Terhitung sudah dua tahun sejak 2023 lalu Yayasan Damandiri melaunching program pemberdayaan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Cirinten dan sekitarnya, yang berada tidak jauh dari kawasan masyarakat Baduy, di Kabupaten Lebak, Banten.
Dan berkunjung ke Baduy atau Saba Budaya Baduy semakin terbuka, mudah, dan aksesnya makin lancar. Berkunjung ke Baduy pasti kita akan disambut ramah masyarakat Baduy.
Setelah Damandiri membangun Saung Sadulur dan juga peternakan domba (kambing) untuk membantu meningkatkan kesejahteraan Masyarakat di sana. Lalu apalagi yang masih diinginkan masyarakat Baduy? Hal tersebut, seperti yang terungkap pada wawancara eksklusif Nurul Afina – Reporter Radio DFM 103.4 Jakarta dengan Ayah Mursid yang didampingi Kang Arsid dan Kang Arpen, Saung Sadulur Damandiri pada 31 Juli 2024 lalu.
Berikut ini petikannya.
Apa ciri khas dari masyarakat Baduy?
Masyarakat Baduy mempunyai ciri-ciri kehidupan yang berbeda. Mempunyai budaya, nilai-nilai yang telah turun temurun dilaksanakan kehidupan dengan adat masyarakat baduy.
Selama ini menurut saya, mengingat Baduy ke depan dengan berbagai keluhan atau situasi dengan penduduk bertambah, lahan terbatas. Dari aspek lain, aksesoris kehidupan masyarakat Baduy. Memang selama ini, saya menilai bagaimana Baduy kedepan sangat dibutuhkan soal lahan untuk berladang, bercocok tanam. Mengingat Baduy terbatas tanahnya, tapi penduduknya bertambah.
Kami, dan saya merasakan bahwa melihat kedepan yang kami butuhkan adalah lahan untuk garapan. Tanah atau ladang yang bisa digarap, dan juga yang bisa dibikin rumah.
Tanah atau ladang yang bisa ditanamin padi atau lainnya. Selain padi, juga tanaman yang hasilnya nanti bisa dijual.
Terkait hal itu, saya terus terang, kiranya memohon bantuan khususnya Yayasan Damandiri dengan berbagai bantuan dan perhatiannya. Kami, saya juga perlu aspek lahan dan pemberdayaan.
Selain lahan untuk garapan dan rumah tinggal?
Selain tanah atau lahan untuk garapan agar menanam tanaman yang hasilnya bisa kami jual, juga bisa dibangun rumah tinggal. Kami, saya, untuk mempermudah dan memperlancar akses ke Baduy butuh jalan dari luar menuju ke perbatasan. Seperti misalnya jalan yang ada di daerah Binong dan Kebon Cau itu sangat rusak. Itu sangat mengganggu pada kelancaran perekonomian kami masyarakat Baduy dan sekitarnya.
Seiring perkembangan pembangunan akses menuju ke wilayah Baduy, bagaimana dengan keterbukaan dari masyarakat Baduy?
Dibanding dulu-dulu, masyarakat luas atau masyarakat umum setiap bulan, bahkan setiap hari termasuk di hari libur kunjungan ke Baduy semakin meningkat. Maka untuk itu memerlukan perbaikan akses jalan guna memperlancar kunjungan wisata Saba Budaya Baduy.

