Di tengah persaingan industri fashion yang semakin ketat, membangun sebuah brand lokal hingga bertahan lebih dari satu dekade tentu bukan perkara mudah.
Namun, hal itu berhasil dibuktikan oleh Fey Attire, brand fashion wanita yang mengusung konsep feminim, sopan, dan ramah bagi para hijabers.
Didirikan sejak tahun 2016 oleh Ellin Mahaya, Fey Attire lahir bukan hanya karena kecintaannya terhadap dunia fashion, tetapi juga karena melihat peluang besar di industri pakaian wanita.
"Memang awalnya memilih bisnis fashion karena saya suka. Saya juga dari dulu suka mendesain baju sendiri. Selain karena hobi, saya melihat fashion adalah kebutuhan primer dan demand-nya cukup besar," ujar Ellin dalam program Inspirasi Damandiri di Radio DFM Jakarta.
Berbekal pengalaman mengikuti program inkubator bisnis hingga berhasil meraih juara, Elin akhirnya memutuskan membangun Fey Attire secara mandiri.
Keputusan tersebut menjadi titik awal berkembangnya brand yang kini telah dikenal di berbagai marketplace.
Berbeda dari banyak brand fashion lainnya, Fey Attire memilih fokus menghadirkan pakaian wanita dengan desain feminin, potongan yang nyaman dikenakan, serta tetap memperhatikan nilai kesopanan.
"Ciri khas kami lebih kepada desain yang feminin, versatile, bisa dipakai di berbagai occasion, dan cutting-nya lebih menutup aurat sehingga nyaman dipakai oleh wanita berhijab," jelasnya.
Seiring perkembangan teknologi, strategi bisnis Fey Attire juga ikut berubah. Setelah sempat memiliki counter di pusat perbelanjaan seperti Gandaria City dan Karawang, kini mereka lebih memilih fokus pada penjualan digital melalui marketplace.
Keputusan tersebut dinilai lebih efektif mengikuti perubahan perilaku konsumen yang kini semakin nyaman berbelanja secara online.
Namun, menjual pakaian secara online memiliki tantangan tersendiri. Konsumen tidak bisa menyentuh bahan maupun mencoba produk secara langsung. Karena itu, Fey Attire berusaha membangun kepercayaan melalui konten edukatif.
"Kami lebih fokus ke review produk. Host kami menunjukkan detail bahan, cara pakai, bahkan melakukan berbagai demonstrasi supaya pelanggan yakin bahwa produk yang diterima sesuai dengan yang mereka lihat," kata Ellin.
Strategi itu terbukti mampu membangun loyalitas pelanggan. Salah satu prinsip yang terus dijaga adalah memastikan foto dan video produk sesuai dengan barang yang diterima pembeli.
"Kalau beli di Fey Attire, insya Allah produk yang diterima sesuai dengan yang dilihat di foto maupun video. Itu yang terus kami jaga," ungkapnya.
Tak hanya mengandalkan kualitas produk, Fey Attire juga cukup selektif dalam mengikuti tren fashion. Menurut Ellin, tidak semua tren harus diikuti apabila tidak sesuai dengan karakter brand.
"Kami mengambil tren yang sesuai dengan nilai brand kami. Jadi produknya tetap relevan dipakai dalam waktu yang lama, bukan hanya mengikuti tren sesaat," jelasnya.
Salah satu produk yang hingga kini masih menjadi best seller adalah Elvira Tunik Sage Green, yang tetap diminati pelanggan meski tren warna sage sudah mulai bergeser.
Selain mengembangkan bisnis fashion, Fey Attire juga membuka peluang bagi masyarakat yang ingin memperoleh penghasilan tambahan melalui sistem dropship.
Dengan sistem tersebut, calon reseller tidak perlu menyimpan stok barang. Mereka cukup memasarkan produk, sementara proses pengemasan hingga pengiriman ditangani langsung oleh tim Fey Attire.
Bagi Elin, membangun bisnis bukan soal memiliki modal besar sejak awal. Yang jauh lebih penting adalah memahami target pasar dan memulai dari skala yang sesuai kemampuan.
"Sebelum bicara modal, tentukan dulu siapa target market-nya. Setelah itu baru dihitung kebutuhan produksinya. Tidak harus langsung besar, mulai saja dari yang kecil lalu berkembang pelan-pelan," tuturnya.
Di akhir perbincangan, Ellin memberikan pesan kepada siapa pun yang ingin memulai usaha.
"Mulai saja dulu, enggak usah terlalu sempurna. Kuncinya konsisten, disiplin, dan cari kekuatan yang kita miliki," pesannya.
Perjalanan Fey Attire menjadi bukti bahwa kombinasi antara kualitas produk, pelayanan pelanggan, strategi digital, dan konsistensi mampu membawa sebuah brand fashion lokal bertahan bahkan terus berkembang di tengah persaingan industri yang semakin dinamis.

