DFM Mania, sudah pernah nyaksikan Tari Topeng Ireng?
Seperti apa Tari Topeng Ireng itu yang sering tampil menyuguhi wisatawan yang berkunjung ke Samiran, Boyolali, Jawa Tengah ya DFM Mania?
Tari Topeng Ireng, cikal bakalnya berasal dari wilayah Desa Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang Jawa Tengah sekitar tahun 1950.
Konon, tarian topeng ireng ini menggambarkan sekelompok prajurit gagah yang berkamuflase dalam melawan penjajahan Belanda saat itu. Sehingga penampilan setiap penari saat dalam pentas selalu energik dan percaya diri.
DFM Mania, ciri khas tarian ini yaitu kerincingan yang digunakan para penari dengan diikatkan pada kaki kanan dan kiri. Kerincingan itu akan berbunyi seiring dengan gerakan para penari. Para penari juga mengenakan topi yang berliuk-liuk ketika gerakan ditampilkan.
Dalam versi sejarah, kemunculan topeng ireng merupakan peninggalan dari salah satu wali sebagai sarana dalam penyebaran agama islam. Sehingga dengan adanya tarian ini digunakan masyarakat untuk tradisi kirab seperti bersih desa, kirab budaya dan mengiringi arak-arakan pemasangan kubah masjid dengan menggunakan pujian-pujian islami yang diiringi rebana.
DFM Mania, daya Tarik dari tarian topeng ireng adalah pada kostumnya.
Penari topeng ireng menggunakan mahkota yang menghiasi kepalanya seperti suku Indian di Amerika. Mahkota tersebut terbuat dari bulu ayam yang menjulang tinggi biasa disebut kuluk. Kostum yang dipakai para penari berumbai-rumbai dan berwarna-warni dengan dominan warna keemasan.
Agar tampak gagah wajah penari juga dirias dengan dominan warna hitam.
Dibagian kaki mereka menggunakan sepatu bot yang dipadukan oleh rangkaian lonceng-lonceng kecil, sehingga langkah kaki mereka akan penuh dengan irama gemerincing.
Tarian Topeng Ireng di setiap pertunjukkannya selalu riuh dengan berbagai macam dan bunyi. Mulai dari suara hentakan kaki dan teriakan para penari, suara musik yang selalu mengiringi, dan juga suara dari penonton.
Musik yang mengiringi tarian ini menggunakan alat musik yang sederhana, seperti gamelan, kendang, terbang, bende, seruling dan rebana.
Tarian Topeng Ireng ini penuh dengan kedinamisan dan religiusitas karena alunan alat musik yang terdengar ritmis sehingga dapat menyatu dengan gerakan dan teriakan dari para penari.
Tarian Topeng Ireng dilakukan oleh 10-20 orang dengan membentuk banyak formasi. Gerakan pada tarian ini cukup sederhana sehingga mudah dipelajari karena tidak ada gerakan tubuh yang rumit dan tidak monoton.
Poin utama dalam tarian ini adalah kekompakan. Namun seiring dengan perkembangan zaman, terdapat banyak inovasi yang selalu dilakukan tiap pertujukannya.
Tuh menarik ya….Jadi kapan sipain jadwal ke Desa Wisata Samiran Boyolali, Jawa Tengah… jangan lupa bagiin cerita menariknya kalian..
Semoga kita semakin mencintai alam yang indah, dan menjadikan alam yang indah menjadi inspirasi buat memajukan kesejahteraan ya. Dan menyukuri alam kita yang indah.

