Belajar Sambil Bermain, Cara Rumah Belajar Ciliwung Ceria Membuat Anak-Anak Menyukai Bahasa Inggris

Created | By: Redaktur | 16-Jul-2026

Belajar bahasa Inggris sering kali menjadi momok bagi sebagian anak. Materi yang dianggap sulit dan suasana belajar yang terlalu serius membuat banyak siswa kehilangan minat. Namun kondisi berbeda justru terlihat di Rumah Belajar Ciliwung Ceria (RBCC) yang berada di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan.

Didirikan oleh remaja bernama Elizabeth Tunggadewi, rumah belajar ini menghadirkan metode belajar yang santai, interaktif, dan menyenangkan. Tidak ada tekanan seperti di ruang kelas formal. Anak-anak diajak mengenal bahasa Inggris melalui lagu, permainan, gambar, hingga berbagai aktivitas kreatif.

"Kita enggak mau bikin anak-anak pressure too much. Jadi cukup di sekolah aja, di sini kita nyantai," kata Dewi.

Metode tersebut terbukti efektif. Anak-anak yang sebelumnya mengaku tidak menyukai bahasa Inggris mulai menunjukkan perubahan. Mereka lebih percaya diri berbicara menggunakan kosakata sederhana dan mulai memperoleh nilai yang lebih baik di sekolah.

"Ada anak umur sekitar tujuh sampai delapan tahun yang awalnya enggak terlalu suka bahasa Inggris. Tapi beberapa hari lalu ada beberapa anak RBCC yang nilai bahasa Inggrisnya bagus," ungkap Dewi.

Dalam proses belajar, anak-anak juga dibagi berdasarkan usia. Siswa yang lebih kecil diajak bermain menggunakan flashcard, menggambar, dan menyusun huruf. Sementara siswa yang lebih besar mendapatkan materi yang lebih mendalam bersama para relawan.

Meski begitu, mengajar anak-anak tentu memiliki tantangan tersendiri. Dewi mengaku beberapa murid sering kali sulit diatur karena mudah bosan.

"Kalau mereka mulai bosan, kita harus cari cara supaya tetap mau belajar, biasanya sambil main games atau teka-teki," jelasnya.

Selain mengajarkan bahasa Inggris, RBCC juga berusaha membangun rasa percaya diri dan semangat belajar anak-anak. Setiap akhir pekan, mereka berkumpul, belajar, bermain, bahkan makan siang bersama sehingga tercipta hubungan yang akrab antara pengajar dan siswa. Momen sederhana itulah yang paling membekas bagi Dewi.

"Kalau selesai kelas, anak-anak sering enggak mau aku pulang. Mereka ngajak ngobrol, makan siang bareng, terus foto-foto. Itu yang paling berkesan buat aku," tuturnya.

Melalui pendekatan yang ramah dan penuh kegembiraan, Rumah Belajar Ciliwung Ceria membuktikan bahwa proses belajar tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas. Ketika anak-anak merasa nyaman, mereka justru lebih mudah menyerap ilmu dan berani bermimpi lebih besar.

RELATED ARTICLE

Musik Asli Indonesia

Gd. Granadi Lt.4 Sayap Selatan
Jl. HR. Rasuna Said Blok XI Kav. 8-9
Kuningan, Jakarta Selatan.
Office : (021) 5296.1417
Marketing : +62 816781583
Wa Studio : +62 811991034


PENCARIAN
PARTNER KAMI