KSU Giribangun Buka Peluang UMKM Lokal, Batik Girilayu Kini Punya Ruang Promosi

Created | By: Redaktur | 20-Oct-2026

KARANGANYAR – Koperasi Serba Usaha (KSU) Giribangun terus mengembangkan perannya dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Astana Giribangun, Jawa Tengah. Tidak hanya menjadi wadah bagi para pedagang, koperasi ini juga berupaya membuka peluang usaha dan memperluas pemasaran produk lokal.

Ketua KSU Giribangun, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa koperasi tersebut berdiri pada 2012. Pada awalnya, koperasi dibentuk untuk memenuhi kebutuhan karyawan di lingkungan Giribangun. Seiring berjalannya waktu, koperasi mulai merangkul pedagang asongan dan pelaku UMKM yang beraktivitas di kawasan tersebut.

“Awal mula berdirinya Koperasi Giribangun ini dulunya koperasi yang kecil-kecilan, yang didirikan hanya untuk karyawan Giribangun. Kemudian, seiring berjalannya waktu, karena banyaknya pedagang asongan di sini, kami merangkul para pelaku UMKM dan pedagang-pedagang ini untuk masuk ke dalam koperasi tersebut,” ujar Iwan.

Saat ini, KSU Giribangun memiliki sekitar 83 anggota aktif. Koperasi membantu para pelaku usaha melalui penyediaan kios, penataan tempat berdagang, serta pengembangan berbagai unit usaha yang menyesuaikan kebutuhan pengunjung.

Sejumlah usaha yang dikelola koperasi meliputi kantin untuk karyawan, toko souvenir, beberapa kios, serta layanan perpajakan dan PPOB. Keberadaan unit-unit usaha tersebut menjadi bagian dari upaya koperasi menciptakan lingkungan usaha yang lebih tertata sekaligus memberikan kesempatan kepada para pedagang untuk mengembangkan usahanya.

Batik Girilayu Mendapat Ruang Pemasaran

Salah satu langkah pengembangan yang dilakukan KSU Giribangun adalah membuka showroom batik Girilayu. Melalui inisiatif ini, koperasi merangkul sejumlah kelompok pembatik dari Desa Girilayu untuk memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung Astana Giribangun.

Showroom tersebut mulai beroperasi sekitar tiga bulan sebelum wawancara berlangsung pada Oktober 2026. Kehadirannya diharapkan dapat memperluas akses pemasaran batik Girilayu yang sebelumnya menghadapi keterbatasan tempat untuk menawarkan produk secara langsung kepada calon pembeli.

Iwan menjelaskan bahwa pembukaan showroom tersebut juga menjadi upaya untuk memberikan kesempatan kepada para perajin lokal agar produk mereka lebih dikenal masyarakat.

“Dari kelompok itu, kami berharap setiap ada pengunjung ke sini bisa mengenal batik. Kita sambil mengenalkan batik-batik itu, karena ini warisan budaya yang harus kita selamatkan dan kita lestarikan,” ungkapnya.

Produk yang tersedia terdiri atas kain batik dan pakaian dengan beragam motif. Pilihannya mencakup batik tulis, batik cap, hingga batik printing, sehingga pengunjung dapat menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan dan anggaran masing-masing.

Menurut Iwan, batik Girilayu sebenarnya sudah dikenal, tetapi para perajinnya masih menghadapi keterbatasan akses pemasaran.

“Batik Girilayu ini sudah sangat populer, cuma mereka itu tidak punya tempat untuk mengeluarkan atau memasarkan produknya. Kita beri kesempatan di sini,” jelas Iwan.

Pengunjung yang datang untuk berziarah di Astana Giribangun pun memiliki pilihan oleh-oleh yang tidak hanya berupa suvenir, tetapi juga produk batik dari perajin lokal.

Ke depan, KSU Giribangun berencana menghadirkan kegiatan edukasi membatik. Pengunjung nantinya diharapkan tidak hanya melihat dan membeli produk, tetapi juga mengenal proses pembuatannya, bahkan mencoba membatik secara langsung. Program tersebut masih dalam tahap perencanaan ketika wawancara berlangsung.

Membantu Pedagang Mengembangkan Usaha

Peran koperasi dalam mendukung UMKM juga terlihat dari perubahan pola berjualan para pedagang di kawasan Astana Giribangun. Sebelum koperasi hadir, sebagian pedagang masih berjualan secara asongan dengan pilihan barang dagangan yang terbatas.

Melalui penempatan di kios dan penataan area usaha, para pedagang memperoleh ruang berjualan yang lebih terorganisasi. Jenis usaha mereka pun beragam, mulai dari penjualan pakaian, makanan, dan minuman hingga kuliner seperti sate ayam dan sate kelinci.

Iwan menceritakan bahwa koperasi berupaya membantu pedagang dengan menyediakan tempat berjualan dan menata aktivitas usaha mereka agar lebih terarah.

“Para pedagang itu sebelumnya adalah pedagang asongan, jadi barang dagangannya sangat minim. Kemudian kami hadir, kami tempatkan, kemudian kami tata sedemikian rupa. Sekarang dagangannya sudah lebih banyak,” tuturnya.

Salah satu contoh yang disampaikan Iwan adalah pedagang sate kelinci yang sebelumnya berjualan secara berkeliling. Setelah mendapatkan tempat berjualan, usaha tersebut memiliki kesempatan lebih besar untuk menjangkau pengunjung.

Selain mengelola unit usahanya sendiri, koperasi juga membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk menitipkan barang dagangan di toko souvenir. Produk yang ditawarkan antara lain tasbih dan blangkon, selama barang tersebut dinilai layak untuk dipasarkan di lingkungan Astana Giribangun.

Melalui penyediaan tempat usaha, perluasan pemasaran, dan pengenalan produk lokal, KSU Giribangun berupaya membantu para pelaku UMKM memperoleh kesempatan yang lebih baik untuk mengembangkan usaha mereka.

RELATED ARTICLE

Musik Asli Indonesia

Gd. Granadi Lt.4 Sayap Selatan
Jl. HR. Rasuna Said Blok XI Kav. 8-9
Kuningan, Jakarta Selatan.
Office : (021) 5296.1417
Marketing : +62 816781583
Wa Studio : +62 811991034


PENCARIAN
PARTNER KAMI