Rutin Scaling Setiap Enam Bulan, drg. Deborah Cerfina Jelaskan Pentingnya Membersihkan Karang Gigi

Created | By: Redaktur | 28-Jul-2026

JAKARTA – Sebagian orang baru mendatangi dokter gigi ketika mulai merasakan sakit atau menemukan masalah pada giginya. Padahal, pemeriksaan gigi secara rutin penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan gigi sebelum muncul keluhan yang lebih serius. Salah satu perawatan yang banyak dilakukan dalam pemeriksaan rutin adalah scaling untuk membersihkan karang gigi.

Menurut drg. Deborah Cerfina, karang gigi terbentuk melalui proses yang tidak terjadi dalam waktu singkat. Awalnya, terdapat plak yang menempel pada permukaan gigi. Seiring waktu, plak tersebut dapat menumpuk dan kemudian mengeras hingga menjadi karang gigi.

"Karang gigi itu terbentuk dari plak atau selapis tipis yang ada di gigi. Plaknya menumpuk, menumpuk, lalu menjadi karang gigi. Jadi karang gigi itu bukan terbentuk sehari atau dua hari, tetapi secara berkala," jelas drg. Deborah Cerfina.

Karang gigi yang sudah terbentuk tidak dapat dibersihkan hanya dengan menyikat gigi di rumah. Dibutuhkan alat khusus yang digunakan oleh dokter gigi untuk mengangkat endapan yang menempel pada permukaan gigi maupun area tertentu di sekitar gusi.

Karena itu, drg. Deborah Cerfina menyarankan masyarakat melakukan pemeriksaan gigi secara berkala, termasuk membersihkan karang gigi. Waktu yang dianjurkan untuk melakukan kunjungan ke dokter gigi adalah sekitar enam bulan sekali.

Namun, kunjungan setiap enam bulan bukan semata-mata untuk melakukan scaling. Dalam pemeriksaan tersebut, dokter juga dapat melihat kondisi gigi secara keseluruhan dan mendeteksi kemungkinan masalah yang belum dirasakan oleh pasien.

"Enam bulan sekali itu bukan cuma, 'Dok, saya mau bersihin karang gigi.' Tapi dokter juga akan melihat secara general kesehatan gigi kamu," katanya.

Pemeriksaan rutin dapat membantu menemukan kondisi gigi yang mulai mengalami kerusakan. Misalnya, terdapat gigi yang mulai menuju karies atau gigi berlubang. Jika ditemukan lebih awal, masalah tersebut dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi lebih parah.

Kebiasaan menunda pemeriksaan hingga muncul rasa sakit justru dapat membuat penanganan menjadi lebih kompleks.

Menurut drg. Deborah Cerfina, rasa sakit pada gigi seharusnya tidak menjadi satu-satunya alasan seseorang memutuskan untuk pergi ke dokter gigi.

"Jangan sampai kita nunggu nyeri dulu. Karena ketika sudah nyeri itu namanya bukan preventif, tapi pengobatan," ujarnya.

Salah satu alasan yang membuat masyarakat enggan melakukan scaling adalah kekhawatiran terhadap rasa sakit. Padahal, tingkat rasa tidak nyaman saat proses pembersihan karang gigi dapat berbeda pada setiap orang.

drg. Deborah Cerfina menjelaskan, kondisi karang gigi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi rasa tidak nyaman selama scaling. Semakin banyak karang gigi yang menumpuk, proses pembersihannya bisa terasa lebih nyeri dibandingkan dengan kondisi karang gigi yang masih sedikit.

"Semakin sedikit karang gigi kamu, mungkin kamu tidak akan merasakan sakit atau mungkin ada sakit di level satu atau dua. Tapi kalau semakin banyak karang gigi kamu, mungkin kamu merasakan nyeri," jelasnya.

Selain rasa tidak nyaman, suara alat scaling juga terkadang membuat pasien merasa takut. Suara getaran dari alat yang digunakan dokter gigi memang dapat terdengar cukup mengganggu bagi sebagian orang. Namun, pasien dapat menyampaikan tingkat toleransi rasa sakitnya kepada dokter agar proses perawatan dapat dilakukan secara lebih perlahan.

