Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) menghadirkan program pemagangan sebagai langkah konkret untuk menekan angka pengangguran, khususnya dari lulusan SMA dan SMK. Program ini menjadi sorotan dalam Talkshow Inspirasi Damandiri di 103,4 DFM, yang menghadirkan Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas, Januar Arifin, S., M.Si, serta Ketua Subkelompok Produktivitas dan Pemagangan, Erdodik Ramadani, ST, M.Si.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), lulusan SMA/SMK masih mendominasi angka pengangguran di DKI Jakarta.“Struktur pengangguran di DKI Jakarta ini yang terbanyak adalah lulusan SMA dan SMK sederajat,” jelas Januar Arifin.
Data tersebut menjadi dasar kuat bagi Disnakertransgi untuk menghadirkan program pemagangan yang secara khusus menyasar lulusan non-perguruan tinggi.
Program magang ini dirancang bukan sekadar pelatihan, tetapi sebagai jembatan menuju dunia kerja nyata. Peserta akan mendapatkan pengalaman langsung di perusahaan selama 6 bulan. “Magang ini bagian dari proses pelatihan. Mereka belajar bekerja langsung di perusahaan dengan kurikulum, mentor, dan evaluasi yang jelas,” ujar Januar.
Selama program berlangsung, peserta tidak hanya mengasah hard skill, tetapi juga soft skill seperti disiplin, adaptasi, dan budaya kerja. Erdodik menambahkan bahwa pengalaman kerja menjadi faktor penting yang sering menjadi kendala lulusan baru.
“Perusahaan tidak serta-merta percaya hanya dari sertifikat. Mereka ingin melihat bagaimana seseorang bekerja di bawah tekanan dan beradaptasi dengan lingkungan kerja,” jelasnya.
Program ini menggunakan metode pembelajaran yang lebih menitikberatkan pada praktik langsung. “Komposisinya 25% teori dan 75% on the job training. Jadi peserta lebih banyak praktik di lapangan,” kata Erdodik.
Peserta akan ditempatkan langsung di perusahaan mitra, mulai dari sektor otomotif, perhotelan, food and beverage, hingga marketing.
Program ini terbuka bagi lulusan SMA/SMK dengan beberapa persyaratan utama:
- Berusia 17–24 tahun
- Memiliki KTP DKI Jakarta
- Terdaftar sebagai pencari kerja (prakerja)
- Menyiapkan CV
Pendaftaran dilakukan secara online melalui situs resmi Disnakertransgi DKI Jakarta.
“Peserta cukup upload CV dan memilih perusahaan yang masih membuka kuota. Semua proses dilakukan secara online dan bisa diakses 24 jam,” jelas Erdodik.
Pada batch pertama tahun 2026, jumlah pendaftar membludak hingga lebih dari 10.000 orang, padahal kuota hanya 1.000 peserta. “Per 19 April 2026, pendaftar sudah mencapai 10.390 orang,” ungkap Erdodik.
Namun, tidak semua akan lolos karena seleksi dilakukan langsung oleh perusahaan, mulai dari administrasi, wawancara, hingga tes kesehatan (medical check-up) di beberapa perusahaan. Menariknya, program ini tidak berhenti di magang saja. Pemerintah menargetkan sebagian besar peserta bisa langsung direkrut oleh perusahaan.
“Kami menargetkan sekitar 70% peserta bisa diserap oleh perusahaan setelah magang,” ujar Erdodik.
Hal ini menjadi nilai tambah besar bagi peserta, karena membuka peluang kerja tanpa harus melalui proses rekrutmen dari nol.
Selama mengikuti program, peserta juga mendapatkan fasilitas berupa uang saku Rp2.500.000 per bulan, Jaminan kecelakaan kerja, Jaminan kematian. Namun, uang saku tersebut tetap bergantung pada kedisiplinan peserta.
“Kalau tidak disiplin, tentu akan ada pengurangan. Ini juga untuk melatih tanggung jawab,” tegas Erdodik.
Agar mendapatkan hasil maksimal, peserta diharapkan serius menjalani program ini. “Manfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Disiplin dan kerja keras akan dilihat oleh perusahaan,” pesan Januar.
Ia juga menekankan bahwa sertifikat magang nantinya bisa menjadi bekal penting untuk karier ke depan.
Program ini merupakan inisiatif pertama yang didanai langsung oleh APBD DKI Jakarta. Jika berhasil, tidak menutup kemungkinan akan dilanjutkan di tahun berikutnya.
“Kalau program ini berjalan baik, kemungkinan besar akan dilaksanakan lagi tahun depan,” ujar Januar.
Program magang Disnakertrans DKI Jakarta menjadi solusi strategis dalam mengatasi tingginya pengangguran lulusan SMA/SMK. Dengan kombinasi pelatihan, pengalaman kerja, hingga peluang direkrut langsung, program ini membuka jalan nyata bagi generasi muda untuk masuk ke dunia kerja.
Bagi yang memenuhi syarat, program ini bukan sekadar magang, melainkan kesempatan untuk memulai karier.

