Talkshow Inspirasi DAMANDIRI: Bisnis Jamur Tiram Menjanjikan, Ini Cara Memulai dari Nol ala Ibu Minarni

Created | By: Redaktur | 15-Apr-2026

Jakarta — Jamur tiram adalah salah satu komoditas pangan yang cukup familiar di masyarakat. Selain rasanya yang gurih dan teksturnya yang lembut, jamur ini juga dikenal kaya nutrisi dan mudah diolah menjadi berbagai jenis hidangan, mulai dari masakan rumahan hingga cemilan kekinian seperti jamur crispy.

Namun dibalik kesederhanaannya, jamur tiram ternyata menyimpan potensi ekonomi yang besar. Dengan proses budidaya yang tepat, komoditas ini tidak hanya menjadi bahan pangan, tetapi juga bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

Hal inilah yang dibagikan oleh Ibu Minarni dalam program Inspirasi Damandiri di 103,4 DFM. Ia menceritakan bagaimana perjalanan usahanya di bidang jamur tiram berawal dari rasa penasaran sederhana saat berada di Lampung.

“Awalnya itu saya lagi di Lampung, kebetulan teman sering mengolah jamur. Saya lihat langsung ke tempat budidayanya, bahkan disuruh ambil sendiri. Dari situ saya langsung kepo,” ceritanya.

Pengalaman tersebut membuatnya mulai tertarik untuk menggali lebih dalam. Ia tidak langsung terjun, melainkan mengumpulkan informasi terlebih dahulu melalui literasi dan pengamatan di lapangan.

“Saya enggak langsung nanya, karena belum tentu langsung ngerti. Jadi saya simpan dulu, lalu saya cari tahu sendiri,” ujarnya.

Ketertarikannya semakin kuat ketika mengetahui bahwa media tanam jamur tiram bisa berasal dari limbah organik seperti serbuk gergaji.

“Saya tahu bahannya dari limbah, dan itu gratis. Jadi dari awal sudah kebayang ini usaha yang bisa dimulai dengan biaya minim,” jelasnya.

Meski terlihat sederhana, proses budidaya jamur tiram memiliki tantangan tersendiri. Salah satu yang paling krusial adalah menjaga kondisi tetap steril agar tidak terjadi kontaminasi.

“Kalau terkontaminasi, dia enggak tumbuh, gagal. Tapi dari situ justru saya belajar, karena pasti ada trial and error,” katanya.

Selama kurang lebih satu tahun, Ibu Minarni fokus mempelajari dan mencoba langsung proses budidaya. Ia memadukan teori dengan praktik hingga akhirnya merasa yakin untuk memulai usaha secara serius pada tahun 2023.

“Setelah saya dapat teori dan praktik, baru saya yakin untuk mulai,” ungkapnya.

Tidak berhenti di budidaya, ia juga melihat peluang untuk meningkatkan nilai jual jamur melalui produk olahan. Salah satunya adalah jamur crispy yang kini menjadi produk unggulannya.

“Begitu sudah bisa panen, saya mikir bagaimana caranya nilai jualnya naik. Akhirnya saya masuk ke hilirisasi,” jelasnya.

Produk jamur crispy tersebut mulai dikembangkan pada tahun 2024, dengan berbagai varian rasa yang menyasar semua kalangan.

“Kenapa jamur crispy? Karena bisa masuk ke semua kalangan, dari anak-anak sampai dewasa,” ujarnya.

Menurutnya, peluang usaha jamur masih sangat terbuka luas. Selain karena manfaat kesehatannya, jumlah pelaku usaha di bidang ini masih relatif sedikit.

“Jamur ini masih punya peluang besar. Pemainnya sedikit, tapi kebutuhannya ada,” katanya.

Ia juga ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap sektor pertanian yang selama ini dianggap membutuhkan lahan luas dan proses yang rumit.

“Saya ingin mengubah paradigma, kalau pertanian itu enggak harus kotor dan butuh lahan luas. Jamur ini enggak pakai tanah dan bisa dimulai dari kecil,” tegasnya.

Kini, usaha yang ia rintis terus berkembang. Produk jamur olahannya dipasarkan secara online dan offline, bahkan telah menjangkau pasar internasional.

“Saya sudah ekspor ke Australia,” tuturnya.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa peluang usaha bisa datang dari hal-hal sederhana di sekitar kita, selama ada kemauan untuk belajar dan mencoba. Jamur tiram yang sering dianggap biasa, ternyata mampu membuka jalan menuju usaha yang berkelanjutan bahkan hingga pasar global.

Untuk melihat cerita lengkap dan perbincangan selengkapnya bersama Ibu Minarni, Anda dapat mengunjungi kanal YouTube 103.4 DFM.

RELATED ARTICLE

Musik Asli Indonesia

Gd. Granadi Lt.4 Sayap Selatan
Jl. HR. Rasuna Said Blok XI Kav. 8-9
Kuningan, Jakarta Selatan.
Office : (021) 5296.1417
Marketing : +62 816781583
Wa Studio : +62 811991034


PENCARIAN
PARTNER KAMI