Sekolah Rakyat Menengah Atas 9 Jakarta: Membangun Masa Depan Anak Bangsa Lewat Pendidikan Berkarakter

Created | By: Redaktur | 31-Dec-2025

Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 9 Jakarta hadir sebagai harapan baru bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas. Berdiri sejak 14 Juli 2025, sekolah ini menjadi bagian dari program strategis pemerintah untuk menciptakan generasi emas Indonesia 2045 melalui pendidikan yang berkarakter, berdaya saing, dan berakhlak mulia.

Kepala Sekolah SRMA 9 Jakarta, Ibu Kundriyah, M.Pd., menjelaskan bahwa sekolah ini dirancang bukan hanya sebagai tempat belajar akademik, tetapi sebagai ruang pembentukan karakter dan masa depan anak-anak yang sebelumnya memiliki keterbatasan secara sosial maupun ekonomi.

“Anak-anak kami berasal dari latar belakang yang sangat beragam. Banyak yang sebelumnya mengalami keterbatasan akses pendidikan, bahkan ada yang putus sekolah. Maka tujuan utama kami adalah membangun karakter, kepercayaan diri, dan arah masa depan mereka,” jelasnya.

Membangun Generasi Emas Sejak Dini

Visi besar Sekolah Rakyat Menengah Atas 9 Jakarta adalah mencetak generasi emas Indonesia tahun 2045. Generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak, berbudaya, mandiri, serta mampu berkontribusi bagi masyarakat.

Menurut Ibu Kundriyah, fase SMA merupakan masa krusial dalam pembentukan karakter. Pada fase inilah anak-anak berada di masa transisi menuju kedewasaan, sehingga membutuhkan pendampingan intensif agar memiliki arah hidup yang jelas.

“Di usia ini, mereka harus mulai tahu mau jadi apa, mau melangkah ke mana. Karena itu kami dampingi bukan hanya secara akademik, tetapi juga secara emosional dan mental,” ujarnya.

Tantangan dan Proses Adaptasi

Sebagai sekolah berasrama, tantangan terbesar di awal adalah proses adaptasi. Banyak siswa yang sebelumnya tidak terbiasa dengan aturan, kedisiplinan, maupun pola hidup teratur. Bahkan sebagian besar siswa datang dengan kondisi psikologis yang belum stabil akibat latar belakang keluarga dan lingkungan yang sulit.

“Yang pertama kami bangun adalah rasa aman dan rasa diterima. Bukan langsung akademik. Anak-anak harus merasa bahwa sekolah ini rumah mereka,” ungkap Ibu Kundriyah.

Perlahan, melalui pendekatan personal, pendampingan wali asuh, serta pembiasaan hidup teratur, para siswa mulai menunjukkan perubahan signifikan. Mereka menjadi lebih tenang, percaya diri, dan mampu mengikuti proses pembelajaran dengan baik.

Pendidikan Tanpa Ranking, Mengutamakan Proses

Berbeda dengan sekolah pada umumnya, SRMA 9 Jakarta tidak menerapkan sistem ranking. Penilaian dilakukan secara holistik melalui laporan perkembangan akademik, sikap, perilaku, serta portofolio karya siswa.

“Setiap anak punya keunggulan masing-masing. Kami tidak ingin mereka merasa gagal hanya karena angka. Yang kami nilai adalah proses dan perkembangan mereka,” jelasnya.

Bahkan dalam pembagian rapor, siswa mempresentasikan sendiri capaian mereka di hadapan orang tua. Momen ini menjadi pengalaman emosional yang mendalam, baik bagi siswa maupun orang tua, karena mereka dapat melihat langsung perubahan positif yang terjadi.

Disiplin Berbasis Pembinaan

Sebagai sekolah berasrama, SRMA 9 menerapkan sistem disiplin yang terstruktur, mulai dari jadwal harian, kedisiplinan waktu, kebersihan, hingga tanggung jawab sosial. Namun, pendekatan yang digunakan bukan hukuman semata, melainkan pembinaan dan refleksi.

Untuk pelanggaran tertentu, siswa akan melalui tahapan pembinaan, refleksi diri, hingga kegiatan sosial seperti membantu di panti sosial. Pendekatan ini bertujuan menumbuhkan empati, tanggung jawab, dan kesadaran diri.

“Yang kami bangun bukan rasa takut, tapi kesadaran. Anak-anak harus paham kenapa mereka harus berubah, bukan karena takut dihukum,” tegas Ibu Kundriyah.

Dukungan Orang Tua dan Lingkungan

Keberhasilan pendidikan di SRMA 9 tidak lepas dari peran orang tua. Sekolah secara aktif melibatkan orang tua melalui kunjungan rutin, komunikasi intensif, serta kegiatan parenting. Bahkan dalam pembagian rapor, orang tua dilibatkan langsung untuk menyaksikan perkembangan anak-anak mereka.

Tak hanya itu, pemerintah melalui Kementerian Sosial juga memberikan dukungan bagi orang tua siswa berupa program pemberdayaan ekonomi dan pelatihan keterampilan, sehingga keluarga dapat tumbuh bersama secara mandiri.

Harapan ke Depan

Ibu Kundriyah berharap Sekolah Rakyat dapat terus menjadi wadah pembinaan generasi muda yang berkarakter, mandiri, dan berdaya saing. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendukung keberlangsungan program ini.

“Anak-anak ini adalah masa depan bangsa. Ketika kita beri mereka kesempatan, pendampingan, dan kepercayaan, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang luar biasa. Mari kita jaga dan dukung bersama,” pungkasnya

RELATED ARTICLE

Musik Asli Indonesia

Gd. Granadi Lt.4 Sayap Selatan
Jl. HR. Rasuna Said Blok XI Kav. 8-9
Kuningan, Jakarta Selatan.
Office : (021) 5296.1417
Marketing : +62 816781583
Wa Studio : +62 811991034


PENCARIAN
PARTNER KAMI