Memasuki bulan ulang tahun Palang Merah Indonesia (PMI), masyarakat Jakarta kembali mengenal salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari dukungan terhadap operasional aksi kemanusiaan, yaitu Bulan Dana PMI. Di DKI Jakarta, kegiatan tersebut berlangsung selama tiga bulan, mulai September hingga November.
Ketua PMI DKI Jakarta Beky Mardani menjelaskan, Bulan Dana bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi memiliki dasar dalam pelaksanaan tugas kepalangmerahan. Hal itu disampaikannya dalam program Inspirasi Damandiri Radio DFM Jakarta.
“Bulan dana ini adalah sebagai bentuk pelaksanaan dari amanah Undang-Undang Kepalangmerahan. Jadi di dalam Undang-Undang 1 Tahun 2018, Palang Merah diperkenankan untuk melakukan semacam donasi umum,” jelas Beky.
Melalui Bulan Dana, PMI mengajak masyarakat, dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan untuk berpartisipasi secara sukarela. Dana yang terkumpul kemudian mendukung berbagai kegiatan kemanusiaan PMI, mulai dari penanggulangan bencana, pelayanan darah, pembinaan relawan hingga pelatihan.
Beky menekankan bahwa partisipasi masyarakat dalam Bulan Dana bersifat sukarela. Ia juga menyampaikan pentingnya pengelolaan dana secara transparan dan akuntabel.
“Donasi ini sifatnya sukarela. Yang kedua ini juga dikelola secara transparan, akuntabel. Karena nanti akan diaudit, diaudit oleh akuntan publik,” ujarnya.
Menurut Beky, masyarakat juga dapat ikut mengawasi kegiatan PMI melalui berbagai kanal informasi yang dimiliki PMI di tingkat wilayah maupun kota. Keterbukaan tersebut dinilai penting agar dukungan masyarakat dapat dikelola secara bertanggung jawab dan benar-benar memberikan manfaat.
Bulan Dana juga menjadi bagian dari persiapan PMI dalam menjalankan berbagai program kemanusiaan pada tahun berikutnya. Dengan mengetahui besaran dukungan yang terkumpul, PMI dapat menyusun program secara lebih terukur sesuai kebutuhan.
Semangat tersebut sejalan dengan tema besar peringatan ulang tahun PMI ke-81 tahun 2026 pada 17 September 2026, yaitu “Kita Peduli, Kita Bergerak, dan Kita Bersama.” Bagi PMI DKI Jakarta, kepedulian menjadi langkah awal sebelum diwujudkan melalui gerakan bersama.
“Ketika ada masalah-masalah kemanusiaan, misalnya kebutuhan ada bencana, butuh darah, serta bantuan-bantuan lain, maka respons pertama kita adalah peduli dulu. Kita peduli, setelah peduli maka kita bergerak,” kata Beky.
Rangkaian peringatan ulang tahun PMI DKI Jakarta tahun ini juga diisi dengan sejumlah kegiatan. Salah satunya memberikan perhatian khusus kepada pendonor yang telah melakukan donor darah sebanyak 81 kali. PMI DKI Jakarta juga akan meresmikan gedung barunya di Jalan Kramat Raya Nomor 47, Senen, Jakarta Pusat, pada 17 September 2026.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kegiatan kemanusiaan membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Bukan hanya relawan dan tenaga kesehatan, tetapi juga pendonor darah, masyarakat, pemerintah, komunitas serta dunia usaha.
Beky berharap semangat kepedulian tersebut terus tumbuh di tengah masyarakat.
“Kami dari PMI tentu saja dalam momentum peringatan Hari PMI mengajak semua masyarakat, stakeholder, mari kita tingkatkan kepedulian kita. Mari kita bersama-sama bergerak. Mari bersama-sama kita memberi manfaat buat banyak orang,” pungkasnya.

