Talkshow Inspirasi DAMANDIRI: Kue Kering Tak Lagi Musiman, Peluang Bisnis yang Tetap “Manis” Sepanjang Tahun

Created | By: Redaktur | 13-Apr-2026

Jakarta — Kue kering selama ini identik dengan momen Hari Raya Idul Fitri. Namun kini, tren tersebut mulai berubah. Kue kering tak lagi sekadar sajian musiman, melainkan telah berkembang menjadi peluang bisnis yang menjanjikan sepanjang tahun.

Hal ini disampaikan oleh Maryani atau yang akrab disapa Mbak Yani, owner Alya Foods, dalam perbincangan di 103.4 DFM Jakarta. Ia membuktikan bahwa bisnis kue kering tetap bisa “hidup” bahkan di luar momentum Lebaran.

Alya Foods sendiri berdiri sejak tahun 2011. Menariknya, usaha ini tidak langsung dimulai dari produksi, melainkan dari menjadi reseller kue kering. Dari sana, Mbak Yani melihat potensi pasar yang terus meningkat setiap tahunnya.

“Awalnya saya reseller, tapi karena permintaan terus naik, saya jadi tertarik untuk belajar baking lebih serius. Kurang lebih enam bulan saya ikut berbagai kelas, trial, sampai akhirnya berani produksi sendiri,” ujarnya.

Dengan latar belakang hobi baking sejak remaja, proses tersebut menjadi lebih mudah dijalani. Bahkan, ia mengaku sudah terbiasa membuat kue sejak SMA karena didukung oleh lingkungan keluarga yang juga memiliki hobi serupa.

Di awal merintis usaha, tantangan bukan hal yang asing. Mbak Yani bahkan memulai produksinya saat memiliki bayi berusia dua bulan. Dengan bantuan satu orang asisten, ia harus membagi waktu antara mengurus keluarga dan menjalankan usaha.

“Saya kerjanya malam, kadang sampai menjelang sahur. Memang capek, tapi karena suka, jadi dijalani saja,” katanya.

Seiring berkembangnya usaha, Alya Foods kini tidak hanya fokus pada kue kering. Berbagai produk lain turut dihadirkan, mulai dari brownies, chiffon cake, macaroni schotel, hingga kue tradisional khas Betawi seperti uli dan lapis.

Meski begitu, kue kering tetap menjadi produk unggulan. Beberapa varian yang paling diminati antara lain nastar, palm cheese cookies, kastengel, dan sagu keju. Nastar menjadi produk best seller, disusul palm cheese cookies yang kini tengah digemari.

“Palm cheese ini unik, karena rasanya perpaduan asin dari keju dan manis dari gula palm. Jadi lebih kaya rasa,” jelasnya.

Tak hanya dari segi rasa, inovasi juga dilakukan dari sisi bentuk dan kemasan. Salah satunya adalah nastar jumbo berbentuk nanas yang terinspirasi dari tren kue Taiwan. Produk ini dijual satuan maupun dalam kemasan box, sehingga lebih praktis untuk dikonsumsi.

Selain itu, Alya Foods juga menghadirkan soft cookies dalam kemasan pouch agar lebih fleksibel sebagai camilan sehari-hari, tanpa harus membawa toples.

Dari segi harga, produk Alya Foods tergolong terjangkau. Kue kering dalam toples 500 gram dibanderol mulai dari Rp 80 ribu hingga Rp150 ribu, tergantung jenisnya. 

Sementara produk seperti soft cookies dijual sekitar Rp20 ribu per kemasan, dan aneka cake dibanderol mulai dari Rp50 ribu.

Untuk menjaga kualitas, Mbak Yani menekankan pentingnya konsistensi rasa dan tampilan. Ia juga selalu menjaga komunikasi dengan pelanggan, termasuk meminta feedback setelah produk diterima.

“Kalau ada kekurangan, itu jadi bahan evaluasi. Kita harus terbuka, jangan baper, karena itu penting untuk perkembangan usaha,” ujarnya.

Dalam hal distribusi, Alya Foods lebih selektif, terutama untuk pengiriman luar kota. Produk kue kering yang rentan hancur membuat pengiriman lebih aman dilakukan secara langsung atau hand carry.

Di sisi lain, strategi pemasaran menjadi kunci agar bisnis tetap berjalan di luar musim Lebaran. Alya Foods aktif mengikuti bazar, memasukkan produk ke swalayan dan kafe, serta memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok.

“Sekarang kita juga coba masuk ke market dan kafe. Selain itu, media sosial sangat penting untuk branding,” katanya.

Tak hanya itu, Alya Foods juga membuka peluang bagi masyarakat yang ingin menjadi reseller. Hal ini menjadi solusi bagi mereka yang ingin memulai usaha tanpa harus memproduksi sendiri.

Meski persaingan di industri F&B semakin ketat, Mbak Yani tetap optimis. Ia percaya setiap pelaku usaha memiliki pasar masing-masing, selama tetap konsisten dan terus berinovasi.

“Kuncinya itu semangat, konsisten, terus belajar, dan jangan takut menerima kritik. Kalau pelanggan sudah cocok, mereka akan kembali,” tutupnya.

Dengan strategi yang tepat, inovasi produk, serta komitmen menjaga kualitas, bisnis kue kering kini tidak lagi sekadar musiman. Justru, di tangan pelaku usaha kreatif, kue kering bisa menjadi sumber cuan yang terus mengalir sepanjang tahun.

RELATED ARTICLE

Musik Asli Indonesia

Gd. Granadi Lt.4 Sayap Selatan
Jl. HR. Rasuna Said Blok XI Kav. 8-9
Kuningan, Jakarta Selatan.
Office : (021) 5296.1417
Marketing : +62 816781583
Wa Studio : +62 811991034


PENCARIAN
PARTNER KAMI