Jakarta – Talkshow Inspirasi Damandiri yang disiarkan oleh Radio DFM 103.4 Jakarta kembali menghadirkan topik yang relevan dengan kehidupan masyarakat, yaitu pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah berbagai tekanan hidup yang kian kompleks. Dalam perbincangan yang berlangsung hangat, tema ini diangkat sebagai respons atas kondisi masyarakat yang kerap dihadapkan pada persoalan ekonomi, keluarga, hingga tuntutan sosial yang datang secara bersamaan.
Hadir sebagai narasumber, pengamat parenting sekaligus praktisi keluarga, Ibu Yacinta Senduk, S.H., MBA, menjelaskan bahwa tekanan hidup tidak bisa disederhanakan hanya pada satu faktor. Ia menilai bahwa banyak orang mengaitkan gangguan mental semata-mata dengan masalah ekonomi, padahal kondisi tersebut jauh lebih luas dan beragam. “Kalau himpitan itu sebenarnya masalah sosial, faktornya banyak. Tapi yang paling penting adalah bagaimana kita menerima dan menindaklanjuti apa yang kita pikirkan,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan seseorang dalam mengelola pikiran menjadi kunci utama dalam menghadapi tekanan. Ia menekankan bahwa apa yang dipikirkan seseorang akan sangat memengaruhi tindakan yang diambil. “Banyak orang tidak mampu memanage pikirannya dengan baik, padahal hasil dari apa yang kita pikirkan itu akan menjadi tindakan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yacinta mengungkapkan bahwa gangguan mental dapat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal meliputi lingkungan yang tidak sehat, seperti konflik keluarga atau tekanan sosial, sementara faktor internal berkaitan dengan kemampuan individu dalam mengendalikan emosi dan pola pikir. “Ada yang dari luar, kita memang bisa dibuat tidak stabil oleh lingkungan. Tapi ada juga dari dalam, yaitu bagaimana kita mengendalikan pikiran dan emosi kita,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya mengambil langkah tegas ketika seseorang berada dalam situasi yang sudah membahayakan, seperti kekerasan dalam rumah tangga. “Kita tidak bisa terus berada di dalam api dan berharap tidak terbakar. Kalau situasinya sudah berbahaya, harus berani menjauh,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yacinta menjelaskan bahwa tidak semua stres dapat dianggap ringan. Ada batasan tertentu yang perlu diperhatikan untuk membedakan antara stres normal dan kondisi yang sudah mengarah pada gangguan mental serius. Salah satu indikatornya adalah kemampuan seseorang dalam berkomunikasi secara logis. “Kalau diajak bicara sudah tidak nyambung, itu berarti sudah butuh penanganan yang berbeda,” ungkapnya.
Untuk membantu seseorang yang sedang mengalami tekanan mental, ia menyarankan pendekatan sederhana namun konsisten, seperti membangun kembali rasa percaya terhadap kehidupan melalui hal-hal kecil. “Kita bisa mulai dari hal sederhana, seperti membuat rencana kecil dan menepatinya. Itu membangun kembali kepercayaan bahwa hidup masih bisa dikontrol,” jelasnya.
Di era digital saat ini, Yacinta juga menyoroti kecenderungan masyarakat yang semakin impulsif dalam bereaksi terhadap suatu hal, terutama di media sosial. Ia menilai bahwa kemampuan mengelola pikiran sebelum bertindak menjadi sangat penting. “Di antara kejadian dan tindakan itu ada pikiran, dan itu yang harus kita latih dan kendalikan,” katanya.
Selain itu, menjaga kesehatan fisik juga dinilai berperan penting dalam menjaga kesehatan mental. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki atau berolahraga ringan dapat membantu menurunkan tingkat stres. “Ketika hidup terasa berat, justru kita harus bergerak. Jangan diam dan tenggelam dalam pikiran sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dukungan sosial juga menjadi faktor penting, namun harus disertai dengan pemilihan lingkungan yang tepat. “Cari partner yang tepat. Jangan hanya karena dia mau mendengar, tapi lihat juga bagaimana cara dia menyikapi masalah,” katanya.
Dalam pembahasan tersebut, Yacinta juga menyinggung peran spiritualitas sebagai salah satu sumber kekuatan dalam menghadapi tekanan hidup, selama dipahami dengan cara yang membangun. “Spiritual itu penting, tapi harus dipahami dengan benar sebagai sesuatu yang memberi harapan dan kekuatan,” tambahnya.
Sebagai penutup, Yacinta menyampaikan pesan reflektif bagi masyarakat agar tidak terjebak dalam sudut pandang yang sempit saat menghadapi masalah. “Hidup itu tidak sesempit yang kita pikirkan. Ada banyak kemungkinan dan kesempatan. Ketika kita mulai berguna untuk orang lain, kita tidak lagi terlalu fokus menjadi korban dari keadaan,” tuturnya.
Melalui talkshow Inspirasi Damandiri di Radio DFM 103.4 Jakarta ini, diharapkan masyarakat dapat semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mental serta mampu menghadapi berbagai tantangan hidup dengan pola pikir yang lebih positif dan konstruktif.

