KUD Tani Makmur Bantul Terus Beradaptasi, dari Koperasi Pertanian hingga Layani Kebutuhan Ekonomi Masyarakat

Created | By: Redaktur | 04-Aug-2026

Koperasi Konsumen KUD Tani Makmur Kasihan, Bantul, Yogyakarta, menjadi salah satu contoh bagaimana koperasi dapat terus beradaptasi mengikuti perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat. Berdiri sejak 1976, koperasi yang sebelumnya memiliki basis kuat pada sektor pertanian ini kini berkembang dengan berbagai kegiatan usaha yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari perdagangan, sarana produksi pertanian hingga pelayanan ekonomi bagi para anggotanya.

Ketua Koperasi Konsumen KUD Tani Makmur Kasihan, Drs. Sujiman, menjelaskan bahwa perjalanan koperasi tersebut tidak dapat dilepaskan dari sejarah pertanian di wilayah Kasihan, Bantul. Pada awal berdirinya, KUD Tani Makmur merupakan gabungan dari koperasi dan usaha-usaha pertanian yang kemudian mendapatkan dukungan pemerintah berupa fasilitas gudang, lantai jemur, kios, hingga layanan kredit untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

“Pada awal mula berdirinya itu memang KUD merupakan satu gabungan atau amalgamasi dari koperasi-koperasi atau usaha pertanian,” ujar Sujiman dalam Talkshow Inspirasi Damandiri di Radio DFM 103.4 Jakarta.

Pada masa itu, KUD Tani Makmur berperan sebagai tempat penampungan hasil pertanian masyarakat di Kecamatan Kasihan. Hasil pertanian kemudian diolah, termasuk melalui kegiatan penggilingan padi, sebelum disalurkan ke pihak terkait. Peran tersebut menjadi bagian penting dari aktivitas koperasi yang sejak awal memang dibangun dengan basis anggota dari kalangan petani.

Namun, perubahan wilayah dan perkembangan masyarakat turut memengaruhi perjalanan koperasi. Kasihan yang berada di kawasan pinggiran perkotaan mengalami perkembangan cukup pesat. Lahan pertanian perlahan berubah menjadi kawasan permukiman, sementara jumlah penduduk terus bertambah dengan hadirnya masyarakat dari berbagai latar belakang profesi.

Kondisi tersebut secara tidak langsung membuat jumlah petani di wilayah tersebut semakin berkurang. Jika sebelumnya petani menjadi kelompok utama dalam keanggotaan koperasi, kini anggota KUD Tani Makmur berasal dari berbagai macam profesi.

“Karena di Kasihan utamanya itu adalah daerah di pinggiran atau daerah rural urban, artinya daerah desa tetapi dekat kota atau kehidupannya sudah menjadi kehidupan kota,” jelas Sujiman.

Perubahan tersebut kemudian mendorong KUD Tani Makmur melakukan diversifikasi kegiatan usaha. Koperasi tidak lagi hanya bertumpu pada sektor pertanian, tetapi mulai menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam. Salah satu fokus yang dikembangkan adalah memberikan dukungan permodalan bagi pelaku usaha mikro dan kecil sekaligus membantu memfasilitasi pemasaran produk yang dihasilkan para anggota.

Perkembangan jumlah anggota juga menjadi bagian menarik dari perjalanan KUD Tani Makmur. Saat ini, koperasi tersebut tercatat memiliki sekitar 16.844 anggota. Namun, tidak seluruhnya masih aktif menjalankan kegiatan koperasi. Menurut Sujiman, sekitar 4.000 anggota masih aktif dan memanfaatkan berbagai pelayanan yang tersedia, baik dalam bidang perdagangan maupun permodalan.

Sementara itu, jumlah anggota yang masih berprofesi sebagai petani menjadi lebih sedikit dibandingkan masa sebelumnya. Berdasarkan catatan koperasi, terdapat sekitar 200 lebih anggota yang masih berada dalam sektor pertanian.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa koperasi harus mampu membaca perkembangan lingkungan di sekitarnya. KUD Tani Makmur tidak berhenti pada model koperasi masa lalu, tetapi berusaha memperluas layanan agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Salah satu bentuk layanan yang dikembangkan adalah Waserda atau warung serba ada. Dari awalnya berupa kios yang menyediakan kebutuhan konsumsi masyarakat, layanan tersebut kemudian berkembang mendekati konsep toko swalayan. Selain menyediakan sembako dan kebutuhan sehari-hari, Waserda juga menjadi tempat bagi koperasi untuk memfasilitasi produk-produk yang dihasilkan oleh para anggota.

Dengan demikian, keberadaan Waserda tidak hanya berfungsi sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga dapat menjadi bagian dari rantai ekonomi anggota koperasi. Produk yang dihasilkan anggota memiliki peluang untuk dipasarkan melalui fasilitas yang disediakan koperasi.

