Tren wisata saat ini tidak lagi hanya soal mencari tempat yang indah untuk berfoto. Banyak wisatawan, khususnya keluarga, mulai memilih destinasi yang mampu memberikan pengalaman baru sekaligus edukasi bagi anak-anak. Konsep wisata seperti inilah yang dihadirkan oleh Merapi Garden Cafe Boyolali.
Merapi Garden tidak hanya menawarkan panorama Gunung Merapi dan Merbabu, tetapi juga menghadirkan kawasan wisata terpadu yang memadukan kuliner, taman bunga, homestay, agrowisata, hingga berbagai aktivitas bersama masyarakat setempat.
Manager Umum KUD Sahabat Damandiri Sejahtera Samiran Boyolali, Bayu Pramana, mengatakan bahwa kawasan wisata ini memang dirancang agar pengunjung mendapatkan pengalaman lebih dari sekadar berlibur.
"Kami menyediakan homestay, warung, kafe, taman bunga, semuanya dalam satu kawasan. Jadi pengunjung bisa menikmati berbagai aktivitas tanpa harus berpindah tempat," jelas Bayu.
Salah satu program unggulan yang ditawarkan adalah wisata edukasi pertanian atau agrowisata. Pengunjung, khususnya rombongan yang menginap, dapat mengikuti aktivitas warga mulai dari berkebun hingga memanen sayuran.
"Kalau musim panen, pengunjung bisa langsung memetik sayuran bersama petani lokal. Ini menjadi salah satu bentuk komitmen kami untuk memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar," ujar Bayu.
Sayuran yang dibudidayakan antara lain brokoli, wortel, kubis, kol, hingga kentang. Hasil panen tersebut juga dapat dibeli langsung sebagai oleh-oleh dengan harga yang lebih murah dibanding pasar.
Tak hanya pertanian, wisatawan juga bisa mengikuti kegiatan memerah susu sapi bersama warga yang sebagian besar berprofesi sebagai peternak sapi perah.
"Paginya tamu bisa ikut memerah susu sapi, sarapan bersama, lalu menikmati susu segar langsung dari peternak," kata Bayu.
Pengalaman seperti ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan asal perkotaan yang ingin mengenalkan anak-anak pada aktivitas di pedesaan.
Di sektor kuliner, Merapi Garden Cafe menghadirkan beragam pilihan menu, mulai dari masakan Nusantara hingga western food. Namun menu berkuah menjadi favorit para pengunjung karena cocok dinikmati di udara pegunungan.
"Yang paling favorit biasanya makanan berkuah seperti mi dan sop. Untuk minumannya, yang banyak dipesan kopi dan wedang rempah," ungkap Bayu.
Harga makanan dan minuman pun tergolong sangat terjangkau. Minuman dibanderol mulai Rp8.000, sementara makanan mulai Rp15.000 sehingga satu orang cukup menyiapkan sekitar Rp25.000 untuk menikmati hidangan.
Selain kuliner, tersedia pula homestay dengan tarif mulai Rp175.000 per malam, sedangkan villa berkapasitas besar dapat digunakan untuk kegiatan keluarga maupun gathering perusahaan.
Ke depan, pengelola juga tengah menyiapkan fasilitas glamping guna melengkapi pengalaman menginap di kawasan pegunungan.
"Kami sedang melakukan perluasan area glamping. Mudah-mudahan dalam waktu sekitar satu bulan sudah bisa digunakan," tutur Bayu.
Dengan konsep wisata terpadu yang memadukan edukasi, kuliner, penginapan, dan pemberdayaan masyarakat lokal, Merapi Garden Cafe tidak hanya menjadi tempat berlibur, tetapi juga ruang belajar yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga.

