Kenali Penyebab Saraf Kejepit, Jangan Asal Obati Berdasarkan Rasa Sakit

Created | By: Redaktur | 18-Sep-2026

Saraf kejepit menjadi salah satu keluhan kesehatan yang cukup sering dialami masyarakat, terutama pada bagian leher, punggung, pinggang hingga kaki. Namun, istilah saraf kejepit sebenarnya tidak selalu menunjukkan penyebab yang sama. Karena itu, keluhan yang dirasakan pasien sebaiknya tidak langsung ditangani hanya berdasarkan rasa sakitnya.

Hal tersebut disampaikan Dr. dr. Bambang Darwono. Sp.B. Sp.OT, FICS, FAPOA, dokter spesialis bedah ortopedi dari Rumah Sakit Gading Pluit, Jakarta Utara, dalam Talk Show Inspirasi Damandiri di Radio DFM.

Menurut dr. Bambang, tulang belakang merupakan rumah bagi saraf. Ketika bagian-bagian yang membentuk tulang belakang mengalami gangguan, kondisi tersebut dapat mengganggu saraf dan kemudian menimbulkan keluhan yang oleh masyarakat umum disebut sebagai saraf kejepit.

Penyebabnya pun bisa berbeda-beda. Salah satunya terjadi ketika bantalan tulang belakang mengalami kerusakan hingga menonjol dan menekan saraf. Di sisi lain, pergeseran tulang belakang juga dapat mengganggu saraf. Meski sama-sama disebut saraf kejepit, sumber masalahnya tidak selalu sama sehingga penanganannya pun tidak bisa disamaratakan.

Dr. Bambang menekankan pentingnya mencari sumber masalah secara detail. Menurutnya, dokter tidak seharusnya hanya mengobati hasil MRI, tetapi harus melihat keluhan pasien, pemeriksaan fisik dan bukti penunjang secara menyeluruh.

Misalnya, seseorang mengalami nyeri pinggang yang terasa ketika duduk lama, berdiri dari posisi duduk, atau berjalan dalam jarak tertentu. Keluhan tersebut perlu diperiksa lebih lanjut. Pemeriksaan dapat dimulai dari foto tulang belakang dengan posisi tertentu untuk melihat kondisi dan pergerakan tulang.

Jika ditemukan adanya gangguan, pemeriksaan saraf kemudian dapat dilakukan untuk mengetahui saraf mana yang terganggu dan seberapa besar gangguannya. MRI menjadi pemeriksaan lanjutan untuk membantu memperjelas kondisi yang ditemukan.

Pendekatan tersebut penting karena rasa sakit yang muncul tidak selalu berasal dari bagian tubuh yang terasa sakit. Nyeri hingga ke kaki, misalnya, belum tentu sumber masalahnya berada di kaki. Gangguan pada saraf yang berasal dari tulang belakang juga dapat menimbulkan rasa sakit, kesemutan atau keluhan lain hingga ke bagian kaki.

Karena itu, masyarakat disarankan tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab nyeri hanya berdasarkan lokasi sakit. Menurut dr. Bambang, tubuh sebenarnya memberikan sinyal melalui rasa sakit. Sinyal tersebut perlu dicari penyebabnya, bukan sekadar ditutupi agar rasa sakit menghilang sementara.

Obat, fisioterapi, akupuntur maupun pijat dapat memiliki manfaat dalam kondisi tertentu. Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan sumber masalah yang dialami pasien.

Dengan mengetahui penyebab secara tepat, penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Selain itu, pasien juga dapat mengetahui aktivitas apa yang sebaiknya dibatasi agar kondisi tidak semakin parah.

Saraf kejepit dengan penyebab yang berbeda membutuhkan penanganan yang berbeda pula. Karena itu, ketika tubuh mulai memberikan sinyal berupa nyeri, kesemutan atau keluhan yang berulang, langkah yang lebih tepat adalah mencari tahu penyebabnya dan mendapatkan pemeriksaan yang sesuai.

RELATED ARTICLE

Musik Asli Indonesia

Gd. Granadi Lt.4 Sayap Selatan
Jl. HR. Rasuna Said Blok XI Kav. 8-9
Kuningan, Jakarta Selatan.
Office : (021) 5296.1417
Marketing : +62 816781583
Wa Studio : +62 811991034


PENCARIAN
PARTNER KAMI