Ondel-Ondel, Ikon Khas Budaya Betawi
Sejak beberapa tahun belakangan kehidupan kita, warga Jakarta akrab sekali dengan OndelOndel. Fenomena tersebut, dikarena beberapa warga terutama anak-anak muda Bersama sanggarnya “mengajak” Ondelondel turun ke jalan keluar masuk kampung bukan buat ajakin demo tapi mau kasih tahu mascot budaya Betawi itu masih ade nihhh…
Nah, di momen menyongsong hari jadinya Jakarta yang ke 497, yuuuk kita cari tahu mengenai Ondelondel “Ikon” Jakarte.
Ondel-ondel itu ikon khas budaya tak terpisahkan dari adat Betawi. Dia, ikonnya kota Jakarta. Adalah almarhum Benyamin Sueb yang bikin si boneka raksasa makin dikenal masyarakat luas lewat lagu “Ondel-ondel”.
Di momen-momen jelang ulang tahun kota Jakarta, Ondel-ondel akan sangat mudah dijumpai baik di hotel, gedung-gedung, stasiun, tempat makan, maupun tempat pertunjukan, bahkan di depan-depan jalan gang di Jakarta.
Perlu tahu nih, ternyata Ondel-Ondel punya Sejarah?
Melansir dari laman Kemendikbud, secara historis ternyata ondel-ondel disebut sudah ada sebelum 1600 Masehi. Hal tersebut seperti ditulis pedagang dari Inggris bernama W. Scot dalam buku perjalanannya.
Dalam catatannya, meski namanya gak disebut, maupun jenisnya tapi diyakini mirip ondel-ondel, Scot demikian mengaku melihat ada kebudayaan unik berbentuk boneka raksasa yang dipertunjukkan masyarakat Sunda Kelapa dalam upacara adat.
Selain catatan perjalanan yang ditulis Scot, ada juga buku perjalanan lain yang ditulis E.R. Scidmore dari Amerika. Dia ini seorang wisatawan yang datang ke Jawa, dan dia tinggal cukup lama di Batavia pada akhir abad 19.
Lebih lanjut, dalam bukunya, Java, The Garden of The East, turis asal negeri Paman Sam itu menyebut adanya seni jalanan berupa tarian boneka raksasa yang diarak ramai-ramai oleh masyarakat di Batavia.
Sementara itu di sisi lain, menurut cerita turun-temurun sesepuh di Betawi, ondel-ondel sudah ada sejak zaman nenek moyang. Konon kisahnya, dulu ondel-ondel dibikin buat upacara tolak bala. Upacara tolak balak tersebut diadain buat mengusir wabah penyakit yang menyerang perkampungan atau gangguan roh halus yang gentayangan.
Dan menariknya saat ini, ondel-ondel kerap kali digunakan buat meramaikan acara sunatan, pernikahan adat Betawi, maupun penyambutan tamu terhormat dan acaraacara peresmian gedung.

