SGIE merupakan singkatan dari State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report atau laporan indikator ekonomi Islam global
DFM Mania, ada yang hal menarik saat Sesi Debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) pada Jumat (22/12) lalu, dimana pada Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka dengan Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Awalnya Gibran bertanya kepada Cak Imin cara mendongkrak peringkat Indonesia dalam SGIE yang merupakan bagian laporan dari The Global Islamic Economy Indicator.
DFM Mania, tapi apa sesungguhnya SGIE itu?
Mengutip detikJateng yang melansir situs DinarStandard, SGIE singkatan dari State of the Global Islamic Economy, yaitu laporan tahunan mengenai ekonomi halal dunia yang disusun dan dipublikasikan DinarStandard. SGIE ini sudah dikeluarkan sampai edisi ke-9.
SGIE edisi ke-9 yang dipublikasikan pada 2022 menyajikan data umat Islam dunia diperkirakan menghabiskan US$ 2 triliun pada 2021, dengan pertumbuhan 8,9% dari tahun sebelumnya. Selain itu, aset keuangan Islam mencapai US$3,6 triliun, dengan proyeksi pengeluaran umat Islam dunia mencapai US$ 2,8 triliun pada 2025.SGIE tersebut membahas sektor makanan, farmasi, mode, dan lainnya. Malaysia memimpin SGIE dengan investasi dalam sektor ekonomi Islam mencapai US$25,7 miliar periode 2020-2021.
Sedangkan Indonesia menempati peringkat 2 untuk kategori makanan halal, peringkat ke-3 mode fesyen Islam, dan peringkat ke-9 untuk kategori farmasi dan kosmetik halal. Secara keseluruhan, Indonesia berada di posisi ke-4 dalam SGIE.
DFM Mania sekarang sudah tahu apa itu SGIE ya.

