Inspirasi Damandiri kembali menghadirkan kisah UMKM yang lahir dari proses, bukan sekadar ambisi. Kali ini datang dari Burger Jaya Abadi, brand burger lokal yang dibangun oleh Danu Herwono dan Dion Dewantara. Dalam talkshow Inspirasi Damandiri di Radio 103,4 DFM Jakarta, keduanya berbagi cerita bagaimana sebuah obrolan sederhana di dalam mobil bisa berkembang menjadi usaha kuliner yang punya karakter kuat dan filosofi mendalam tentang makna kejayaan.
Awalnya, Danu dan Dion bukanlah rekan kerja tetap, melainkan partner yang beberapa kali terlibat dalam proyek bersama. Dari kerja bareng, diskusi, hingga membuat podcast, hubungan mereka terbentuk secara alami. Sampai suatu hari, di perjalanan menuju rekaman podcast, muncul ide spontan untuk mencoba bisnis burger. Ide itu tidak berhenti sebagai wacana. Hanya dua hari setelahnya, mereka langsung bergerak melakukan riset. Selama kurang lebih tiga bulan, mereka berkeliling Jakarta dan Tangerang, mencicipi berbagai burger, mempelajari daging, mengolah roti, hingga bereksperimen dengan saus. Dari proses itulah mereka menyadari bahwa kejayaan ternyata tidak hanya soal hasil akhir, tetapi justru hidup di setiap langkah yang dijalani dengan rasa senang dan penuh kesadaran.
Menariknya, burger bukanlah makanan favorit mereka. Bahkan, Danu mengaku lebih menyukai nasi Padang. Justru dari situlah inspirasi muncul, tepatnya dari sandung lamur atau brisket—bagian daging sapi yang terkenal juicy dan kaya rasa. Mereka kemudian bertanya pada diri sendiri, mungkinkah sensasi sandung lamur yang selama ini dikenal di masakan tradisional bisa dihadirkan dalam bentuk burger. Dari pertanyaan itulah Burger Jaya Abadi menemukan identitasnya: menggunakan 100% Australian Beef Brisket, tanpa campuran bagian daging lain. Pilihan ini bukan tanpa tantangan, karena brisket dikenal sulit diolah. Prosesnya dilakukan dengan metode cold handling, mulai dari pemotongan, penggilingan, hingga seasoning, semuanya dalam kondisi dingin agar lemak tidak pecah dan rasa daging tetap terkunci. Hasilnya adalah burger yang juicy, beraroma kuat, dan meninggalkan rasa daging yang bertahan lama setelah dimakan.
Nama Burger Jaya Abadi pun dipilih dengan kesadaran penuh. Di tengah tren nama-nama burger berbahasa Inggris, mereka justru memilih istilah yang sangat Indonesia. Bagi Danu dan Dion, kejayaan bukan hanya tentang uang atau pencapaian besar, melainkan tentang proses yang dijalani dengan penuh rasa, mulai dari ide yang memercik, diskusi yang menyenangkan, hingga momen melihat pelanggan tersenyum setelah gigitan pertama. Semua itulah yang ingin mereka abadikan dalam nama Burger Jaya Abadi.
Usaha ini resmi mulai berjalan pada Oktober 2025, dengan langkah awal lewat event-event kuliner. Event pertama di kawasan BSD menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Awalnya sepi, hingga satu orang mencoba burger mereka, lalu merekomendasikannya kepada teman-temannya. Tak lama kemudian, pengunjung mulai berdatangan. Repeat order pun terjadi, bahkan dari pelanggan yang sama sekali tidak mereka kenal sebelumnya. Salah satunya memesan puluhan burger setelah pertama kali mencicipi di event. Dari situ, mereka semakin yakin bahwa produk yang dikerjakan dengan jujur akan menemukan jalannya sendiri.
Hingga saat ini, Burger Jaya Abadi belum membuka outlet permanen. Mereka memilih fokus pada event, pre-order, group order, dan corporate order, dengan dapur produksi di BSD dan Gading Serpong. Menariknya, dapur tersebut juga merupakan rumah mereka sendiri. Pelanggan yang datang diperlakukan layaknya teman, datang, mengobrol, lalu dimasakkan burger secara langsung. Selain itu, mereka juga menyediakan layanan home service, di mana Burger Jaya Abadi bisa hadir di acara rumah dengan konsep live cooking, biasanya untuk pemesanan dalam jumlah tertentu.
Menu yang ditawarkan dibuat sederhana agar mudah dipilih, namun tetap kuat dari sisi rasa. Ada pilihan single patty dan double patty, dengan varian unggulan seperti Jaya OG, Jaya Cheese, hingga Jaya Ultimate yang dilengkapi smoked brisket dengan proses pengasapan yang memakan waktu panjang. Untuk pendamping tersedia french fries, serta minuman artisan seperti Jaya Blue Tea berbahan teh telang dan Jaya Lavender Tea yang dibuat fresh tanpa pengawet. Dari sisi harga, Burger Jaya Abadi memosisikan diri di tengah pasar, dengan harga mulai dari sekitar Rp37.000 hingga di bawah Rp100.000, menawarkan kualitas premium dengan harga yang masih masuk akal.
Perjalanan Burger Jaya Abadi menunjukkan bahwa membangun UMKM tidak selalu harus dimulai dari rencana besar. Terkadang, kejayaan justru lahir dari keberanian untuk memulai, menikmati proses, dan mencintai apa yang dikerjakan.
Kisah lengkap tentang perjuangan, riset, filosofi, dan cerita di balik setiap gigitan Burger Jaya Abadi bisa disimak langsung melalui Talkshow Inspirasi Damandiri di YouTube Radio DFM @103,4 DFM Jakarta.
Jangan lewatkan, karena di balik setiap burger, selalu ada cerita tentang proses, makna, dan kejayaan yang dibangun dengan hati.

