Cuaca panas yang menyengat bukan cuma bikin tubuh gerah dan cepat berkeringat. Kalau asupan cairan tidak cukup, tubuh bisa mengalami dehidrasi. Kondisi ini sering kali muncul tanpa disadari, apalagi ketika seseorang sedang sibuk bekerja dan lupa minum.
Dokter umum dr. Hayya Harareed menjelaskan, ada sejumlah tanda sederhana yang bisa diperhatikan ketika tubuh mulai kekurangan cairan. Salah satunya adalah menurunnya konsentrasi. Seseorang bisa merasa sulit fokus, seperti pikirannya berkabut, kemudian disertai rasa haus yang terus-menerus.
“Tanda-tandanya biasanya mulai kurang fokus, susah konsentrasi, kemudian haus terus-terusan,” ujar dr. Hayya dalam talkshow Inspirasi Damandiri di Radio DFM.
Selain itu, kondisi kulit juga bisa menjadi salah satu petunjuk. Kulit yang terasa lebih kering dapat menjadi tanda tubuh membutuhkan tambahan cairan. Namun, salah satu indikator yang cukup mudah diperhatikan sehari-hari adalah warna urine.
Dalam kondisi normal, urine biasanya berwarna kuning muda dan cenderung jernih. Sementara itu, urine yang semakin pekat dapat menjadi tanda tubuh kekurangan cairan. Bahkan, jika warnanya sudah sangat pekat hingga menyerupai warna teh, kondisi tersebut sebaiknya tidak dianggap sepele dan perlu diperiksakan lebih lanjut.
Untuk menjaga kebutuhan cairan, dr. Hayya menyarankan konsumsi air putih sekitar 8 sampai 10 gelas per hari. Ketika aktivitas lebih banyak dilakukan di luar ruangan dan tubuh lebih banyak terpapar panas, kebutuhan cairan dapat meningkat menjadi sekitar 10 sampai 12 gelas.
Kebiasaan minum kopi atau teh juga perlu diperhatikan. Menurut dr. Hayya, minuman berkafein boleh saja dikonsumsi, tetapi tetap perlu diimbangi dengan air putih. Minuman berkafein memiliki efek diuretik yang dapat membuat seseorang lebih sering buang air kecil.
Karena itu, rasa segar setelah minum kopi atau teh, terutama dalam kondisi cuaca panas, belum tentu berarti kebutuhan cairan tubuh sudah terpenuhi. Air putih tetap perlu menjadi bagian utama dari asupan cairan sehari-hari.
Bagi mereka yang terbiasa mengandalkan kopi atau teh dan jarang minum air putih, membangun kebiasaan baru bisa dilakukan secara sederhana. Salah satu cara yang disarankan dr. Haya adalah menggunakan pengingat atau timer.
Misalnya, setiap beberapa jam ada pengingat untuk mengambil gelas atau tumbler dan minum air putih. Cara sederhana ini bisa membantu mereka yang sering terlalu fokus bekerja hingga lupa memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Menariknya, risiko dehidrasi bukan hanya mengintai orang yang bekerja di luar ruangan. Mereka yang bekerja di ruangan ber-AC juga tetap harus waspada. Suasana ruangan yang dingin bisa membuat seseorang tidak merasa haus, sehingga tanpa sadar waktu berlalu tanpa minum.
Karena itu, baik bekerja di kantor maupun di lapangan, kebiasaan minum tetap harus dijaga. Tubuh membutuhkan cairan secara teratur, bukan hanya ketika rasa haus sudah muncul.
Cuaca panas memang tidak selalu bisa dihindari. Namun, menjaga tubuh tetap terhidrasi merupakan langkah sederhana yang bisa dilakukan setiap hari. Mulai dari membawa tumbler, memasang pengingat minum, sampai memperhatikan warna urine, semuanya dapat menjadi cara praktis untuk membantu tubuh tetap fit menghadapi cuaca panas.

