Talkshow Inspirasi DAMANDIRI | Inovasi Olahan Pisang Tanpa Limbah: Kisah Chef Banana Mengubah Kulit Pisang Jadi Produk Bernilai Tinggi

Created | By: Redaktur | 24-Apr-2026

Indonesia dikenal sebagai negara tropis dengan produksi pisang yang melimpah. Namun, di balik ketersediaan tersebut, masih banyak potensi yang belum dimanfaatkan secara maksimal, terutama dalam hal inovasi produk dan pengolahan limbah.

Melihat peluang ini, usaha kreatif Chef Banana hadir dengan pendekatan berbeda. Tidak hanya mengolah daging buah pisang, tetapi juga memanfaatkan kulitnya menjadi produk bernilai ekonomi melalui konsep zero waste.

Chef Banana didirikan oleh Mas Cefi Heriansyah yang telah memulai usahanya sejak tahun 2013 dan melakukan pengembangan bisnis pada 2024.

Berangkat dari pengamatannya di lapangan, Mas Cefi melihat banyak pisang yang tidak dimanfaatkan secara optimal.

“Indonesia ini negara tropis, banyak sekali buah pisang. Tapi pengolahannya masih itu-itu saja, bahkan banyak yang surplus dan akhirnya terbuang,” ujarnya.

Kondisi tersebut mendorongnya untuk menciptakan inovasi agar pisang memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Salah satu keunggulan utama Chef Banana adalah penerapan konsep zero waste, yaitu memanfaatkan seluruh bagian pisang, termasuk kulitnya.

Menurut Mas Cefi, limbah kulit pisang sering kali diabaikan, padahal memiliki potensi besar.

“Saya melihat banyak limbah dari pengrajin keripik pisang yang terbuang. Padahal, kulit pisang ini sebenarnya punya banyak manfaat,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan limbah ini sekaligus menjadi upaya kecil dalam mengurangi dampak lingkungan.

“Ini salah satu cara untuk mengurangi limbah dan dampak gas metana dari sampah organik, dimulai dari hal kecil dulu,” katanya.

Chef Banana menghadirkan berbagai produk inovatif dari pisang, baik dari daging maupun kulitnya.

  1. Pisang TaburProduk ini memiliki tekstur mirip kentang mustofa dan tersedia dalam berbagai varian rasa.
  2. Banana Nori (Banori)Inovasi berupa nori dari kulit pisang dengan tekstur renyah dan cita rasa gurih. “Produk bestseller kami salah satunya adalah banana nori dari kulit pisang,” ungkap Mas Cefi.
  3. Dendeng Kulit PisangCamilan berbasis nabati dengan tekstur kering dan rasa gurih.
  4. Tepung Pisang (Gluten Free)Cocok untuk konsumen dengan kebutuhan diet tertentu. “Tepung pisang ini gluten free, jadi aman untuk yang punya kebutuhan khusus seperti autoimun,” jelasnya.
  5. Tepung Kulit PisangMengandung serat tinggi dan dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan.
  6. Brownies PisangDibuat dari tepung pisang tanpa menggunakan tepung terigu.

Untuk menghasilkan produk yang layak konsumsi, kulit pisang harus melalui proses yang cukup panjang.

“Ada proses perendaman dulu untuk menghilangkan getah dan rasa pahit, lalu direbus, dikeringkan sampai 2–3 hari, baru diolah lagi,” terang Mas Cefi.

Proses ini menjadi kunci agar produk tetap aman, higienis, dan memiliki cita rasa yang dapat diterima konsumen.

Meski tergolong inovatif, produk Chef Banana tetap dibanderol dengan harga terjangkau, mulai dari Rp16.000 hingga Rp70.000 tergantung jenis produknya. Hal ini menjadikan produk tetap kompetitif dan dapat menjangkau berbagai kalangan.

Dalam perjalanannya, tantangan terbesar yang dihadapi adalah mengedukasi pasar. Mas Cefi mengakui bahwa tidak sedikit masyarakat yang meragukan produk berbahan dasar kulit pisang.

“Masih banyak yang berpikir kulit pisang itu limbah atau bahkan untuk pakan hewan. Jadi memang tantangannya ada di edukasi,” katanya.

Namun, melalui inovasi dan konsistensi, perlahan produk tersebut mulai diterima.

Produk Chef Banana dipasarkan secara offline dan online. Secara offline, produk tersedia di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan. Selain itu, pemasaran juga dilakukan melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Dengan ketersediaan bahan baku yang melimpah dan minimnya inovasi di pasar, olahan pisang memiliki peluang bisnis yang besar di Indonesia. Masfi pun mendorong generasi muda untuk berani mencoba berwirausaha.

“Manfaatkan waktu dan peluang yang ada. Berwirausaha itu seru dan butuh kreativitas,” pesannya.

Chef Banana membuktikan bahwa inovasi sederhana dapat memberikan dampak besar. Dengan memanfaatkan bahan yang sering dianggap limbah, usaha ini mampu menciptakan produk bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan. Ke depan, inovasi seperti ini diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya dalam mengoptimalkan potensi lokal.

RELATED ARTICLE

Musik Asli Indonesia

Gd. Granadi Lt.4 Sayap Selatan
Jl. HR. Rasuna Said Blok XI Kav. 8-9
Kuningan, Jakarta Selatan.
Office : (021) 5296.1417
Marketing : +62 816781583
Wa Studio : +62 811991034


PENCARIAN
PARTNER KAMI