Jangan Asal Beri Gadget, Interaksi Orang Tua Jadi Kunci Perkembangan Bicara Anak

Created | By: Redaktur | 25-Sep-2026

Gadget sering menjadi solusi praktis bagi orang tua ketika anak sedang rewel atau membutuhkan hiburan. Namun, penggunaan gadget tanpa batas dan tanpa pendampingan dapat mengurangi kesempatan anak untuk berinteraksi secara langsung dengan lingkungan. Padahal, interaksi tersebut memiliki peran penting dalam proses perkembangan bahasa dan kemampuan komunikasi anak.

Hal ini disampaikan dalam Talkshow Inspirasi Damandiri Radio DFM Jakarta yang menghadirkan Ketua Yayasan Bina Wicara, drg. Sri Utami Sudarsono, M.Si., serta Direktur Politeknik Arutala, Hikmatun Sadiah, A.Md TW., M.Pd.

Menurut Hikmatun, anak pada usia perkembangan membutuhkan kesempatan untuk mengeksplorasi lingkungan sekaligus mendapatkan contoh komunikasi dari orang-orang di sekitarnya. Ketika waktu anak lebih banyak dihabiskan dengan gadget, kesempatan untuk mendapatkan stimulasi bahasa secara langsung bisa menjadi lebih sedikit.

Masalahnya bukan semata-mata keberadaan gadget, tetapi bagaimana perangkat tersebut digunakan. Jika anak hanya diberikan permainan atau tontonan tanpa adanya interaksi, anak bisa kehilangan kesempatan untuk belajar memahami bahasa, merespons lawan bicara, dan mengembangkan kemampuan komunikasinya.

Karena itu, orang tua disarankan tetap memberikan pendampingan ketika anak menggunakan gadget. Orang tua bisa mengajak anak berbicara mengenai apa yang sedang ditonton, menjelaskan benda atau kejadian yang muncul di layar, sekaligus membantu anak memahami kata-kata yang digunakan.

drg. Sri Utami Sudarsono, M.Si. juga menekankan pentingnya orang tua tetap mengajak anak berkomunikasi dalam aktivitas sehari-hari. Bahkan sebelum anak mampu mengucapkan kata, stimulasi komunikasi sudah dapat dilakukan. Orang tua bisa mengajak anak menunjuk bagian tubuh, mengenalkan nama benda, mengajak berbicara, atau memberikan respons ketika anak mengeluarkan suara dan menunjukkan gestur tertentu.

Interaksi sederhana tersebut justru menjadi bagian penting dari proses belajar anak. Anak tidak hanya belajar dari apa yang didengar, tetapi juga dari bagaimana orang di sekitarnya memberikan respons.

Karena itu, waktu bersama anak sebaiknya benar-benar dimanfaatkan untuk berinteraksi. Dalam talkshow tersebut, Sri Utami menyoroti kebiasaan keluarga yang berkumpul tetapi masing-masing sibuk dengan ponsel. Padahal, kesempatan makan atau berkegiatan bersama sebenarnya dapat menjadi momen untuk membangun komunikasi antara orang tua dan anak.

Jika anak sudah menunjukkan tanda-tanda keterlambatan bicara, orang tua juga tidak disarankan langsung menyalahkan gadget sebagai satu-satunya penyebab. Keterlambatan bicara dapat dipengaruhi banyak faktor, mulai dari gangguan pendengaran, perkembangan kognitif, kondisi psikososial, faktor keluarga, hingga kurangnya stimulasi.

Karena penyebabnya beragam, pemeriksaan atau skrining secara menyeluruh diperlukan untuk mengetahui kondisi anak. Setelah penyebab diketahui, stimulasi di rumah maupun terapi dapat diberikan sesuai kebutuhan.

Untuk anak yang sudah menjalani terapi, peran orang tua tetap penting. Terapis dapat memberikan latihan yang kemudian dilanjutkan di rumah. Dengan begitu, proses perkembangan anak tidak hanya berlangsung ketika bertemu terapis, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari bersama keluarga.

Pesan penting yang disampaikan para narasumber adalah orang tua perlu mempercayai kepekaan mereka terhadap perkembangan anak. Jika merasa ada sesuatu yang berbeda, tidak perlu takut untuk melakukan skrining. Pemeriksaan lebih awal justru dapat membantu menemukan langkah yang tepat.

Pada akhirnya, gadget boleh saja menjadi bagian dari kehidupan anak, tetapi jangan sampai menggantikan komunikasi langsung. Bagi anak yang sedang belajar berbicara, percakapan sederhana dengan ayah, ibu, saudara, maupun orang-orang di sekitarnya tetap menjadi salah satu bentuk stimulasi yang sangat berarti.

RELATED ARTICLE

Musik Asli Indonesia

Gd. Granadi Lt.4 Sayap Selatan
Jl. HR. Rasuna Said Blok XI Kav. 8-9
Kuningan, Jakarta Selatan.
Office : (021) 5296.1417
Marketing : +62 816781583
Wa Studio : +62 811991034


PENCARIAN
PARTNER KAMI