10 FAKTA UNIK PEMILU DI SELURUH DUNIA

Created | By: Redaktur | 07-Feb-2024

10 Fakta Unik Pemilu di Seluruh Dunia

DFM Mania, ternyata tercatat ada 10 fakta unik Pemilu di seluruh dunia. Apa saja keunikannya?

Fakta unik pertama, Hari pemilu di berbagai negara

DFM Mania, Pemilu di Amerika Serikat lebih sering diadakan pada hari Selasa. Hal ini merupakan peninggalan dari abad ke-19 yang berhubungan dengan petani.

Pada masa itu, petani harus melakukan perjalanan jauh ke tempat pemungutan suara. Namun, mereka tak bisa melakukan pemungutan suara di hari Rabu karena harus menyiapkan hari pasar.

Sehingga hari Selasa dipilih agar petani memiliki waktu perjalanan ke tempat pemilu sekaligus punya waktu cukup untuk kembali ke rumah.

Selanjutnya DFM Mania, negara Kanda memilih hari Senin untuk hari pemungutan suara, Inggris memilih hari Kamis, sementara warga Australia dan Selandia Baru memilih hari Sabtu. Sedangkan Indonesia akan melaksanakan pemilu pada Rabu, 14 Februari 2024.

Fakta unik kedua, Negara dengan waktu pemilu terlama

DFM Mania, India merupakan negara kedua dengan populasi terbesar di dunia dengan jumlah 100 juta orang pemilih yang memenuhi syarat. Karena hal ini, India juga disebut menjadi negara demokrasi terbesar di dunia.

Untuk mengakomodasi jumlah pemilihnya yang sangat banyak itu, pemilu di India memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Pemilu terakhir India di tahun 2019 lalu berlangsung dalam tujuh tahap selama lima minggu untuk memilih 543 anggota parlemennya.

Fakta unik ketiga, Pemilu wajib di Australia

DFM Mania, setiap orang Australia yang berusia di atas 18 tahun diwajibkan oleh hukum untuk berpartisipasi dalam pemilihan federal. Siapapun yang tidak hadir pada hari pemilihan akan didenda sebesar AU$ 20 atau sekitar Rp 200 ribu.

Bila pelanggar tidak membayar denda, mereka bisa dikenakan hukuman yang lebih berat bahkan berujung pada tuntutan perdata.

Fakta unik keempat, Pemilu online

Sejak tahun 2005 DFM Mania, masyarakat Estonia dapat memberikan suara dalam pemilu secara online dibandingkan harus mengantri di TPS setempat. Diketahui, pada pemilu parlemen tahun 2023 di Estonia, lebih dari separuh pemilih memanfaatkan sistem pemungutan suara online.

Estonia menjadi negara yang memanfaatkan digitalisasi bagi warga negaranya dengan kartu identitas dan PIN yang bisa dipindai. Identitas ini juga bisa digunakan untuk memenuhi sejumlah tanggung jawab sipil termasuk membayar pajak hingga denda perpustakaan.

Meski memiliki identitas digital, pemungutan suara dienkripsi sehingga pemilih yang nampak akan anonim.

Fakta unik kelima, Pemilu ala Korea Utara yang otoriter

Korea Utara menjadi negara yang dikenal dengan kepemimpinan otoriter. Meski begitu, negara ini juga demokratis loh.

DFM Mania, meskipun 99,7 persen pemilih yang berpartisipasi dalam pemilu lokal di tahun 2015 tidak mempunyai banyak pilihan untuk memilih siapa yang ingin mereka dukung. Pemilu di Korea Utara akan didahului oleh partai yang berkuasa.

Untuk memilih, warga Korea Utara hanya perlu memasukan kartu suara dengan nama mereka ke dalam sebuah kotak. Namun, ada kotak terpisah yang berisi surat suara yang dianggap berbeda pendapat terhadap calon pemimpin mereka.

Sehingga seluruh kandidat yang terpilih akan memperoleh 100 persen suara. Karena, tidak ada seorangpun di Korea Utara yang memilih untuk berbeda pendapat. Jika mereka berbeda pendapat, suara tersebut tidak akan dihitung.

Fakta unik keenam, Raja Inggris berhak memilih

Tidak ada undang-undang di Inggris yang melarang Raja Charles III untuk berpartisipasi dalam pemilu di negaranya. Namun, usut punya usut mendiang Ratu Elizabeth II jarang memberikan suaranya agar terlihat seobjektif mungkin.

Selama masalah Brexit mencuat pada tahun 2016, juru bicara Istana Buckingham menjelaskan bila ratu berada di atas politik. Sehingga ada konvensi bahwa keluarga kerajaan tidak memberikan suara dalam pemilihan umum.

Fakta unik ketujuh, Isu literasi

Di Gambia, warga memberikan suara mereka dengan menjatuhkan kelereng ke dalam drum logam. Drum tersebut diwarnai dan menampilkan gambar kandidat.

DFM Mania, setiap drum dilengkapi dengan bel yang akan dibunyikan setelah menentukan suara. Jika bel berbunyi lebih dari satu kali, petugas pemungutan suara akan tahu bila ada yang melanggar peraturan. Hal ini dilaksanakan lantaran literasi di negara tersebut menjadi sebuah isu sehingga pemerintah harus kreatif.

Fakta unik kedelapan, Astronot di stasiun luar angkasa bisa memilih

Astronot Amerika yang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional tetap memiliki suara untuk memilih dalam pemilu sejak tahun 1997. Langkah ini terjadi setelah anggota parlemen Texas mengesahkan undang-undang yang mengizinkan pengiriman suara yang aman ke luar angkasa.

Setelah astronot menentukan pilihannya, surat suara akan kembali dikirim ke Bumi. Nantinya petugas akan membuka dokumen yang telah dikodekan serta menyerahkan salinan surat suara astronot untuk dihitung.

Fakta unik kesembilan, Pemilu di negara kecil Eropa

Di negara kecil Eropa, Liechtenstein dengan populasi 40 ribu warga akan mempertimbangkan untuk memilih politisi yang mau memberikan kewarganegaraan kepada mereka. Terlebih bagi warga yang telah tinggal di negara kerajaan tersebut selama 10 tahun atau lebih.

Fakta unik kesepuluh Pemilu di Ekuador

Ada yang salah pada hari-hari menjelang pemilihan walikota di Ekuador pada tahun 1967. Kala itu, sebuah perusahaan memasang iklan bertema pemilu yang menyarankan agar konsumen memilih merek bedak kaki yang populer di negara tersebut.

Pada penghitungan suara bukan seorang politisi yang menang, melainkan bedak kaki tersebut karena banyak suara atas namanya.

DFM Mania, itulah 10 fakta unik tentang pemilu di seluruh dunia. 

Dan, pastiin ikut berpartisipasi dalam Pemilu Indonesia di 14 Februari 2024 mendatang. Kita memilih untuk Indonesia.



 


 

 

RELATED ARTICLE

Musik Asli Indonesia

Gd. Granadi Lt.4 Sayap Selatan
Jl. HR. Rasuna Said Blok XI Kav. 8-9
Kuningan, Jakarta Selatan.
Office : (021) 5296.1417
Marketing : +62 816781583
Wa Studio : +62 811991034


PENCARIAN
PARTNER KAMI