Persaingan bisnis kuliner yang semakin ketat membuat pelaku UMKM harus mampu menghadirkan produk yang berkualitas dan memiliki ciri khas. Hal tersebut juga menjadi tantangan yang dihadapi Indreswari, pemilik Dapur Indria, dalam mengembangkan usaha kuliner yang telah dirintisnya.
Dapur Indria dikenal sebagai usaha kuliner yang menawarkan beragam pilihan makanan. Mulai dari kue basah, kembang goyang, cheese stick, nasi box, katering rumahan, hingga menu makanan seperti empal gentong, sop ayam kampung, dan ayam kremes.
Bagi Indreswari, salah satu hal penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis kuliner adalah kualitas bahan baku. Ia mengaku tidak menggunakan bahan secara sembarangan dan berusaha memilih produk yang memiliki kualitas baik serta sudah memiliki merek yang jelas.
“Yang utama adalah bahan. Bahan yang packing-packing, yang sudah kemasan dan memang pakainya juga yang mereknya sudah menjadi brand yang bagus. Bukan kita asal bahan saja,” jelas Indreswari.
Selain memperhatikan kualitas bahan, aspek legalitas halal juga menjadi salah satu perhatian dalam menjalankan usaha Dapur Indria. Menurutnya, hal tersebut penting untuk memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada konsumen.
Salah satu produk khas Dapur Indria adalah kembang goyang. Produk tersebut dibuat dengan resep yang berbeda karena tidak menggunakan tepung beras seperti kebanyakan kembang goyang lainnya.
Indreswari memilih menggunakan tepung tapioka sehingga menghasilkan tekstur yang renyah dengan perpaduan rasa gurih dan manis.
Kembang goyang menjadi salah satu produk yang memiliki permintaan tinggi pada momen-momen tertentu, terutama saat Lebaran. Sementara itu, untuk menu harian, empal gentong, ayam kremes, dan sop ayam kampung menjadi beberapa produk yang rutin dipesan pelanggan.
Menariknya, beberapa pelanggan Dapur Indria memiliki preferensi khusus terhadap masakan yang dibuat langsung oleh Indreswari. Salah satunya adalah menu sop ayam kampung yang disebut memiliki pelanggan setia yang tidak ingin rasa masakannya dibuat oleh orang lain.
Dalam menjalankan usahanya, Indreswari juga menghadapi tantangan berupa persaingan dengan sesama pelaku UMKM kuliner. Tantangan tersebut semakin terasa ketika ia melakukan proses kurasi makanan dalam berbagai kegiatan UMKM dan menemukan produk lain yang memiliki cita rasa hampir serupa dengan miliknya.
“Begitu ini, makanannya kok sama gue ya, rasanya gitu. Itu tantangan banget karena kalau sudah sama, harus punya inovasi lain dan strategi lain supaya masakan kita tidak sama dengan teman yang kita kurasi,” kata Indreswari.
Situasi tersebut membuat Indreswari terus berusaha mencari inovasi baru.
Menurutnya, pelaku UMKM harus mampu menciptakan perbedaan agar produknya memiliki identitas dan tidak mudah tersaingi.
Selain menjalankan bisnis kuliner, Indreswari juga aktif dalam kegiatan koperasi dan pemberdayaan UMKM. Ia pernah menjalankan peran sebagai pengawas koperasi dari Dinas PPK UKM dan kini menjadi wakil ketua bidang UKM di koperasi wirausaha Kecamatan Pancoran.
Latar belakangnya sebagai lulusan psikologi juga tetap menjadi bagian dari aktivitas Indreswari. Di sela kesibukannya mengelola Dapur Indria, ia terkadang masih menerima sesi konsultasi secara informal dan mobile. Pengalaman tersebut membuatnya tetap bisa berinteraksi dengan banyak orang sekaligus memberikan ruang untuk membantu mereka yang membutuhkan teman berbicara.
Ke depan, Dapur Indria akan terus mengembangkan produk-produk unggulannya. Kembang goyang, empal gentong, sop ayam kampung, dan ayam kremes menjadi beberapa produk yang ingin semakin diperkenalkan kepada masyarakat.
Indreswari pun memberikan pesan kepada para pelaku UMKM yang sedang merintis usaha kuliner agar tidak mudah menyerah. Menurutnya, bisnis makanan memang memiliki banyak tantangan, tetapi semuanya dapat dihadapi dengan semangat dan rasa percaya diri.
“Jangan kendor. Jualan di dunia kuliner ini tidak mudah, tapi tetap kita hadapi dengan segala tantangan,” pesannya.
Ia juga percaya bahwa makanan yang dibuat dengan sepenuh hati akan memberikan pengalaman tersendiri bagi pelanggan. Karena itu, semangat, ketekunan, inovasi, dan kualitas menjadi modal penting bagi pelaku UMKM untuk terus bertahan dan berkembang.
Perjalanan Dapur Indria membuktikan bahwa bisnis kuliner dapat berkembang ketika pelakunya mampu menjaga kualitas sekaligus beradaptasi dengan perubahan. Dari dapur rumahan, usaha ini terus tumbuh dengan menghadirkan berbagai pilihan makanan dan mempertahankan kepercayaan pelanggan melalui cita rasa serta produk yang berkualitas.

