak hanya berupaya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga menyiapkan keterampilan yang dapat digunakan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, setelah lulus nanti, mereka memiliki kemampuan yang bisa menjadi modal untuk menjalani kehidupan dengan lebih mandiri.

