Jakarta — Talkshow Inspirasi Damandiri yang disiarkan oleh Radio DFM 103,4 — Radio Musik Asli Indonesia kembali menghadirkan kisah inspiratif dari pelaku pemberdayaan masyarakat. Pada edisi kali ini, program yang dipandu oleh host Fika menghadirkan Sigit Suryadi, Manajer Warung Damandiri Tamanmartani, Sleman, Yogyakarta.
Dalam perbincangan yang berlangsung hangat melalui sambungan daring, dibahas bagaimana Warung Damandiri berperan dalam meningkatkan UMKM kuliner di kawasan pedesaan.
Sigit menjelaskan bahwa Warung Damandiri bukanlah warung biasa, melainkan konsep sentra kuliner berbasis pemberdayaan, mirip dengan food court yang menghadirkan berbagai pilihan makanan dalam satu lokasi. Warung ini pertama kali berdiri pada Februari 2018 dan terus berkembang hingga kini.
“Awalnya hanya satu tenant, yaitu bakmi Jawa. Kemudian berkembang dengan hadirnya menu lain seperti iwak kali, mie ayam, seblak, hingga ayam geprek,” jelas Sigit.
Namun perjalanan tersebut tidak selalu mulus. Pandemi COVID-19 sempat menjadi tantangan besar. Meski demikian, Warung Damandiri tetap beroperasi secara terbatas demi mempertahankan keberlangsungan usaha dan para pekerja.
Lebih dari sekadar tempat berjualan, Warung Damandiri memiliki peran penting dalam mendukung pelaku UMKM. Salah satunya melalui penyediaan tempat usaha tanpa biaya sewa, melainkan menggunakan sistem bagi hasil sebesar 5–6 persen dari penjualan.
“Tujuan kami memang untuk membantu masyarakat yang ingin merintis usaha, jadi tidak dibebani biaya sewa,” tambahnya.
Tak hanya itu, pengelola juga aktif memberikan pendampingan, mulai dari manajemen keuangan, pelayanan, hingga strategi pemasaran. Bahkan dalam beberapa kasus, Warung Damandiri turut membantu pelaku usaha yang terjerat pinjaman dengan memberikan solusi pembayaran tanpa bunga.
Dari sisi promosi, Warung Damandiri memanfaatkan berbagai strategi, mulai dari Google Business, media sosial, hingga kolaborasi dengan komunitas dan event lokal. Menariknya, promosi terbesar justru datang dari pengunjung yang membagikan pengalaman mereka di media sosial, terutama TikTok.
Dengan harga menu yang terjangkau, mulai dari Rp7.000 hingga di bawah Rp20.000, Warung Damandiri menjadi pilihan favorit masyarakat. Salah satu menu unggulan adalah iwak kali, yang menjadi daya tarik tersendiri karena jarang ditemukan di tempat lain.
Dampak dari program ini pun mulai terlihat. Beberapa pelaku UMKM yang sebelumnya berjualan keliling kini telah berkembang, bahkan mampu meningkatkan taraf hidup mereka.
Meski demikian, tantangan masih ada, seperti keterbatasan tempat, faktor cuaca, hingga konsistensi operasional pelaku usaha. Untuk itu, ke depan pengelola berencana melakukan perluasan area dan penambahan tenant baru.
Menutup perbincangan, Sigit memberikan pesan kepada para pelaku UMKM agar lebih jeli dalam melihat peluang usaha.“Carilah usaha yang pesaingnya belum banyak, itu akan menjadi peluang untuk berkembang lebih besar,” pesannya.
Talkshow ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi masyarakat luas, khususnya bagi mereka yang ingin memulai usaha di bidang kuliner.

