Gatot Nugroho: Museum H.M. Soeharto Jadi Ruang Belajar Sejarah Generasi Muda

Created | By: Redaktur | 23-Jun-2026

 

BANTUL – Museum Memorial Jenderal Besar H.M. Soeharto di Kemusuk, Bantul, Yogyakarta terus memperkuat perannya sebagai pusat edukasi sejarah dan kebangsaan bagi generasi muda. Memasuki usia ke-13 tahun, museum tersebut tidak hanya menjadi tempat wisata sejarah, tetapi juga ruang pembelajaran yang aktif melibatkan pelajar dari berbagai daerah.

Kepala Museum Memorial Jenderal Besar H.M. Soeharto, H. Gatot Nugroho, S.Pt., mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap museum sudah terlihat sejak awal berdirinya pada tahun 2013.

"Tahun 2013 rata-rata pengunjung per hari bisa mencapai 800 orang. Tahun 2014 jumlah pengunjung kami mencapai 274 ribu orang dalam satu tahun," ungkap Gatot. 

Meski sempat mengalami penurunan kunjungan saat pandemi Covid-19, museum kini kembali menunjukkan tren positif. Berbagai program edukasi terus dikembangkan untuk menarik minat generasi muda mempelajari sejarah bangsa.

Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Sekolah Kebangsaan. Program tersebut berisi pendidikan tentang cinta tanah air, wawasan kebangsaan, serta penguatan karakter Pancasila yang dikemas melalui kegiatan belajar di lingkungan museum.

"Mulai tahun 2018 sampai sekarang kami menerapkan program Sekolah Kebangsaan. Ada pendidikan cinta tanah air, wawasan kebangsaan, dan karakter Pancasila," kata Gatot. 

Menurutnya, pembelajaran sejarah akan lebih efektif apabila dilakukan secara langsung melalui pengalaman dan interaksi dengan berbagai koleksi sejarah yang ada di museum. Karena itu, banyak sekolah menjadikan Museum Memorial H.M. Soeharto sebagai lokasi kegiatan outing class.

Museum juga telah membangun jaringan komunitas dengan ribuan guru dan sekolah yang pernah berkunjung. Jaringan tersebut menjadi sarana untuk memperluas edukasi sejarah kepada masyarakat.

Gatot berharap sejarah bangsa semakin mendapat perhatian dalam dunia pendidikan nasional. Ia menilai pemahaman terhadap sejarah sangat penting untuk membentuk karakter dan jati diri generasi penerus Indonesia.

"Anak-anak emas Indonesia harus paham betul sejarah bangsanya. Sejarah adalah bagian masa lalu yang bisa dipelajari oleh anak bangsa dan menjadi bekal untuk membangun Indonesia di masa depan," tegasnya. 

Melalui berbagai program yang dijalankan, Museum Memorial Jenderal Besar H.M. Soeharto berupaya menjadi ruang belajar yang tidak hanya mengenalkan sejarah, tetapi juga menanamkan nilai kebangsaan, penghormatan kepada para pahlawan, dan semangat membangun Indonesia yang lebih baik.

RELATED ARTICLE

Musik Asli Indonesia

Gd. Granadi Lt.4 Sayap Selatan
Jl. HR. Rasuna Said Blok XI Kav. 8-9
Kuningan, Jakarta Selatan.
Office : (021) 5296.1417
Marketing : +62 816781583
Wa Studio : +62 811991034


PENCARIAN
PARTNER KAMI