Selama 2 jam dari jam 10.00 hingga 14.00 WIB, bersama Hendra dan Profesor Dr. Haryono Suyono, program ACARA HARYONO SHOW Radio DFM Jakarta, edisi Rabu 27 Desember 2023, secara spesial mengangkat tema “Kilas Balik Peran DNIKS Dalam Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN)”. HKSN sendiri diperingati setiap 20 Desember. HKSN ini diperingati dalam rangka untuk meningkatkan nilai kesetiakawanan dan kebersamaan dalam bangsa dan negara Indonesia.
Dan DNIKS (Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial) adalah Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Tingkat Nasional yang didirikan pada tanggal 17 Juli 1967 melalui Musyawarah Nasional Badan Pembina dan Koordinasi Kesejahteraan Sosial (BPKKS). DNIKS meruapakan organisasi nonpemerintah, bersifat terbuka, independen, serta mandiri.
Pada talkshow spesial tersebut, Pengurus DNIKS yang diwakili oleh Ketua Umum Dr Widiatmoko MSc, Wakil Sekjen Ibu Retri dan Ketua Budang Luar Negeri Prof Dr Laila Said. Dalam acara special talkshow tersebut yang membahas topik sangat penting itu dengan para peserta dari daerah-daerah melalui system Zoom interaktif yang menarik.
Talkshow diawali dengan kilasan sejarah kesetiakawanan sosial oleh host Prof Dr Haryono Suyono bersama Hendra.
Mengutip dari situs Kementerian Sosial (Kemensos), sejarah Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional. Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional diperingati pertama kali pada tanggal 20 Desember 1958. Hari ini diperingati sebagai ungkapan rasa syukur dan hormat kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia saat menghadapi ancaman luar yang kembali ingin menjajah negeri usai merdeka.
Meskipun proklamasi telah dikumandangkan pada 17 Agustus 1945, nyatanya bangsa ini masih harus berjuang mempertahankan kemerdekaannya. Akibatnya, banyak terjadi masalah sosial pada tahun 1945 hingga 1948.
Kala itu, seluruh lapisan masyarakat bahu membahu mempertahankan kedaulatan bangsa dari serangan Belanda yang ingin kembali menjajah di Yogyakarta pada tahun 1948. Kemensos kemudian mengadakan penyuluhan sosial bagi tokoh-tokoh masyarakat serta kursus bagi calon sosiawan atau pekerja sosial pada bulan Juli 1949 di Yogyakarta.
Hal ini dilaksanakan untuk menjadikan kalangan tersebut mitra pemerintah untuk menanggulangi dan mengatasi permasalahan sosial yang terjadi. Mereka dikenal sebagai sosok yang tanpa pamrih telah menaruh semangat kebersamaan, kegotongroyongan, hingga kekeluargaannya.
Kemensos lantas menciptakan lambang pekerjaan sosial dan kode etik atau sikap sosiawan pada tanggal 20 Desember 1949. Tanggal ini dipilih karena memperingati setahun setelah peristiwa bersejarah dimana seluruh lapisan masyarakat bersatu memperjuangkan negeri ini melawan kolonial Belanda pada tanggal 20 Desember 1948. Peristiwa itu terjadi sehari setelah Belanda kembali menyerbu Yogyakarta (kala itu ibukota). Kemensos kemudian menetapkan peristiwa tersebut sebagai Hari Sosial.
Hari Sosial ini diperingati pertama kali pada tanggal 20 Desember 1958 setelah dicetuskan oleh Menteri Sosial, H. Moeljadi Djojomartono. Namun, pada peringatan yang ke XIX Menteri Sosial, HMS Mintardja SH mengubah Hari Sosial menjadi Hari Kebaktian Sosial pada 20 Desember 1976. Kemudian, Menteri Sosial, Nani Soedarsono SH kembali mengubah nama peringatan ini pada 20 Desember 1983 mengubah Hari Kebaktian Sosial menjadi Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional pada peringatan yang ke XXVI.
