Program Kebun Komunal Baduy Damandiri di Kabupaten Lebak, Banten, tidak hanya diproyeksikan sebagai kawasan pemberdayaan petani, tetapi juga memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi agrowisata berbasis masyarakat.
Ketua Koperasi Konsumen Intan Usaha Mandiri Cirinten, Ubri Mohamad Zen, mengungkapkan bahwa kawasan kebun yang saat ini sedang dipersiapkan memiliki berbagai fasilitas pendukung yang dapat menjadi daya tarik wisata edukasi di masa mendatang.
Salah satu fasilitas yang akan dibangun adalah rumah singgah dengan desain rumah adat Baduy. Bangunan tersebut nantinya dapat digunakan sebagai tempat beristirahat bagi tamu maupun pengunjung yang datang ke kawasan Kebun Komunal Baduy Damandiri.
“Rumah singgah ini berbentuk rumah adat Baduy. Selain untuk tempat istirahat, juga bisa menjadi sarana memperkenalkan budaya Baduy kepada para pengunjung,” ujar Ubri Mohamad Zen.
Potensi agrowisata semakin besar karena di kawasan tersebut telah terdapat sekitar 200 pohon durian yang sudah ditanam oleh pemilik lahan sebelumnya. Kebun durian ini menjadi aset yang sangat berharga untuk pengembangan kawasan ke depan.
Menurut Ubri Mohamad Zen, terdapat tiga varietas durian unggulan yang tumbuh di area kebun tersebut, yaitu durian Duri Hitam, Musangking, dan Bawor.
“Pohon-pohon durian itu memang sudah ada sejak sebelum lahan dibeli. Jadi sekarang menjadi nilai tambah yang sangat potensial untuk pengembangan kawasan,” katanya.
Selain pengembangan wisata, program ini juga menekankan aspek peningkatan kapasitas petani. Koperasi telah melakukan sosialisasi awal kepada para peserta dan berencana menggandeng Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pertanian Kecamatan Leuwidamar untuk memberikan pelatihan dan pendampingan teknis.
Pelatihan tersebut akan mencakup berbagai aspek budidaya, mulai dari pengolahan lahan, teknik penanaman, pemupukan, hingga proses panen. Pendampingan akan dilakukan secara langsung di lapangan sehingga para petani dapat belajar sambil mempraktikkan ilmu yang diperoleh.
“Insya Allah nanti kami bekerja sama dengan Dinas Pertanian agar petani mendapatkan penyuluhan dan pendampingan dari tenaga ahli,” jelas Ubri Mohamad Zen.
Pelatihan dan pendampingan direncanakan mulai dilakukan setelah proses persiapan lahan memasuki tahap berikutnya. Dalam pelaksanaannya, petugas dari Dinas Pertanian akan memberikan pembinaan mulai dari cara membuka lahan yang baik, teknik budidaya tanaman, hingga pengelolaan hasil panen.
Dalam pengelolaannya, koperasi juga akan melakukan evaluasi terhadap para penggarap. Penilaian dilakukan sejak proses penanaman hingga panen dengan melihat tingkat kerajinan, kualitas perawatan tanaman, serta hasil produksi yang diperoleh.
Petani yang aktif dan menunjukkan kinerja baik akan terus dipertahankan. Sebaliknya, apabila ada peserta yang kurang aktif dan tidak serius mengelola lahannya, maka kesempatan tersebut dapat diberikan kepada warga lain yang membutuhkan.
“Kalau ada yang rajin dan hasilnya bagus tentu akan terus kami pertahankan. Tetapi kalau ada yang kurang aktif, jarang menggarap lahannya, maka akan kami evaluasi dan bisa digantikan oleh warga lain yang lebih siap,” ungkap Ubri Mohamad Zen.
Untuk memastikan program tetap berjalan sesuai nilai budaya masyarakat Baduy, pengelola terus berkoordinasi dengan para tokoh adat dan pemangku kepentingan setempat.
“Kami selalu berdiskusi dengan para jaro dan tokoh adat agar setiap program yang dijalankan tetap selaras dengan aturan serta budaya masyarakat Baduy. Tujuan kami adalah membantu masyarakat tanpa bertentangan dengan adat yang mereka pegang,” tutur Ubri Mohamad Zen.
Terkait pemasaran hasil panen, koperasi akan berperan sebagai pengumpul dan pembeli hasil produksi petani. Selanjutnya komoditas tersebut akan dipasarkan ke pasar yang lebih luas. Bahkan komunikasi awal telah dilakukan dengan Pasar Induk Jatinegara sebagai salah satu tujuan pemasaran di masa mendatang.
Melalui kombinasi antara pemberdayaan ekonomi, pelestarian budaya, dan pengembangan wisata, Kebun Komunal Baduy Damandiri diharapkan menjadi contoh program pembangunan masyarakat yang berkelanjutan sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan warga Baduy dan masyarakat sekitar.

