Jakarta, 10 Desember 2025 — Universitas Trilogi menggelar Sarasehan Kebangsaan dengan tema “Refleksi Sejarah Kepemimpinan Jenderal Besar TNI (Purn.) H.M. Soeharto dan Transformasi Indonesia: Dari Stabilitas Politik ke Pertumbuhan Ekonomi.” Acara ini menjadi ruang dialog penting untuk memahami kembali nilai-nilai kepemimpinan yang pernah mewarnai perjalanan bangsa Indonesia.
Sambutan Para Tokoh Nasional
Acara dibuka dengan sambutan dari Rektor Universitas Trilogi, Prof. Dr. Pramono Hari Adi, M.S., yang menekankan pentingnya memperkuat literasi sejarah kepemimpinan bagi generasi muda. Dilanjutkan oleh Prof. Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho, M.M., IPU., Ketua Pengurus YPPIJ, yang menggarisbawahi peran pendidikan dalam merawat memori kolektif bangsa.
Dr. Mego Pinandito, M.Eng., Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia, turut memberikan pandangannya mengenai pentingnya pelestarian arsip sejarah sebagai fondasi kajian kepemimpinan nasional. Sementara itu, H. Ahmad Ridha Sabana, S.E., M.B.A., Ph.D., Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Digital, menekankan relevansi nilai-nilai kepemimpinan masa lalu dalam menghadapi tantangan ekonomi modern.
Keynote Speaker: Soehardjo Soebardi
Sebagai sorotan utama, Bapak Soehardjo Soebardi, adik ipar dari almarhum Presiden ke-2 RI H.M. Soeharto, hadir memberikan keynote speech. Dalam paparannya, ia menyampaikan refleksi personal mengenai nilai, gaya kepemimpinan, dan keteguhan prinsip yang menjadi ciri khas Bapak Soeharto selama memimpin Indonesia.
Paparan Narasumber
Diskusi semakin mendalam dengan kehadiran dua narasumber utama:
1. Prof. Dr. Haryono Suyono (Pembina YPPIJ, Mantan Menko Kesra Era Soeharto)
Dalam pemaparannya, Prof. Haryono menegaskan kembali pesan penting dari Bapak Soeharto tentang esensi kepemimpinan.
Menurutnya, “Seorang pemimpin harus sering turun ke lapangan untuk memahami kebutuhan rakyat. Dari sanalah kebijakan bisa lahir dan berjalan dengan tepat.”
Ia menekankan bahwa kedekatan pemimpin dengan masyarakat adalah kunci keberhasilan pembangunan.
2. Assoc. Prof. Dr. TB. Massa Djafar, M.Si (Ketua Program Studi Doktoral Ilmu Politik)
Guru Besar Politik dari Universitas Nasional (UNNAS) ini memaparkan sejumlah catatan positif dari pemerintahan era Soeharto. Ia menyebutkan bahwa stabilitas politik, pembangunan ekonomi, dan penataan birokrasi menjadi fondasi penting bagi transformasi Indonesia pada dekade-dekade berikutnya.
Dihadiri Pengurus Yayasan Bapak H.M. Soeharto
Acara ini juga dihadiri oleh berbagai pengurus yayasan yang didirikan Bapak H.M. Soeharto, di antaranya:
- Pengurus Yayasan Damandiri
- Pengurus Yayasan Dharmais
- Perwakilan YDGRK Siti Hartinah Soeharto
Kehadiran mereka menambah nilai historis dan emosional dalam sarasehan ini, sekaligus menunjukkan kesinambungan komitmen untuk melanjutkan karya dan pemikiran Bapak H.M. Soeharto.
Memaknai Kembali Kepemimpinan dan Transformasi
Sarasehan Kebangsaan di Universitas Trilogi bukan sekadar membahas sejarah, tetapi juga menggali kembali nilai, prinsip, dan strategi kepemimpinan yang pernah membawa Indonesia mencapai stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Momentum ini menjadi pengingat bagi generasi penerus bahwa kepemimpinan yang kuat, dekat dengan rakyat, serta berbasis pada data dan pengalaman lapangan, tetap relevan untuk Indonesia masa kini dan masa depan.