Dalam kondisi tertentu, pasien juga dapat mendiskusikan pilihan anestesi dengan dokter gigi apabila memiliki toleransi terhadap rasa sakit yang sangat rendah.

Meski begitu, menurut drg. Deborah Cerfina, scaling tidak selalu menjadi tindakan yang menakutkan seperti yang dibayangkan banyak orang.

Pasien juga tidak perlu langsung khawatir apabila mendapati sedikit darah saat proses scaling. Perdarahan ringan dapat terjadi ketika karang gigi yang sebelumnya menempel di sekitar gusi dibersihkan.

"Enggak usah kaget kalau ketika ada darah yang keluar dari gusi kamu. Karena itu hal yang normal. Karang giginya tadinya ada, sekarang enggak. Dokternya membersihkan atau meruntuhkan karang gigi yang ada di sela-sela gusi," ungkap drg. Deborah Cerfina.

Selain kekhawatiran terhadap rasa sakit, masih ada anggapan bahwa scaling dapat membuat gigi menjadi tipis atau renggang. Anggapan tersebut menurut drg. Deborah Cerfina merupakan pemahaman yang keliru.

"Membersihkan karang gigi tidak akan membuat lapisan gigi kalian menipis. Yang akan membuat lapisan gigi kalian menipis adalah bleaching atau mencerahkan gigi, bukan membersihkan gigi," jelasnya.

Scaling dan bleaching sendiri merupakan dua tindakan yang berbeda. Scaling bertujuan membersihkan karang gigi, sedangkan bleaching dilakukan untuk membantu mencerahkan warna gigi. Karena memiliki tujuan berbeda, keduanya tidak dapat disamakan.

Karang gigi juga dapat lebih banyak ditemukan pada area tertentu, salah satunya bagian geraham paling belakang. Posisi gigi yang sulit dijangkau membuat area tersebut berpotensi tidak mendapatkan pembersihan yang maksimal.

Bagian dalam gigi yang berdekatan dengan lidah juga menjadi salah satu area yang perlu diperhatikan. Penumpukan karang gigi di area tersebut dapat terjadi apabila kebersihan gigi tidak dijaga dengan baik.

Bagi pengguna behel, pemeriksaan dan perawatan gigi juga menjadi bagian penting selama menjalani perawatan. Menurut drg. Deborah Cerfina, pengguna behel biasanya melakukan kontrol secara berkala sehingga kondisi kebersihan gigi dapat turut diperhatikan selama proses perawatan.

"Gigi itu investasi sampai kamu tua. Gigi itu enggak bisa digantikan lagi. Jadi kita harus rawat seutuh-utuhnya sampai nanti kita tua," tutur drg. Deborah Cerfina.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kesehatan gigi sebaiknya dipandang sebagai investasi jangka panjang. Gigi permanen yang sudah dicabut tidak akan tumbuh kembali sehingga menjaga kondisinya sejak dini menjadi langkah penting.

Dengan melakukan pemeriksaan secara rutin dan tidak menunggu sampai muncul rasa sakit, berbagai masalah gigi dapat diketahui lebih awal. Scaling secara berkala juga dapat membantu menjaga kebersihan gigi dari karang yang tidak dapat dihilangkan hanya dengan menyikat gigi di rumah.

Pada akhirnya, rasa takut untuk datang ke dokter gigi sebaiknya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kesehatan gigi. Semakin cepat masalah ditemukan, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang lebih sederhana dan menjaga fungsi gigi dalam jangka panjang.

RELATED ARTICLE

Musik Asli Indonesia

Gd. Granadi Lt.4 Sayap Selatan
Jl. HR. Rasuna Said Blok XI Kav. 8-9
Kuningan, Jakarta Selatan.
Office : (021) 5296.1417
Marketing : +62 816781583
Wa Studio : +62 811991034


PENCARIAN
PARTNER KAMI