ARTIKEL WAWANCARA EKSLUSIF UMBBRI PERKEMBANGAN UMKM DI CIRINTEN LEBAK BANTEN & PERBAIKAN MUSHOLLA

Created | By: Redaktur | 14-Jun-2024

Wawancara Ekslusif bersama

Ubri Mohamad Zen – Ketua Koperasi Konsumen Intan Usaha Mandiri Cirinten, Lebak, Banten

Komitmen Membangun Usaha Koperasi, Kelola UKM dan Ada Program Sosial.

Membangun usaha koperasi dan mengelola ukm adalah hal menarik di Cirinten, Lebak, Banten. Seperti kita tahu, Cirinten merupakan salah satu pintu atau akses menuju ke wilayah Kawasan Badui, baik Badui Luar maupun Badui Dalam, masyarakat yang dikenal dengan kearifan lokalnya yang terjaga.

Untuk mengetahui sejauhmana upaya Yayasan Damandiri memajukan perekonomian di sana melalui mitra Koperasi Konsumen Intan Usaha Mandiri Cirinten Lebak, Banten.

Berikut petikan wawancara eksklusifnya dengan Ubri Mohamad Zen – Ketua Koperasi Konsumen Intan Usaha Mandiri Cirinten Lebak, Banten.

Mas Ubri, seperti apa seninya nih membina UMKM di Cirinten?

Terkait UMKM binaan Koperasi Intan Usaha Mandiri Cirinten ini kendalanya dari pemasaran, selain dari hasil karya mereka dan dari penjualan. Karena itu kami merekrut juga para penjual kecil untuk dijadikan jadi anggota UMKM dan sekaligus dibina oleh koperasi, Alhamdulillah ada perkembangan.

Untuk memudahkan koperasi berkomunikasi dengan pihak UMKM, kami membentuk paguyuban UMKM Kecamatan Cirinten dan alhamdullilah kami terbentuk pengurusnya,  mulai dari ketua bendahara dan sekretarisnya. Dan untuk mensiasati di rest area Saung Sadulur Damandiri kalau dagang setiap hari itu sepi situasinya paling di akhir pekan.

Kami kemarin musyawarah dan sepakat dengan para anggota UMKM untuk mengadakan pasar di akhir pekan di rest area jadi para UMKM kami kumpulkan dan kami undang lalu mereka berjualan dan kami bentuk juga sebuah panitia kecil untuk membantu pihak koperasi dalam mengkordinasiannya untuk mengkodisiannya, dan alhamdullilah tidak sekedar hanya untuk jualan.

Kami juga untuk mengundang dan menjadi daya tarik para pengunjung diadakan hiburan. Hiburan tradisional yang ada di wilayah Cirinten itu sendiri yaitu jaipongan lokal. Insya  Allah Sabtu sampai malam Minggu yang akan datang sudah bisa diselenggarakan itu untuk memancing membuat daya tarik dari para konsumen untuk berkunjung ke rest area.

Jadi sudah berapa persen dibentuk paguyuban UMKM?

Insya Allah hampir mencapai 100 sekarang setelah dibentuk paguyuban, dan mudahmudahan nanti bertambah. Karena disini banyak pedagang yang selalu mencari titik dimana orang berkumpul. Solusinya dengan cara hiburan, biasanya kalau ada hiburan, saya belajar dari situasi setempat disini. Kalau ada hiburan hajatan, pedagang dari mana-mana datang, berjualan, kami siasati juga di rest area seperti itu. Tapi khusus di akhir pekan sabtu sampai malam minggu.

Mudahmudahan nanti setiap datang itu, mereka kami rekrut jadi anggota terus dibentuklah kepengurusanya, disusun program kerjanya untuk keberlanjutannya.

Bagaimana dengan event-event untuk mengundang dan menarik masyarakat hadir?

Untuk tanggal merah, misal itu eventevent khusus seperti tahun baru, agustusan, kami insya allah dengan UMKM membuat perencanaan diseuaikan kondisi dengan keadaan yang memungkinkan. Artinya, segala upaya kami tempuh untuk supaya rest area ini bermanfaat buat Masyarakat.

Insya allah nanti acaranya bergantian, ada jaipongan baduy, nanti kami undang untuk tahap ke 2 nya ada debus. Kami juga ada yang nyodorin untu isi acara ketika rapat dan ingin bergabung.

Lalu bagaimana dengan jam operasional?

Untuk jam operasional kegiatannya mulai dari jam 08.00 pagi sudah persiapan. Para pedagang sudah kami undang sampai jam 12 malam. Dari pagi sabtu jam 08.00 pagi sampai malam minggu jam 12 malam.

Apakah di wlayah sini ada pasar?

Itu dia. Ada beberapa yang kami pertimbangkan. Pertama disini fasilitas pasar tidak ada. Ada juga pasar di Desa Kedudamas, dan jauh letaknya di sebelah barat.

Di wilayah Kecamatan Cirinten hanya ada satu pasar.  Jadi ada dua pasar di Kecamatan Bojomani dan Cirinten. 

Ada satu pasar di cilayah jaraknya jauh sekitar 7 km dari rest area. Kemudian ada lagi pasar di Kecamatan Cigemblong, jaraknya sekitar 9 km. Jadi sangat memungkinkan untuk kedepan di rest area ini kalau akhir pekan itu memungkinkan akan jadi pasar.

Maka kami dengan para UMKM untuk melobby dinas terkait untuk dibuatkan pasar. Itu rencana jangka panjangnya perlu ada pasar yang tidak jauh dari rest area.

Mengapa diadakannya sepekan sekali?

