Palang Merah Indonesia (PMI) selama ini identik dengan kegiatan donor darah. Namun, tugas organisasi kemanusiaan tersebut ternyata jauh lebih luas. PMI juga terlibat dalam penanganan bencana, pelayanan kesehatan, pembinaan relawan hingga dukungan bagi masyarakat yang terdampak kondisi darurat.
Hal tersebut disampaikan Ketua PMI DKI Jakarta Beky Mardani saat menjadi narasumber dalam program Inspirasi Damandiri Radio DFM Jakarta. Menurut Beky, pelayanan darah memang menjadi salah satu kegiatan yang paling dikenal masyarakat, tetapi tugas PMI mencakup berbagai bidang kemanusiaan.
“Sebetulnya tugas-tugas PMI luas, lebih luas dari sekadar donor darah. Sesuai dengan amanah daripada lahirnya pembentukan PMI ini, pertama tugasnya tugas-tugas kemanusiaan,” ujar Beky.
Di Jakarta, PMI menghadapi sejumlah situasi darurat yang cukup sering terjadi, terutama kebakaran dan banjir. Ketika terjadi kebakaran, misalnya, tim ambulans PMI bersama tenaga kesehatan dapat langsung berada di lokasi untuk memberikan pertolongan pertama, mengevakuasi korban apabila diperlukan, serta memberikan kebutuhan dasar dan pelayanan kesehatan.
Jika terjadi pengungsian, PMI juga dapat menyediakan makanan siap saji serta pemeriksaan kesehatan, khususnya bagi anak-anak dan orang tua. Dukungan psikososial turut diberikan apabila kondisi pengungsian berlangsung lebih lama.
Menurut Beky, sepanjang 2026 tercatat lebih dari 32 ribu orang telah menerima manfaat dari berbagai aksi PMI di wilayah Jakarta, termasuk dalam penanganan kebakaran dan banjir.
Selain respons terhadap bencana di Jakarta, PMI DKI Jakarta juga ikut membantu penanganan bencana di berbagai daerah. Dukungan diberikan dalam bentuk tenaga kesehatan, bantuan kebutuhan masyarakat hingga dukungan pelayanan lainnya dengan berkoordinasi bersama PMI di daerah yang terdampak.
“Bantuan yang kami berikan itu sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” kata Beky.
Untuk memastikan respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan dengan cepat, PMI kota di wilayah DKI Jakarta memiliki posko yang beroperasi selama 24 jam. Posko tersebut memantau berbagai kejadian yang membutuhkan respons kemanusiaan, mulai dari kebakaran dan banjir hingga kecelakaan.
Beky menjelaskan, kesiapsiagaan tersebut membutuhkan relawan yang terlatih serta dukungan infrastruktur yang memadai, termasuk ambulans dan kendaraan pendukung lainnya.
PMI juga terus melibatkan generasi muda melalui Palang Merah Remaja atau PMR. Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana untuk mengenalkan keterampilan dasar kemanusiaan sejak usia sekolah, seperti pertolongan pertama, pembuatan tandu dan evakuasi.
Beky menegaskan bahwa gerakan kemanusiaan tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan keterlibatan relawan, pendonor darah, pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat secara luas.
“Mari kita tingkatkan kepedulian kita. Mari kita bersama-sama bergerak. Mari bersama-sama kita memberi manfaat buat banyak orang,” tutur Beky.

