Sebagai barometer perekonomian nasional, Jakarta memegang peranan besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini juga terlihat dari pesatnya perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terus menunjukkan kontribusi signifikan. Paparan ini disampaikan oleh Bapak Mursidi, Analis Senior Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, dalam Talkshow Inspirasi Damandiri pada 03 Desember 2025.
UMKM: Penyerap Tenaga Kerja Terbesar dan Kontributor Utama PDB
UMKM telah terbukti menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Data dari Kementerian Koperasi dan UMKM menunjukkan bahwa sektor ini menyerap lebih dari 90% tenaga kerja nasional, jauh melampaui usaha besar. Kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga sangat dominan, yakni di atas 60%, sedangkan usaha besar tidak mencapai 40%.
Kondisi ini selaras dengan yang terjadi di Jakarta, di mana penyerapan tenaga kerja dan kontribusi PDB dari sektor UMKM sangat besar dan sejalan dengan tren nasional. Fakta ini menegaskan bahwa UMKM Jakarta merupakan motor penting bagi pergerakan ekonomi ibu kota.
Dukungan Pembiayaan: Bank Indonesia Permudah Akses Kredit UMKM
Melihat peran strategis tersebut, Bank Indonesia terus memperkuat dukungan pembiayaan melalui berbagai kebijakan yang mendorong perbankan menyalurkan kredit kepada UMKM.
- Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM); Melalui KLM, Bank Indonesia memberikan insentif likuiditas kepada bank yang menyalurkan pembiayaan kepada sektor prioritas, termasuk UMKM, ultra mikro, dan sektor hijau (ramah lingkungan), serta sektor strategis lainnya seperti pertanian, perumahan, manufaktur, dan pariwisata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.Langkah ini mendorong perbankan lebih giat meningkatkan penyaluran kredit produktif.
- Pengurangan Giro Wajib Minimum (GWM); Kebijakan pengurangan GWM memberikan ruang likuiditas lebih besar bagi bank, sehingga mereka dapat memperbesar portofolio pembiayaan bagi UMKM.
Penguatan Kapasitas dan Literasi Keuangan UMKM
Akses pembiayaan formal seringkali terhambat karena lemahnya pencatatan keuangan UMKM. Untuk mengatasi hal tersebut, Bank Indonesia menghadirkan SI APIK (Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan)—aplikasi gratis dan mudah digunakan untuk membantu UMKM mencatat transaksi secara rapi dan terstruktur.
Diluncurkan sejak 2010, SI APIK terus dikembangkan agar semakin user-friendly dan dapat diunduh melalui Play Store. Dengan pencatatan yang baik, bank menjadi lebih mudah menilai kelayakan kredit UMKM.
Mendorong Digitalisasi Melalui QRIS
Bank Indonesia juga terus mendorong UMKM untuk menggunakan pembayaran digital, khususnya QRIS. Dengan transaksi yang tercatat secara otomatis, proses penilaian kredit scoring menjadi lebih cepat dan akurat. Digitalisasi ini membantu UMKM menyesuaikan diri dengan ekosistem ekonomi modern dan meningkatkan efisiensi usaha.
Dukung UMKM untuk Ekspor dan Go Global
Tak hanya fokus pada penguatan kapasitas lokal, Bank Indonesia juga mendukung UMKM untuk menembus pasar internasional melalui berbagai program fasilitasi pameran, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Upaya ini bertujuan memperluas jangkauan pasar dan memperkenalkan kualitas produk UMKM Indonesia ke dunia.
Program-program tersebut telah diterapkan pada UMKM binaan Bank Indonesia dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan usaha maupun daya saing pelaku UMKM.
Ingin mengetahui pembahasan lengkapnya?
Tonton video selengkapnya di YouTube 103.4 DFM dan simak Talkshownya untuk informasi yang lebih mendalam.

