Jakarta – Khairani Piliang membuktikan bahwa kesibukan sebagai tenaga kesehatan tidak menjadi penghalang untuk terus berkarya di dunia literasi. Dalam Talkshow Inspirasi Damandiri yang disiarkan Radio DFM 103,4 FM, Khairani berbagi perjalanan dan konsistensinya sebagai penulis yang telah menghasilkan lebih dari 50 buku antologi bersama serta dua buku tunggal.
Khairani yang berprofesi sebagai perawat mengaku ketertarikannya pada dunia tulis-menulis sudah tumbuh sejak duduk di bangku SMP. “Saya suka menulis sejak SMP, awalnya cuma coret-coret cerita di buku tulis,” ujarnya dalam perbincangan tersebut. Saat itu ia mulai menulis cerita pendek di buku tulis sekolah. Bakat tersebut mendapat dukungan dari sang ayah yang kemudian mengetik ulang karyanya dan mengirimkannya ke Majalah Bhayangkara di Sumatera Utara. Karya tersebut dimuat dan menjadi pengalaman pertama yang semakin menguatkan kepercayaannya untuk terus menulis.
Seiring berjalannya waktu, aktivitas menulis tetap ia jalani di tengah kesibukan pekerjaan. “Sekarang kalau ada ide, saya langsung simpan di notes handphone supaya tidak hilang,” kata Khairani. Ia memanfaatkan waktu luang untuk mencatat ide-ide yang muncul, baik dari pengalaman pribadi, hasil membaca buku, menonton film, maupun dari kisah orang-orang di sekitarnya. Ide tersebut kemudian dikembangkan menjadi karya fiksi dengan pendekatan yang lebih mendalam.
Sebagian besar karya Khairani diterbitkan dalam bentuk antologi bersama. Untuk buku tunggal, ia telah menerbitkan satu kumpulan cerpen dan satu kumpulan puisi. Buku cerpen tunggalnya berjudul Suatu Pagi di Dermaga yang terbit pada 2017 dan memuat 21 cerpen serta tiga prosa liris. Tema yang diangkat banyak berkaitan dengan persoalan sosial dan dinamika hubungan antarmanusia dengan pendekatan yang realistis. Buku tersebut telah mengalami beberapa kali cetak ulang dan masih diminati pembaca.
Dalam perbincangan tersebut, Khairani menyampaikan bahwa tantangan terbesar dalam menulis adalah menjaga konsistensi dan melawan rasa malas. “Tantangan terbesarnya itu rasa malas. Jadi harus pintar-pintar cari motivasi supaya tetap nulis,” ungkapnya. Untuk tetap produktif, ia kerap mengikuti lomba atau kegiatan kepenulisan yang memiliki tenggat waktu sehingga mendorongnya untuk terus menyelesaikan karya. Ia juga memiliki kebiasaan menyimpan draf tulisan yang belum selesai untuk dikembangkan kembali di kemudian hari.
Terkait proses penerbitan, Khairani menekankan pentingnya memilih penerbit yang kredibel. Ia menyarankan penulis pemula untuk melakukan riset terlebih dahulu, memahami perbedaan antara penerbit indie dan penerbit mayor, serta memastikan transparansi kerja sama sebelum menerbitkan buku.
Dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam perjalanan kreatifnya. Lingkungan yang suportif membuatnya mampu menjalankan peran sebagai perawat sekaligus penulis secara seimbang.
Melalui Talkshow Inspirasi Damandiri, Khairani juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu mengekspresikan diri melalui tulisan. “Menulis itu seperti meninggalkan jejak. Walaupun nanti kita sudah tidak ada, karya kita masih bisa dibaca orang,” tuturnya. Ia menekankan pentingnya memperbanyak membaca, melatih kemampuan menulis secara konsisten, serta menjadikan karya sebagai warisan pemikiran yang dapat terus hidup dan memberi manfaat bagi banyak orang.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan perbincangan lengkap bersama Khairani Piliang, tayangan Talkshow Inspirasi Damandiri dapat ditonton melalui kanal YouTube Radio DFM 103,4 FM.

