Memasuki usia ke-58 tahun, Yayasan Harapan Kita terus menjaga komitmennya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, kesehatan, dan kegiatan lainnya. Perjalanan selama lebih dari setengah abad menjadi bagian penting dari proses yayasan dalam menghadapi berbagai perubahan zaman sekaligus menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat.
Yayasan Harapan Kita genap berusia 58 tahun pada 23 Agustus 2026. Momentum tersebut tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan panjang yayasan sekaligus memperkuat semangat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa.
Dalam program Inspirasi Damandiri di Radio DFM Jakarta, dr. Eko Rusdiyantoso, M.Kes., menjelaskan bahwa bidang yang menjadi perhatian Yayasan Harapan Kita cukup luas. Selain kesehatan, yayasan juga memiliki perhatian terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan.
Menurutnya, membangun bangsa tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik. Di dalamnya terdapat pembangunan manusia, kesehatan, kepedulian sosial, hingga berbagai kegiatan yang dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Salah satu bentuk kepedulian tersebut terlihat melalui kegiatan donor darah yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan ulang tahun ke-58 Yayasan Harapan Kita. Kegiatan donor darah tersebut telah dilaksanakan pada 22 Agustus 2026 dan menjadi salah satu agenda sosial dalam rangkaian peringatan hari ulang tahun yayasan.
Kegiatan donor darah ini bukan kali pertama dilakukan. Yayasan Harapan Kita telah melaksanakannya secara rutin sejak 2023. Dari tahun ke tahun, kegiatan tersebut terus berkembang, menunjukkan konsistensi yayasan dalam mengambil bagian dalam upaya kemanusiaan, khususnya membantu menjaga ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Donor darah menjadi salah satu kegiatan yang memiliki nilai kemanusiaan karena kebutuhan terhadap darah berlangsung setiap waktu. Ketersediaan darah menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien yang membutuhkan transfusi di berbagai rumah sakit.
Dalam perbincangan di Radio DFM Jakarta, dr. Eko menjelaskan bahwa kebutuhan darah di DKI Jakarta pada kondisi normal dapat mencapai sekitar 1.000 hingga 1.200 kantong per hari. Sementara kebutuhan darah secara nasional tentu jauh lebih besar.
Menariknya, darah yang didonorkan juga dapat diproses menjadi beberapa komponen. Satu kantong darah lengkap atau whole blood dapat diolah menjadi sel darah merah, trombosit, dan plasma. Dengan demikian, satu kali donor dapat memberikan manfaat bagi beberapa pasien yang membutuhkan komponen darah yang berbeda.
Pelaksanaan donor darah yang dilakukan Yayasan Harapan Kita selama beberapa tahun terakhir juga menunjukkan adanya perkembangan. Pada pelaksanaan pertama tahun 2023, kegiatan tersebut menargetkan sekitar 75 kantong darah. Jumlah tersebut kemudian berkembang menjadi 100 kantong, meningkat lagi menjadi 150 kantong, hingga pada pelaksanaan tahun keempat ditargetkan mencapai 250 kantong darah.
Bagi Yayasan Harapan Kita, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata dari perhatian terhadap persoalan kesehatan dan kemanusiaan. Kegiatan sosial tidak hanya dilakukan dalam bentuk bantuan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui partisipasi dalam kebutuhan masyarakat yang sifatnya berkelanjutan.
Rangkaian peringatan ulang tahun ke-58 Yayasan Harapan Kita sendiri telah berlangsung sejak Juni 2026. Kegiatan diawali dengan agenda yang berkaitan dengan peringatan haul almarhum Bapak Soeharto, kemudian dilanjutkan dengan berbagai kegiatan lainnya.
Pada Juli 2026, Yayasan Harapan Kita juga bekerja sama dengan pihak lain dalam penyelenggaraan Junior Pedal Championship. Kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda yang melibatkan generasi muda dan direncanakan kembali pada Desember mendatang.
Rangkaian kegiatan sosial lainnya juga mencakup program Share and Care bersama anak-anak yatim piatu. Sementara itu, agenda tahunan berupa ziarah ke makam almarhum Bapak Soeharto dan almarhumah Ibu Tien Soeharto di Astana Giribangun juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yayasan.
Beragam kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa kiprah Yayasan Harapan Kita tidak hanya berfokus pada satu bidang. Kesehatan, kemanusiaan, sosial, hingga kegiatan yang melibatkan generasi muda menjadi bagian dari upaya yayasan untuk tetap hadir dan memberikan manfaat.
Perjalanan selama 58 tahun tentu membawa berbagai pengalaman dan perubahan. Dari waktu ke waktu, kebutuhan masyarakat ikut berubah sehingga lembaga sosial juga dituntut untuk mampu beradaptasi. Pengalaman panjang yang dimiliki Yayasan Harapan Kita menjadi modal untuk memahami perkembangan tersebut sekaligus menentukan bentuk kegiatan yang tetap relevan.
Semangat adaptasi menjadi penting agar keberadaan sebuah yayasan tidak berhenti pada perjalanan sejarahnya saja. Justru pengalaman yang telah dilalui dapat menjadi pijakan untuk terus menghadirkan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Peringatan 58 tahun Yayasan Harapan Kita pada akhirnya bukan sekadar tentang bertambahnya usia. Di dalamnya terdapat perjalanan panjang, berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan, serta semangat untuk terus memberikan manfaat.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Yayasan Harapan Kita terus berupaya menjaga semangat pengabdian dan menyesuaikan kiprahnya dengan perkembangan masyarakat. Usia 58 tahun menjadi momentum untuk melihat kembali apa yang telah dilakukan sekaligus melangkah ke depan dengan semangat yang sama: terus beradaptasi dan bersama membangun bangsa.

