BIKIN DOMBA BETINA BIRAHI TRIK BUDIDAYA TERKINI DAMANDIRI

Created | By: Redaktur | 08-Aug-2024

Pada siang yang cerah, Ketua Yayasan Damandiri Letjen TNI (Purn) Sugiono menyampaikan, program baru dari Yayasan Damandiri. Program mensejahterakan masyarakat terbaru tersebut melalui ternak domba. Menariknya, cara mengembiakan domba tersebut dilakukan melalui trik sentuhan teknologi ilmu pengetahuan, yaitu bikin banyak domba betina birahi yang kemudian dikumpulkan dengan satu ekor domba jantan sehat nan perkasa dalam satu kandang. Penasaran? Pasti penasaran.

Ide ternak domba dengan sentuhan teknologi dan ilmu pengetahuan ini dari Pak Harto. Jadi bagaimana cara meningkatkan kesejahteraan. Caranya bermacam-macam. Salah satunya kita coba melalui ternak domba. Meskipun di Dinas Peternakan Lebak juga mengembangkan peternakan juga. (Seperti disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, S.STP., M.Si., untuk domba ada 2000 ekor lebih)   

Lalu bagaimana kalau domba yang diternakan sekarang berkembang jadi banyak. Ketua Yayasan Damandiri mengungkapkan, Jakarta itu butuh 3300 ekor sehari. Orang Jakarta konsumsi kambingnya itu cukup tinggi. 

Lalu untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kambing/dombanya itu dari mana?

Masa, kita harus import lagi? 

Kalau masyarakat sini (Cirinten) suka dan mau piara domba, kita (Damandiri) coba akan bantu untuk melaksanakan itu. Hanya kita ingin cara beternaknya tidak tradisional lagi. Maksudnya tradisional, kalau kambingnya mau kawin ya terserah akan kawin. Artinya pola sistem pembiakannya tidak pakai pola tradisional. Beranaknya dimana nggak tahu kapan. Artinya tidak jelas.  

“Sekarang saya ajak dengan pola baru, kita coba dengan sedikit teknologi,” tandas Pak Ketua.

Kambing itu kapan maunya kawin, tentu kalau sudah birahi. Karena kalau sedang tidak birahi tidak mungkin kawin. Tapi begitu betina birahi, pejantan dari jauh pun sudah ribut. Sudah teriak-teriak, tutur Pak Ketua yang punya pengalaman pernah piara sampai 7000 ekor.

Kambing atau domba kawin kalau betina birahi. Lalu bisakah betina “diminta” birahi? 

Yang pernah saya lakukan, dalam 1 kandang diisi 30 ekor, yang jantan cuma 1 ekor. Kemudian seminggu dikumpulin. Itu bisa hamil semua. Dan pola seperti itu kita coba di sini (di peternakan domba Cirinten) ini. Tapi di sini kita coba satu kandang isi 10 ekor, yang jantannya 1 ekor. Kambingnya sudah kita (Damandiri) siapkan. 

Kemudian betinanya disuntik biar birahi. Jadi birahi semua serempak. Nggak lama birahi dan pejantan pun mulai ribut. Kawinlah domba-domba tersebut, dan hamil semua. Setelah domba betina tersebut hamil, mau saya titipkan pada bapak-bapak sekalian (masyarakat Cirinten). Sekitar 5 bulan kemudian kambing melahirkan. Jadi setelah usia 2 minggu lahiran, akan saya titipkan ke bapak-bapak. Apakah bapak-bapak sanggup? Nanti kita akan lihat kesiapannya yang disesuaikan dengan kandang yang dipunyai.

Biasanya indukan kambing menyapih anaknya Ketika usia anak sekitar 2 bulan. Setelah disapih, indukannya dikembalikan ke kendang untuk disiapkan agar segera hamil Kembali. Dan akanya kita bagi dua. Misalnya kalau anaknya ada 7, maka 4 ekor untuk yang memelihara, dan 3 ekor untuk Damandiri.

Kemudian, mau dipelihara sendiri atau mau dijual? Pak Ketua Yayasan Damandiri menyarankan agar dibesarkan dulu, karena kalau masih anakan harganya gak seberapa. Makanya dibesarkan dulu paling tidak sampai 6 bulan. Biasanya kambing betina usia 8 bulan sudah mulai birahi dan kawin. Makanya kalau dijual yang jantannya saja, betinanya jangan. Biar berbiak lagi, biar hamil lagi, beranak lagi, dikembangin lagi. Begitu seterusnya.

Jadi bapak-bapak, Damandiri akan mencoba membantu meningkatkan kesejahteraan Masyarakat di sini (Cirinten) dengan beternak domba (kambing).

Untuk saat ini ada 80 ekor. Nanti kalau sudah hamil semua dan lahir, akan saya titipkan ke bapak-bapak semua. Dan saya nggak mau kandangnya kosong. Maka akan saya isi lagi. Dan dibikin hamil lagi. Begitu hamil, kita kasihkan lagi pemeliharaanya ke keluarga yang lain. Sehingga saya kepingin Desa Cirinten nantinya dikenal sebagai  Kampung Domba. Biar Jakarta datang ke sini membeli domba.

Nanti kita ajarin cara memelihara beternak yang bagus, yang baik supaya anakannya cepat besar. Rumputnya seperti apa, nanti kita siapin bibit rumput yang bagus.

Nah ini saya dapat amanah, tolong amanah ini dijalankan. 

“Sanggup? Masyarakat yang hadir kompak serempak menjawab, “Sanggup”.

“Ke depan saya ngga mau ada laporan leungit atau paeh (hilang atau mati, red),” ucap Pak Ketua. 

Lebih lanjut disampaikan, kalau di Cirinten ini ada 200 KK, berarti nanti bisa dikasih 2000 ekor. Tiap KK 10 ekor. Itu nanti kalau terus berkembang. Karena kan ada anakannya. 

“Nanti kita beli. Tapi kalau mau dipelihara lagi, lebih bagus,” ujarnya. 

RELATED ARTICLE

Musik Asli Indonesia

Gd. Granadi Lt.4 Sayap Selatan
Jl. HR. Rasuna Said Blok XI Kav. 8-9
Kuningan, Jakarta Selatan.
Office : (021) 5296.1417
Marketing : +62 816781583
Wa Studio : +62 811991034


PENCARIAN
PARTNER KAMI