Terus yang ke dua kenapa diambil sepekan sekali, karena kalau jualan setiap hari UMKM jualan di rest area yang pertama kita hanya punya 7 tempat jualan. Keduanya sepi. Jadi banyak tamu hanya datang masuk café. Lalu UMKM nya terabaikan, kecuali cenderamata baduy yang biasa laku. Kalau kita bentuk pasar diakhir pekan, jadi 90% itu pengunjung local. Jadi pasti UMKM jadi sarsaran juga, selain cafe. Jadi masalahnya pemasaran juga.

Bagaimana dengan madu gula semut?

Madu gula semut kita juga punya binaan gula semut. Namun, karena masih manual cara prosesnya, sehingga produksinya satu bulan baru 1 kwintal.

Mereka mampu produksinya,  namanya Gula Semut Lodong Cibarani. Jadi ada desa sebelah yang gabung ke kita. Di UMKM juga dari Koperasi untuk pembinaan mereka juga. Fokusnya di jalur pemasaran mereka minta bantuan dari pihak koperasi kita.

Sangat menarik kalau diadakan demo cara pembuatan gula semut, dan bisa menambah wisatawan datang?

Kami kondisikan nanti di areal ini untuk mendemokan ke public bagaimana proses pembuatan gula semut.

Selain itu juga kami undang UMKM lainnya, seperti tenun Baduy untuk bikin disini. Mendemokan bagaimana cara membuat tentun Baduy tersebut, dan pengunjung bisa ikut mencoba.

Pokoknya, kalau ada eventevent mereka kita undang sambil bikin sambil dagang. Ya sebagai salah satu daya tariknya.

Nah terkait gula semut itu bagaimana, khususnya gula semut hasil produk Masyarakat di Cirinten?

Gula semut itu seperti Gula aren tidak di cetak. Di bentuk halus seperti gula putih. Jadi kualitasnya lebih bagus daripada di cetak, dan kadar airnya rendah. Gula Semut kami rasanya beda, dan wangi.

Kemudian bagaimana memadukan usaha ekonomi di Cirinten dengan hiburan sambil ikut melwstarikan budaya local, kearifan local?

Harapan untuk hiburannya, yang pertama kami, ingin mempertahankan budaya lokal agar tetap exist. Yang kedua disamping kita mempertahankan budaya loka, tapi juga ada income buat mereka, para pelaku seni budaya setempat. Kemudian yang ke tiga dengan kita libatkan di rest area Saung Sadulur Damandiri melalui gerakan koperasi dan UMKM.

Jadi semua berjalan seimbang. Artinya ekonominya tumbuh, bukan berjalan ditempat atau cenderung mundur, juga seni budaya kita tumbuh, jadi semua nanti kalau tercipta keseimbangan itu biasanya kondisi nyaman.

Harapannya?

Harapan kita Sejahtera. Tentunya masyarakat Cirinten pada akhirnya yang kita harapkan adalah Sejahtera.

Selain komitmen kembangkan usaha koperasi, UKM, juga ada program sosial untuk masyarakat. Seperti apa?

Betul, selain komitmen mengmebang usaha koperasi secara intens, kembangkan dan membina UKM, kami juga ada program sosial.

Dana program sosial, sebagian kami kumpulkan dari kegiatan semacam bazar tapi sesungguhnya bukan bazar ya. Memang ada panitia. Kami jualan pakaian seperti tas yang kami ambil dari Jakarta. Juga pakaianpakaian second tapi yang berkualitas. Jadi pakaianpakaian second bekas pakai dari orang kaya, seperti tas yang harganya 600 ribu utuhnya dari pengumpul. kemudian, kami bisa menjual menjadi 50 ribu. Disini dalam kondisi yang masih bagus, dan disitu kami punya program keuntungan dari penjualan tersebut/ 50 % yang akan kami salurkan utnuk kegiatan sosial di wilayah Cirinten.

Dengan model pengumpulan dana seperti itu, koperasi bisa membantu yatim piatu, kaum duafa.

Kami akumulasi selama setahun dapat berapa. Di akhir tahun akan kami salurkan dan salah satunya perbaikan musholla. Untuk Musholla, kami sudah mempersiapkan materialnya. Kesiapan masyarakat untuk dikerjakan secara gotong royong.

Insya Allah setelah lebaran Idhul Adha, bahanbahan yang dibutuhkan nanti sudah kami siapkan. Nanti selepas lebaran tinggal bekerja gotong royong. Ini hasil kesepakatan dengan panitia pembangunan Musholla Al Alaq di lingkungan Desa Cirinten, Kecamatan Cirinten.

Mengapa dipilih Musholla Al Alaq di lingkungan Desa Cirinten?

Karena setelah kami check Musholla Al Alaq yang ada disekitar rest area itu yang parah. Jrakanya sekitar jarak 700 meter dari titik kantor koperasi rest area Saung Sadulur Damandiri.

Bagian atasnya hampir roboh. Untuk itu dana stimulant dari Damandiri, kami kolaboraskan dengan dana gotong royong Masyarakat. Insya Allah mencukupi.

Kami mulai ganti atap dengan baja ringan. Juga ganti lantai. Untuk dinding ada perubahan nambah panjang sedikit, karena kalau berjamaah sudah mulai sempit.

Maka  kami hitung-hitung dengan dana dari Yayasan dan dengan dana dari hasil gotong royong dari masyarakat  itu insya Allah selesai.

 

RELATED ARTICLE

Musik Asli Indonesia

Gd. Granadi Lt.4 Sayap Selatan
Jl. HR. Rasuna Said Blok XI Kav. 8-9
Kuningan, Jakarta Selatan.
Office : (021) 5296.1417
Marketing : +62 816781583
Wa Studio : +62 811991034


PENCARIAN
PARTNER KAMI