KUD Berkah Damandiri Pesantunan Brebes terus berinovasi dalam meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Setelah sukses mengembangkan usaha peternakan bebek petelur dan produksi telur asin, koperasi ini kini merintis program beras murah berkualitas yang ditujukan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Manajer Umum KUD Berkah Damandiri Pesantunan Brebes, Slamet, menjelaskan bahwa program tersebut mulai dijalankan setelah Idulfitri 2026 dan saat ini masih berada dalam tahap uji coba. Meski demikian, respons masyarakat dan anggota koperasi dinilai cukup positif.
Menurut Slamet, beras yang dijual koperasi berasal dari hasil pertanian yang dikelola sendiri melalui kerja sama dengan pemilik lahan sawah. Sistem yang diterapkan adalah sewa bagi hasil, sementara proses pengelolaannya melibatkan anggota koperasi dan masyarakat sekitar.
“Awalnya kami membeli gabah dari petani dan menggiling sendiri menggunakan mesin penggilingan padi kecil. Setelah melihat hasilnya cukup baik, kami mulai mencoba menanam padi sendiri melalui kerja sama dengan pemilik lahan,” ujarnya dalam Talkshow Inspirasi Damandiri di Radio DFM Jakarta.
Saat ini koperasi mengelola lahan pertanian di dalam dan luar desa dengan total luas lebih dari satu hektare. Panen perdana telah dilakukan pada Maret 2026 dan hasilnya langsung dipasarkan kepada anggota koperasi.
Harga beras yang dijual berada di kisaran Rp13.500 per kilogram, lebih rendah dibanding harga pasar yang mencapai Rp15.000 hingga Rp16.000 per kilogram. Harga tersebut dapat ditekan karena koperasi menerapkan sistem usaha terintegrasi antara sektor pertanian dan peternakan.
Bekatul atau dedak hasil penggilingan padi dimanfaatkan sebagai pakan tambahan untuk bebek petelur yang juga dikelola koperasi. Dengan demikian, tidak ada bagian hasil panen yang terbuang dan seluruh proses produksi menjadi lebih efisien.
“Kami mendapatkan beras sekaligus bekatul untuk pakan bebek. Nilai tambah dari bekatul inilah yang membantu menekan biaya produksi sehingga harga beras bisa lebih murah,” kata Slamet.
Meski dijual dengan harga terjangkau, kualitas beras tetap diperhatikan. Beras yang dipasarkan merupakan hasil gilingan dari gabah baru yang langsung diproses setelah panen sehingga menghasilkan nasi yang pulen dan segar.
Saat ini pemasaran beras diprioritaskan untuk anggota koperasi yang jumlahnya mencapai sekitar 2.000 orang. Namun masyarakat umum juga dapat membeli selama persediaan masih tersedia.
Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, program ini juga memberikan manfaat bagi petani lokal melalui penyerapan gabah dengan harga yang layak. Tidak hanya itu, berbagai tahapan produksi mulai dari penanaman, perawatan hingga pengemasan turut membuka peluang kerja bagi warga sekitar.
Ke depan, KUD Berkah Damandiri Pesantunan Brebes berharap program ini dapat berkembang lebih besar dengan dukungan sarana dan prasarana pertanian yang lebih memadai. Dengan begitu, manfaat yang dirasakan masyarakat pun akan semakin luas.

