Terletak di lereng Gunung Merapi dan Merbabu, Merapi Garden hadir sebagai salah satu destinasi wisata alam yang menawarkan keindahan, kesejukan, dan kenyamanan bagi seluruh kalangan. Nama Merapi Garden sendiri tidak hanya merujuk pada lokasinya, tetapi juga memiliki makna filosofis. Gunung Merapi bagi masyarakat Jawa bukan sekadar gunung, melainkan simbol kekuatan alam, kehidupan, dan keseimbangan.
Menurut Bayu Pramana Putra, pengelola Merapi Garden, kawasan wisata ini mulai dibuka pada tahun 2017. Pada awalnya, konsep yang diusung hanyalah taman bunga sederhana. Namun seiring berjalannya waktu dan melalui berbagai proses evaluasi, konsep tersebut berkembang menjadi taman bunga bergaya Belanda yang kini menjadi daya tarik utama pengunjung. Saat ini, terdapat lebih dari 60 jenis bunga yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, menciptakan suasana warna-warni yang indah dan menenangkan.
Lahirnya Merapi Garden tidak lepas dari dukungan Yayasan DAMANDIRI, khususnya almarhum Bapak Subiakto, Bapak Bob Hasan, Ibu Eno Sigit, serta dukungan penuh dari masyarakat sekitar. Kolaborasi inilah yang menjadikan Merapi Garden terus berkembang sebagai destinasi wisata keluarga yang ramah dan berkelanjutan.
Untuk menambah daya tarik wisata, Merapi Garden kini dilengkapi dengan mini zoo dan mini playground yang baru dibuka sekitar dua bulan terakhir sebagai persiapan menyambut libur tahun baru 2026. Di mini zoo, pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan dua jenis hewan, yaitu domba Selo dan kelinci. Pengunjung juga dapat membeli pakan khusus untuk memberi makan hewan-hewan tersebut. Karena berada di kawasan dengan suhu udara yang sejuk, hanya jenis hewan tertentu yang dapat dikembangkan di area ini.
Tak hanya itu, Merapi Garden juga memiliki fasilitas kuliner berupa D’Garden Café. Kafe ini menyajikan beragam menu, mulai dari masakan nusantara, makanan lokal, hingga menu western. Salah satu menu khas yang menjadi favorit pengunjung adalah sayur adas, yaitu olahan sayur segar dari tanaman adas yang disajikan lengkap dengan nasi, tahu, tempe, sambal, dan kerupuk. Menu ini dibanderol dengan harga terjangkau, yakni sekitar Rp25.000 per porsi. Sementara itu, harga minuman mulai dari Rp5.000 dan aneka camilan ringan tersedia mulai Rp10.000.
Dari segi fasilitas, Merapi Garden juga ramah bagi rombongan. Area parkirnya mampu menampung kendaraan besar termasuk bus pariwisata. Lokasinya berada di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Boyolali, tepat di antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Akses menuju lokasi cukup mudah, dengan jalan yang lebar dan tanjakan yang tidak terlalu curam.
Menurut Bayu, Merapi Garden dirancang sebagai tempat wisata keluarga yang nyaman, santai, dan menenangkan. Udara yang sejuk serta pemandangan alam yang indah menjadi daya tarik utama. Area favorit pengunjung berada di sekitar gazebo yang berjumlah lima unit, karena menawarkan panorama alam yang luas, sejuk, dan berangin.
Pada akhir pekan dan masa liburan sekolah, jumlah pengunjung biasanya meningkat signifikan. Menyambut tahun baru 2026, pengelola juga berencana menghadirkan hiburan spesial berupa live music dan pesta kembang api untuk menambah daya tarik wisata.
Merapi Garden beroperasi setiap hari dengan jam buka pukul 10.00–19.00 WIB pada hari biasa, dan pukul 08.00–20.00 WIB saat akhir pekan. Di sekitar kawasan wisata juga tersedia sekitar 23 homestay dengan total sekitar 70 kamar, yang berjarak kurang lebih 50 meter dari area Merapi Garden, sehingga sangat memudahkan wisatawan yang ingin menginap.
Dengan konsep wisata alam, edukatif, dan ramah keluarga, Merapi Garden menjadi salah satu destinasi unggulan di kawasan lereng Merapi–Merbabu yang layak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun luar daerah.

