Teknologi Bioflok di Kampung Ikan Damandiri Subang 

Created | By: Redaktur | 21-Nov-2025

Pada 18 November 2025, Yayasan Damandiri melalui Program Damandiri Membangun Desa meresmikan Kampung Ikan Damandiri di Subang. Program berbasis teknologi bioflok ini berlokasi di Kampung Babakan Curug RT 26/RW 07, Desa Tanjung Wangi, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Peresmian dilakukan oleh Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, S.Si., M.M, bersama Ketua Yayasan Damandiri, Letjen (Purn) TNI Sugiono, sebagai bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui budidaya ikan air tawar yang modern dan efisien.

Bioflok adalah metode budidaya ikan yang memanfaatkan kumpulan mikroorganisme atau bakteri baik untuk mengolah limbah organik di dalam kolam. Dengan sistem ini, kualitas air tetap bersih dan bisa digunakan lebih lama, sehingga budidaya menjadi lebih efisien.

Cara kerjanya adalah sebagai berikut: kotoran ikan dan sisa pakan yang biasanya berubah menjadi amonia beracun akan diurai oleh bakteri baik. Dalam sistem bioflok, bakteri tersebut mengubah amonia menjadi gumpalan mikroorganisme yang disebut flok. Gumpalan flok ini kemudian dimakan kembali oleh ikan, sehingga menjadi pakan tambahan yang bergizi sekaligus membantu menekan biaya pakan.

Sistem bioflok menawarkan sejumlah keunggulan bagi pembudidaya ikan, di antaranya:

  1. Hemat Air Kolam tidak perlu sering dikuras atau diganti airnya karena limbah organik diolah langsung oleh mikroorganisme. Penggunaan air menjadi jauh lebih efisien.
  2. Pakan Lebih Efisien | Gumpalan flok yang terbentuk menjadi pakan alami bagi ikan. Hal ini membuat kebutuhan pakan buatan berkurang, sehingga biaya pakan dapat turun hingga 20–30%.
  3. Kepadatan Ikan Bisa Lebih Tinggi | Kolam berukuran kecil dapat menampung ikan lebih banyak tanpa menurunkan kualitas air. Sistem bioflok menjaga lingkungan tetap stabil meski jumlah ikan padat.
  4. Ramah Lingkungan | Limbah budidaya diolah langsung di dalam kolam, sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar.
  5. Pertumbuhan Ikan Lebih Cepat Lingkungan air yang stabil dan ketersediaan nutrisi melimpah mendukung percepatan pertumbuhan ikan secara optimal.

Beberapa jenis ikan sangat sesuai dibudidayakan dengan teknologi bioflok, antara lain ikan nila, lele, patin, dan lele sangkuriang. Bahkan, dengan sedikit modifikasi, sistem ini juga dapat digunakan untuk membudidayakan udang vaname.

Pada umumnya, kolam bioflok dibuat berbentuk bundar menggunakan terpal yang kuat. Kolam ini dilengkapi dengan aerator atau blower untuk memasok oksigen, pipa pembuangan, serta starter bakteri (probiotik) yang berfungsi membentuk flok sebagai pengolah limbah organik.

Model budidaya seperti ini sangat cocok dikembangkan oleh berbagai kalangan, termasuk para pensiunan yang ingin memulai usaha. Selain perawatannya relatif mudah, sistem bioflok juga memberikan potensi hasil yang baik dengan biaya operasional yang lebih efisien.

Bagaimana, tertarik menjadikan sistem bioflok sebagai pilihan budidaya ikan yang lebih efisien dan menguntungkan?

RELATED ARTICLE

Musik Asli Indonesia

Gd. Granadi Lt.4 Sayap Selatan
Jl. HR. Rasuna Said Blok XI Kav. 8-9
Kuningan, Jakarta Selatan.
Office : (021) 5296.1417
Marketing : +62 816781583
Wa Studio : +62 811991034


PENCARIAN
PARTNER KAMI