Kebun Komunal Baduy Damandiri Hadir untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani Tanpa Lahan di Lebak Banten

Created | By: Redaktur | 08-Jun-2026

Program Kebun Komunal Baduy Damandiri menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Baduy dan warga sekitar yang selama ini belum memiliki lahan garapan sendiri.

Program yang didukung Yayasan Damandiri ini dikembangkan melalui kerja sama dengan Koperasi Konsumen Intan Usaha Mandiri Cirinten, Kabupaten Lebak, Banten.

Ketua Koperasi Konsumen Intan Usaha Mandiri Cirinten, Ubri Mohamad Zen, menjelaskan bahwa Kebun Komunal Baduy Damandiri merupakan program pemberdayaan masyarakat yang menyediakan lahan pertanian bagi warga yang tidak memiliki lahan sendiri.

“Program ini bagian dari Yayasan Damandiri untuk membantu kesejahteraan warga Baduy khususnya, dan masyarakat sekitar pada umumnya. Yayasan menyediakan lahan kurang lebih seluas 25.700 meter persegi untuk ditanami berbagai tanaman yang sesuai dengan kemampuan dan budaya masyarakat,” ujar Ubri Mohamad Zen.

Konsep kebun komunal ini mengedepankan sistem kerja kelompok. Meski berada dalam satu kawasan, setiap peserta memiliki petak lahan masing-masing yang dikelola secara mandiri. Hasil panen nantinya menjadi milik para petani, sementara koperasi berperan memberikan pendampingan dan pembinaan.

Menurut Ubri Mohamad Zen, istilah “komunal” dipilih karena melibatkan komunitas petani yang bekerja bersama dalam satu kawasan. Saat ini terdapat 20 orang yang terlibat sebagai penggarap, terdiri dari 13 warga Baduy dan 7 warga setempat. Masing-masing mendapatkan lahan garapan seluas sekitar 1.000 meter persegi.

Dalam pelaksanaannya, tanaman yang diprioritaskan adalah komoditas yang sesuai dengan adat dan kebiasaan masyarakat Baduy. Beberapa tanaman yang akan dibudidayakan antara lain kencur, jahe, kunyit, dan kapulaga.

“Warga Baduy memiliki aturan adat tertentu terkait jenis tanaman yang boleh dibudidayakan. Karena itu kami memilih tanaman rempah yang memang selaras dengan tradisi mereka,” jelas Ubri Mohamad Zen.

Program Kebun Komunal Baduy Damandiri sebenarnya telah direncanakan sejak tahun 2025. Saat ini proses pembelian lahan telah selesai dan pembagian area telah dilakukan. Dari total lahan sekitar 2,5 hektare, sebagian area akan dimanfaatkan untuk fasilitas pendukung seperti gazebo, rumah singgah bergaya rumah adat Baduy, serta kandang domba untuk pengembangan program peternakan.

Ubri Mohamad Zen mengatakan progres pembangunan dan persiapan lahan saat ini telah mencapai sekitar 25 persen. Para penggarap juga sudah siap memulai kegiatan budidaya dan kini menunggu distribusi bibit dari Yayasan Damandiri.

Bibit yang diajukan melalui proposal meliputi kencur, jahe, kunyit, dan kapulaga. Menariknya, jenis tanaman tersebut merupakan usulan langsung dari masyarakat Baduy yang nantinya akan mengelola kebun tersebut.

Lokasi Kebun Komunal Baduy Damandiri berada di Kampung Viladatar, Desa Parahiang, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Lokasi ini dipilih karena berada di luar wilayah adat Baduy sehingga memungkinkan pengembangan fasilitas pendukung yang tidak diperbolehkan di kawasan adat.

“Kalau di wilayah Baduy ada aturan adat yang harus dihormati. Karena itu lahan dibeli di luar kawasan adat tetapi tetap dekat dengan Baduy Luar agar mudah dijangkau oleh para penggarap,” kata Ubri Mohamad Zen.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini terbilang tinggi. Bahkan masih banyak warga yang menanyakan peluang untuk bergabung sebagai penggarap. Namun untuk tahap awal, jumlah peserta masih dibatasi agar program dapat berjalan optimal.

Seleksi peserta dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah kriteria, antara lain memiliki semangat kerja tinggi, rajin, kreatif, dan tidak memiliki lahan pertanian sendiri. Program ini juga diharapkan dapat memberikan contoh pola pertanian yang lebih permanen bagi masyarakat Baduy yang selama ini banyak menerapkan pola berpindah dalam mengelola lahan.

Ke depan, Kebun Komunal Baduy Damandiri diharapkan menjadi model pertanian produktif yang tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga tetap menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Baduy.

RELATED ARTICLE

Musik Asli Indonesia

Gd. Granadi Lt.4 Sayap Selatan
Jl. HR. Rasuna Said Blok XI Kav. 8-9
Kuningan, Jakarta Selatan.
Office : (021) 5296.1417
Marketing : +62 816781583
Wa Studio : +62 811991034


PENCARIAN
PARTNER KAMI