ARTI TULISAN DI PRASASTI PATUNG PAK HARTO DI BUKIT SOEHARTO

Created | By: Redaktur | 13-Jun-2024

Tata Wono Waluyo Ngesti Hayu Muka Bumi. 

Demikian tertulis di Prasasti di Wisata Bukit Soeharto.

Makna kata-kata itu sangat dalam yakni; mengelola hutan yang sehat atau baik, untuk berupaya menyelamatkan bumi dan isinya.

“Jadi di prasasti itu ada tulisan yang sarat makna, yakni Tata Wono Waluyo Ngesti Hayu Muka Bumi. Yang terjemahan bebasnya yakni mengelola hutan yang sehat atau baik, untuk berupaya menyelamatkan bumi dan isisnya. Ya kurang lebih itu maknanya,” ungkap Panca Putra Maju Sihite, Administratur Perhutani KPH Madiun, Jawa Timur.

Tak terasa, sudah 46 tahun keberadaan prasasti yang berada di taman wisata Bukit Soeharto di Desa Biting, Kecamatan Badegan Ponorogo. 

Pembangunan prasasti itu menandai Presiden ke-2 Republik Indonesia H.M. Soeharto pada 2 Maret 1978 datang ke tempat tersebut untuk melakukan program penghijauan dengan menam pohon beringin dan cendana.

Prasasti berwarna putih dan berukuran sekitar 1 kali 2 meter itu masih kokoh berdiri hingga kini. 

Dalam prasasti itu, terdapat tanda tangan sang presiden yang punya julukan The Smilling General. Selain tanda tangan H.M. Soeharto, di prasasti itu juga ada tulisan yang menyerupai aksara jawa. "Tata Wono Waluyo Ngesti Hayu Muka Bumi". Demikian tertulis di Prasasti di Wisata Bukit Soeharto.

RELATED ARTICLE

Musik Asli Indonesia

Gd. Granadi Lt.4 Sayap Selatan
Jl. HR. Rasuna Said Blok XI Kav. 8-9
Kuningan, Jakarta Selatan.
Office : (021) 5296.1417
Marketing : +62 816781583
Wa Studio : +62 811991034


PENCARIAN
PARTNER KAMI