Lalu apa makna Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional itu?
Nama Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional kemudian tidak lagi diubah hingga hari ini. Pemilihan nama Kesetiakawanan Sosial diartikan sebagai nilai yang menyusun setiap hubungan yang terjadi antara satu dengan lainnya.
Hal ini diharapkan dapat membuat warga dapat mengedepankan sikap dan tindakan saling peduli dan berbagi berdasarkan altruisme, kemauan, kesetiaan dan toleransi serta kesetaraan untuk meningkatkan kehormatan, harkat, dan martabat bangsa. Inti dari peringatan ini adalah untuk membangkitkan emosi dan empati bangsa terhadap penderitaan orang lain melalui tindakan nyata yang dilakukan.
Selain itu, momentum ini juga diperingati supaya nilai-nilai kesetiakawanan sosial tidak hilang dan tetap eksis sebagai modal sosial. HKSN juga diharapkan dapat mengingatkan semua elemen masyarakat untuk terus berupaya membuka kesempatan yang luas dan mendorong perwujudan masyarakat inklusi terutama bagi para penyandang disabilitas.
Pada kesempatan talkshow tersebut menjadi yang pertama kalinya buat Ketua Umum DNIKS Dr Widiatmoko MSc, yang menegaskan bahwa sejak Ketua Umum DNIKS Tantyo Sudharmono meninggal dunia, maka DNIKS sengaja meningkatkan kegiatannya sebagai rasa duka cita dengan tekad menyegarkan kembali kegiatan Organisai DNIKS yang sangat dibutuhkan kepemimpinanya di seluruh jajaran K3S di seluruh tanah air.
Selanjutnya Wakil Sekjen Ibu Retri menyampaikan gelaran talkshow special pada Rabu 27 Desember 2023 tersebut disupport oleh Haryono Suyono Center (HSC) dimana Mas Fajar Wiryono berada di Markas HSC di Perdatam membantu Zoom dibelakang layer. Dan menjadi semakin menarik, karena DNIKS telah memberitahukan kepada beberapa wakil LK3S di daerah untuk menyambung silahturahmi ikut interaktif dalam kegiatan di Radio yang disambung dengan tayangan YouTube di hari mendatang. Ajakan Wakil Sekjen itu terbukti nyambung karena siang harinya dalam acara selama dua jam, wakil-wakil dari Sumatra Barat, Manado Sulawesi Utara dan Kalimantan Selatan serta dari daerah-daerah lain bisa bersambung dan memberi komentar yang dinamis.
Di sesi berikutnya Prof. Dr Laila Said secara rinci menggambarkan Langkah-langkah yang telah dirintis oleh beberapa Pengurus DNIKS terdahulu, dilanjutkan oleh Pengurus almarhum Tantyo Sudharmono serta meluncur ke daerah-daerah. Namun pada waktu itu beberapa gagasan agak terkendala berhubung adanya pandemi Virus Corona aatau Covid 19 yang menyerang seluruh dunia beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut menyangkut aktivitas dari penyandang disabilitas.
Antusiasnya wakil-wakil Lembaga Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (LK3S) dari daerah-daerah mendorong acara seperti talkshow special HARYONO SHOW yang dikombinasikan dengan system zoomeet ini bisa dikembangkan lebih lanjut.
Melalui acara seperti tersebut mendapat banyak perhatian dari para anggita LK3S dan warga yang kebetulan sangat ingin mendapat informasi untuk memperjuangkan kesetiakawanan social sesama warga itu menjadi salah satu bikin mereka Bahagia, dan mereka pun merasa lega bisa bergabung dan menyampaikan usulan dan gagasannya. Dan mereka pun bertekad akan lebih berjuang bersama sebagai pupuk kebersamaan untuk menyuburkan kesetiakawanan sosial warga masyarakat luas yang peduli sekaligus ini menjadi wujud nyata cita-cita dari DNIKS.

