Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji tahun 2026, khususnya bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas. Hal tersebut disampaikan Anggota DPR RI Komisi VIII, Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, dalam talkshow Inspirasi Damandiri di 103,4 DFM Radio.
Dalam perbincangan tersebut, Lisda menjelaskan bahwa pemerintah memberikan perhatian khusus kepada jemaah dengan kebutuhan khusus agar tetap dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman selama berada di Tanah Suci.
Berbagai fasilitas disiapkan mulai dari pemeriksaan kesehatan, pendampingan khusus, hingga fasilitas penunjang seperti kursi roda. Selain itu, screening kesehatan juga dilakukan secara ketat sebelum keberangkatan untuk memastikan kondisi jemaah benar-benar memungkinkan menjalankan rangkaian ibadah haji.
Menurut Lisda, jemaah dengan penyakit kronis tertentu akan mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut demi menjaga keselamatan selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.
Selain membahas layanan jemaah, Lisda juga mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap penawaran haji dan umrah ilegal yang masih marak terjadi. Ia meminta masyarakat memastikan travel yang digunakan resmi dan terdaftar agar terhindar dari kasus penipuan.
Menurutnya, kasus penipuan umumnya terjadi pada program haji non reguler seperti Furoda maupun umrah mandiri yang tidak memiliki pengawasan resmi.
“Masyarakat harus lebih hati-hati, jangan mudah tergiur penawaran murah atau berangkat cepat tanpa memastikan legalitas travelnya,” tegas Lisda.
Tak hanya itu, Lisda juga menyoroti pengelolaan dana haji yang menurutnya harus dilakukan secara profesional dan transparan. Ia menjelaskan bahwa penggunaan dana haji diawasi langsung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Pelaporan penggunaan dana pun dilakukan secara terbuka kepada publik dan DPR RI untuk memastikan pengelolaan berjalan sesuai aturan.
Lisda menyebut biaya haji sebenarnya hampir mencapai Rp100 juta per jemaah. Namun sebagian biaya tersebut ditanggung dari hasil pengelolaan dana oleh BPKH sehingga jemaah hanya membayar sekitar setengahnya.
Menutup perbincangan, Lisda berharap pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 dapat berjalan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia juga mendoakan seluruh jemaah Indonesia diberikan kesehatan, keselamatan, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
“Haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual. Negara wajib hadir memastikan jemaah bisa beribadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” pungkasnya.

