Talkshow Inspirasi DAMANDIRI: Perjalanan Warung Mama Desi Bertahan 16 Tahun Jaga Rasa dan Kualitas

Created | By: Redaktur | 05-Feb-2026

Jakarta – Berawal dari kegemaran membuat kue kering di rumah, