Upaya membantu anak-anak dari keluarga prasejahtera mendapatkan akses pendidikan terus dilakukan Yayasan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA). Tidak hanya melalui bantuan perlengkapan sekolah, GNOTA juga mengajak masyarakat ikut terlibat sebagai orang tua asuh, kakak asuh, maupun relawan pendidikan.
Hal tersebut disampaikan dalam Talkshow Inspirasi Damandiri di Radio DFM Jakarta. IT dan HR Manager Yayasan GNOTA, Darwis Mawardin, mengatakan bahwa salah satu fokus GNOTA adalah membantu memperluas akses pendidikan agar semakin banyak anak dapat melanjutkan sekolah.
GNOTA telah menjalankan program pendampingan pendidikan sejak 1996. Dalam perjalanannya, Yayasan Damandiri menjadi salah satu pihak yang mendukung program GNOTA, termasuk melalui bantuan bagi anak asuh dari keluarga prasejahtera.
Menurut GNOTA, bantuan pendidikan umumnya disalurkan melalui sekolah resmi yang telah terdaftar dan memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN). Pola ini dilakukan agar bantuan dapat diajukan dan disalurkan secara terkoordinasi melalui pihak sekolah.
Bentuk bantuan yang diberikan terutama berkaitan dengan perlengkapan sekolah. Hal ini menjadi penting karena meskipun biaya pendidikan tertentu telah mendapatkan dukungan dari pemerintah, masih terdapat keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah anak.
Selain program bantuan pendidikan, GNOTA juga menjalankan program lain yang menyasar kebutuhan anak-anak dengan kondisi berbeda. Salah satunya adalah Build to GIFT yang memberikan dukungan vokasi kepada siswa disabilitas di sejumlah SLB.
Dalam program tersebut, bantuan tidak ditentukan secara seragam. GNOTA terlebih dahulu melihat kebutuhan dan kegiatan yang sudah berjalan di masing-masing sekolah. Karena itu, bentuk dukungannya dapat berupa peralatan peternakan, pertanian, membatik, pijat, mesin jahit, hingga perlengkapan musik.
GNOTA menyebut programnya telah menjangkau sejumlah wilayah di Indonesia. Pada 2026, program Build to GIFT mencakup penerima manfaat di Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Tuban, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.
Bagi masyarakat yang ingin terlibat, GNOTA tidak hanya membuka kesempatan melalui donasi. Masyarakat juga dapat berpartisipasi sebagai volunteer melalui program Friends of Hope. Para relawan dapat berbagi pengalaman mengenai pendidikan, karier, maupun cita-cita kepada anak-anak di sekolah.
Darwis menjelaskan, keterlibatan masyarakat dibutuhkan karena pemerataan pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Pemerintah, lembaga sosial, perusahaan, komunitas, yayasan, maupun masyarakat dapat mengambil bagian sesuai dengan kemampuan masing-masing.
GNOTA juga mengajak masyarakat mengenal lebih jauh program-program yang mereka jalankan melalui kanal resmi yayasan. Dengan dukungan dari berbagai pihak, bantuan pendidikan diharapkan dapat terus berjalan secara berkesinambungan dan menjangkau lebih banyak anak di berbagai wilayah Indonesia.

