Hari Lansia Nasional 2026: Lansia Tangguh Jadi Kunci Pertumbuhan Indonesia

Created | By: Redaktur | 11-Jun-2026

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) yang jatuh setiap 29 Mei kembali menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya peran lansia dalam pembangunan bangsa. Pada tahun 2026, tema yang diangkat adalah “Lansia Tangguh, Indonesia Tumbuh”, sebuah tema yang menegaskan bahwa lansia bukan sekadar kelompok penerima perhatian, tetapi juga aset berharga yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.

Dalam sebuah talkshow yang diselenggarakan Radio DFM, Prof. Haryono Suyono menjelaskan bahwa gagasan Hari Lansia Nasional lahir ketika Indonesia mulai memasuki perubahan struktur penduduk. Jumlah lansia yang terus meningkat membuat kelompok usia ini menjadi bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Lansia sekarang ini menjadi mayoritas dari penduduk Indonesia. Karena itu lansia tidak boleh beristirahat karena merasa lansia. Lansia dipersilakan sampai umur berapa saja tetap aktif,” ujar Prof. Haryono Suyono.

Menurutnya, lansia memiliki peran strategis dalam membangun hubungan antar generasi. Sejak awal pencanangan Hari Lansia Nasional pada tahun 1996, perhatian tidak hanya diberikan kepada kesejahteraan lansia, tetapi juga pada bagaimana mereka dapat menjadi teladan bagi generasi muda, khususnya anak-anak usia dini.

Prof. Haryono menjelaskan bahwa kedekatan antara kakek, nenek, dan cucu dapat menjadi sarana transfer nilai kehidupan yang sangat penting. Lansia tidak hanya berfungsi sebagai pengasuh, tetapi juga sebagai sumber pengalaman dan kebijaksanaan yang dapat membentuk karakter generasi penerus.

“Peran lansia yang pertama adalah bagaimana memberi contoh teladan kepada anak balita. Jadi hubungan antara balita dan lansia menjadi sangat erat, sehingga mereka bisa tumbuh bersama dalam suasana yang penuh kasih sayang,” katanya.

Lebih lanjut, Prof. Haryono menilai bahwa persepsi masyarakat terhadap lansia perlu diubah. Usia lanjut tidak selalu identik dengan ketergantungan atau penurunan produktivitas. Sebaliknya, banyak lansia yang masih mampu berperan aktif dalam berbagai bidang kehidupan.

Dirinya mencontohkan bahwa di berbagai negara maju, lansia tetap diberikan kesempatan untuk berkarya sesuai kemampuan mereka. Semangat yang sama juga perlu dikembangkan di Indonesia agar semakin banyak lansia yang tetap produktif dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar.

“Kalau ada kemauan, lansia sampai usia yang sangat tinggi masih tetap bisa berperan. Bahkan di negara-negara maju, lansia itu tidak ada pensiunnya. Kalau masih mampu bekerja, ya tetap bekerja,” ungkapnya.

Dengan meningkatnya jumlah penduduk lansia di Indonesia, berbagai pihak berharap momentum Hari Lansia Nasional tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga mendorong lahirnya kebijakan dan program yang mampu meningkatkan kualitas hidup lansia sekaligus memperkuat peran mereka dalam pembangunan nasional.

RELATED ARTICLE

Musik Asli Indonesia

Gd. Granadi Lt.4 Sayap Selatan
Jl. HR. Rasuna Said Blok XI Kav. 8-9
Kuningan, Jakarta Selatan.
Office : (021) 5296.1417
Marketing : +62 816781583
Wa Studio : +62 811991034


PENCARIAN
PARTNER KAMI