Presiden Prabowo menekankan pentingnya swasembada pangan. Presiden menyatakan komitmen Indonesia menuju swasembada pangan dan energi sebagai langkah utama guna menghadapi tantangan global yang makin kompleks. Komitmen tersebut disampaikan pada pidato pertamanya usai Pengucapan Sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD, Jakarta Pusat, Minggu (20/10/2024).
Tercatat ada dua Presiden RI yang pernah mendapat penghargaan tertinggi dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO. Penghargaan tertinggi FAO itu diberikan kepada Presiden Soeharto pada 10 November 1984. Pada tahun 1984 silam, Indonesia berhasil swasembada beras dengan angka produksi sebanyak 25,8 ton.
Sedangkan, Presiden Jokowi mendapat penghargaan dari FAO berupa Agricola Medal. Baru dua Presiden RI yang mendapatkan penghargaan itu, Presiden Jokowi dan Presiden Soeharto.
Presiden Jokowi mendapat penghargaan FAO karena dinilai mampu menjaga ketahanan pangan di Indonesia. Ukuran keberhasilan menjaga ketahanan pangan itu ialah inflasi yang rendah di kisaran target 2,5%, dan Presiden Jokowi mampu menjaga tren swasembada pangan di sektor beras, karena selama empat tahun terakhir tak ada impor beras medium. Tak ada impor beras medium itu ia katakan terjadi pada 2017, 2019, 2020, dan 2021.
Semoga Presiden Prabowo Subianto pun dapat mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan dimasa pemerintahannya.

