Remaja 15 Tahun Dirikan Rumah Belajar Ciliwung Ceria, Bukti Anak Muda Bisa Membawa Perubahan

Created | By: Redaktur | 20-Jul-2026

Di usia 15 tahun, sebagian besar remaja mungkin masih disibukkan dengan sekolah, bermain bersama teman, atau mengejar hobi. Namun berbeda dengan Elizabeth Tunggadewi. Remaja asal Jakarta ini justru memilih menghabiskan sebagian waktunya untuk mendirikan Rumah Belajar Ciliwung Ceria (RBCC), sebuah tempat belajar gratis bagi anak-anak di kawasan bantaran Sungai Ciliwung, Pejaten, Jakarta Selatan.

Inspirasi mendirikan rumah belajar tersebut muncul ketika Dewi melakukan penelusuran Sungai Ciliwung untuk membuat dokumentasi lingkungan. Dalam perjalanan itu, ia bertemu banyak anak yang masih kesulitan memahami bahasa Inggris.

"Pas aku tanya-tanya mereka ternyata banyak yang enggak suka bahasa Inggris. Katanya bahasa Inggris di sekolah itu sulit dan mereka bosan," ujar Dewi.

Percakapan sederhana itu membuatnya berpikir bahwa anak-anak membutuhkan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Berbekal semangat tersebut, pada Maret 2026 lahirlah Rumah Belajar Ciliwung Ceria.

Kini, sekitar 35 hingga 40 anak rutin mengikuti kegiatan belajar setiap akhir pekan. Seluruh kegiatan dilakukan secara gratis di sebuah saung yang dipinjamkan oleh warga setelah mendapatkan izin dari ketua RT setempat.

Menariknya, Dewi tidak hanya mengajar sendiri. Ia juga membuka kesempatan bagi para relawan dari berbagai universitas maupun masyarakat umum yang ingin berbagi ilmu.

"Kalau ingin ngajar di Rumah Belajar Ciliwung Ceria, bisa langsung DM Instagram kami. Enggak harus bahasa Inggris, siapapun yang punya keahlian bisa berbagi ke anak-anak," katanya.

Bagi Dewi, tujuan utama RBCC bukan hanya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga membantu anak-anak menemukan cita-cita mereka.

"Harapan aku semoga anak-anak di Rumah Belajar Ciliwung Ceria bisa menemukan cita-cita mereka dan tahu mereka mau jadi apa," ungkapnya.

Di tengah kesibukannya sebagai pelajar sekaligus model, Dewi tetap berusaha membagi waktu. Aktivitas mengajar selalu dilakukan pada Sabtu atau Minggu agar tidak mengganggu sekolahnya.

Kisah Elizabeth Tunggadewi menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan kepedulian dan kemauan untuk bergerak, seorang remaja mampu menghadirkan ruang belajar yang membawa harapan baru bagi puluhan anak di bantaran Sungai Ciliwung.

RELATED ARTICLE

Musik Asli Indonesia

Gd. Granadi Lt.4 Sayap Selatan
Jl. HR. Rasuna Said Blok XI Kav. 8-9
Kuningan, Jakarta Selatan.
Office : (021) 5296.1417
Marketing : +62 816781583
Wa Studio : +62 811991034


PENCARIAN
PARTNER KAMI