Selain Waserda, KUD Tani Makmur juga memiliki unit Saprotan atau sarana produksi pertanian. Unit ini menyediakan berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan aktivitas pertanian, seperti pupuk, benih, alat-alat pertanian hingga obat-obatan.

Untuk kebutuhan pupuk, koperasi menyediakan pupuk subsidi dan nonsubsidi. Pupuk subsidi diperuntukkan bagi petani yang memenuhi ketentuan dan tergabung dalam kelompok tani dengan kebutuhan yang telah tercatat dalam RDKK. Sementara pupuk nonsubsidi dapat diakses secara lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.

KUD Tani Makmur juga terus berupaya memberikan pelayanan yang lebih praktis kepada masyarakat. Salah satu konsep yang sedang dikembangkan adalah menggabungkan berbagai layanan dalam satu lokasi sehingga masyarakat dapat memenuhi berbagai kebutuhannya dalam satu kali kunjungan.

“Jadi kita gabungkan antara Waserda, kemudian PPOB, kemudian Saprotan itu kita jadikan satu,” kata Sujiman.

Konsep tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi anggota maupun masyarakat. Ketika seseorang datang ke koperasi, berbagai kebutuhan dapat dilayani di satu tempat. Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa koperasi juga perlu berinovasi dalam memberikan pelayanan agar mampu bersaing dan tetap menjadi pilihan masyarakat.

Meski demikian, tidak seluruh layanan KUD Tani Makmur dapat diakses oleh masyarakat umum. Untuk kegiatan perdagangan seperti Waserda, masyarakat umum tetap dapat berbelanja. Namun, untuk layanan keuangan dan simpan pinjam, koperasi menerapkan sistem close loop sehingga layanan tersebut diperuntukkan bagi anggota koperasi.

Ke depan, KUD Tani Makmur juga memiliki rencana untuk mengembangkan usaha peternakan, khususnya peternakan kambing perah. Gagasan tersebut muncul karena sektor peternakan kambing dan sapi sudah cukup berkembang di Bantul, tetapi produksi susu masih memiliki peluang untuk dikembangkan.

Rencana tersebut bahkan diarahkan tidak hanya menjadi kegiatan peternakan, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata dan edukasi. Masyarakat nantinya diharapkan dapat mengenal proses peternakan, menikmati produk susu sekaligus mendapatkan pengalaman edukatif.

Namun, Sujiman menyadari bahwa rencana tersebut membutuhkan persiapan dan modal yang cukup besar sehingga menjadi bagian dari rencana jangka menengah dan panjang koperasi.

Di tengah berbagai perubahan tersebut, regenerasi juga menjadi perhatian penting bagi keberlangsungan koperasi. KUD Tani Makmur berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik mengenal dan terlibat dalam dunia perkoperasian.

Menurut Sujiman, koperasi sebenarnya dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha secara bersama-sama. Dengan berkoperasi, masyarakat dapat membangun usaha secara berkelompok, saling berkomunikasi dan mendukung satu sama lain.

“Karena koperasi adalah merupakan satu bentuk usaha yang meringankan bagi siapa saja yang ingin berusaha, utamanya apabila tidak bisa melaksanakan kegiatan usaha itu secara mandiri,” tuturnya.

Ia menilai, tantangan koperasi saat ini salah satunya adalah bagaimana memperkenalkan koperasi secara lebih luas kepada generasi muda. Pemanfaatan media dan teknologi digital menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperkenalkan koperasi dengan pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan anak muda.

Perjalanan KUD Tani Makmur menunjukkan bahwa koperasi bukanlah bentuk usaha yang harus berhenti pada pola lama. Dari koperasi yang dahulu kuat dengan sektor pertanian, kini KUD Tani Makmur terus beradaptasi dengan perubahan masyarakat melalui layanan perdagangan, sarana produksi pertanian, permodalan hingga rencana pengembangan usaha baru.

Bagi koperasi yang telah berdiri selama puluhan tahun, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci untuk tetap bertahan. KUD Tani Makmur pun terus berupaya menjaga perannya sebagai bagian dari roda perekonomian masyarakat Bantul, sekaligus membuka ruang bagi generasi berikutnya untuk ikut melanjutkan perjalanan koperasi di masa depan.

 

RELATED ARTICLE

Musik Asli Indonesia

Gd. Granadi Lt.4 Sayap Selatan
Jl. HR. Rasuna Said Blok XI Kav. 8-9
Kuningan, Jakarta Selatan.
Office : (021) 5296.1417
Marketing : +62 816781583
Wa Studio : +62 811991034


PENCARIAN
PARTNER KAMI