SD INPRES YANG MENDUNIA

Created | By: Redaktur | 29-Jan-2024

DFM Mania, pernah dengar SD INPRES? Apa itu SD INPRES?

SD Inpres atau Sekolah Dasar Instruksi Presiden adalah sarana pendidikan yang dikeluarkan oleh pemerintah Presiden Soeharto untuk memperluas dan meratakan kesempatan belajar anak usia SD, sekitar 7-12 tahun.

SD Inpres merupakan kebijakan yang dikeluarkan Presiden Soeharto lewat Instruksi Presiden (Inpres) No 10 Tahun 1973 tentang Program Bantuan Pembangunan Sekolah Dasar. 

Berbekal spirit untuk mewujudkan kesempatan yang sama atas Pendidikan, hingga periode 1993/1994 tercatat hampir 150 ribu unit SD Inpres telah dibangun.

Program SD Inpres ini yang menjadi salah satu program Soeharto dalam mempercepat pendidikan dengan membangun masif SD Inpres di seluruh pelosok negeri.

Dan menariknya, program SD Inpres di Indonesia ternyata mendapatkan pengakuan dunia. Solusi pengentasan kemiskinan melalui pendidikan yang dijalankan Soeharto mendapatkan pengakuan hadiah nobel.

Kok bisa?

DFM Mania, program SD Inpres di Indonesia ternyata mendapatkan pengakuan dunia. Solusi pengentasan kemiskinan melalui pendidikan yang dijalankan Soeharto mendapatkan pengakuan hadiah nobel.

Hal itu setelah trio warga Amerika Serikat (AS), yaitu Abhijit Banerjee, Esther Duflo, dan Michael Kremer meraih nobel bidang ekonomi pada 2019. Ketiga ekonom tersebut mendapatkan penghargaan tertinggi atas hasil penelitian mereka terkait kemiskinan global.

DFM Mania, Esther Duflo yang meraih nobel pada usia 46 tahun menjelaskan tentang penelitiannya terkait kebijakan pemerintah Indonesia dalam mendirikan SD Inpres pada era 1973 hingga 1978. 

Duflo pun mengutip data Bank Dunia, sepanjang 1973-1974 hingga 1978-1979, Indonesia telah membangun sebanyak 61.807 unit sekolah SD baru. 

Kala itu, setiap sekolah mampu menampung sekitar 500 siswa. Presiden Soeharto mengeluarkan lebih dari 500 juta dolar AS atau setara 1,5 persen dari produk domestik bruto (PDB) tahun 1973.

Hasil Esther Duflo diterbitkan menjadi jurnal berjudul 'Schooling and Labor Market Consequences of School Construction in Indonesia: Evidence from an Usual Policy Experiment' pada 2000. The Financial Express melaporkan, Duflo menjelaskan, pembangunan SD Inpres merupakan program pembangunan gedung sekolah terbesar di Indonesia sepanjang sejarah.

DFM Mania, sesungguhnya apa yang Esther Duflo simpulkan, sehingga menarik buat pantia pemberi penghargaan internasional Hadiah Nobel tersebut?

Ternyata Mister Duflo menyimpulkan, bahwa pembangunan SD Inpres menyebabkan anak-anak usia dua sampai enam tahun pada 1974 menerima 0,12 hingga 0,19 tahun pendidikan lebih banyak untuk setiap sekolah yang dibangun per 1.000 anak di wilayah kelahiran mereka.

Program SD Inpres, menurut Esther Duflo, juga mendorong proporsi yang signifikan dari populasi masyarakat Indonesia untuk menyelesaikan pendidikan dasar.  Peningkatan itu diterjemahkan ke dalam kenaikan upah 1,5 hingga 2,7 persen untuk setiap sekolah tambahan. 

Menurut hitungannya, efek pembangunan SD Inpres sukses 'meningkatkan ekonomi' Indonesia kala itu. 

Bahkan pengembalian ekonomi sekitar 6,8 hingga 10,6 persen.

Esther Duflo mengevaluasi efek dari program SD Inpres tersebut pada pendidikan dan upah dengan menggabungkan perbedaan antardaerah dalam jumlah sekolah yang dibangun dengan perbedaan antarkelompok yang disebabkan oleh durasi program. Seperti yang disampaikannya saat dia menerima nobel ekonomi di Massachusetts Institute of Technology (MIT) berapa waktu lalu.

DFM Mania, Hadiah Nobel di bidang ekonomi sudah diberikan kepada Abhijit Banerjee, Esther Duflo dan Michael Kremer. Ketiga warga AS itu, memenangkan penghargaan tertinggi atas penelitian mereka terkait kemiskinan global.

Yang menarik, berbeda dari kebanyakan peneliti yang melihat masalah kemiskinan secara luas, ketiga ekonom ini fokus pada isu-isu yang lebih spesifik seperti edukasi pada masyarakat miskin. Salah satunya adalah bagaimana meningkatkan kinerja sekolah di daerah-daerah miskin. 

Dari ketiga pemenang tersebut, salah satunya adalah Esther Duflo. Perempuan berusia 46 tahun ini adalah tokoh termuda yang memenangkan Nobel selama 50 tahun terakhir dan merupakan perempuan pertama.

Esther Duflo dengan percaya diri dan rasa bangga punya kesempatan meneliti SD Inpres di Indonesia.

SD Inpres merupakan proyek peningkatan kualitas pendidikan dasar. SD Inpres terbentuk dengan keluarnya instruksi presiden Nomor 10 tahun 1973 tentang Program Bantuan Pembangunan Gedung SD.

Menggunakan variasi sekolah yang dihasilkan oleh SD Inpres ini sebagai variabel instrumental, ke dampak pendidikan pada upah, ia mendapatkan kesimpulan bahwa kebijakan ini sukses 'meningkatkan' ekonomi. Bahkan pengembalian ekonomi sekitar 6,8% hingga 10,6% mengantar Esther Duflo meraih Hadiah Nobel. 

Yang menarik, kebijakan SD Inpres itu sebagai karya asli teknokrat Pembangunan Indonesia, tapi justru yang mendapat Nobel-nya itu malah orang lain, yaitu Esther Duflo.

Terima kasih Bapak Soeharto, karya Bapak telah mengantar seorang Esther Duflo mendunia dengan Hadiah Nobel. Terima kasih juga buat Esther Duflo yang telah menduniakan SD Inpres karya Bapak Soeharto dikenal dunia.

Apa yang sudah dilakukan Bapak HM Soeharto tersebut menjadi inspirasi buat kita semua. Semoga.

RELATED ARTICLE

Musik Asli Indonesia

Gd. Granadi Lt.4 Sayap Selatan
Jl. HR. Rasuna Said Blok XI Kav. 8-9
Kuningan, Jakarta Selatan.
Office : (021) 5296.1417
Marketing : +62 816781583
Wa Studio : +62 811991034


PENCARIAN
PARTNER KAMI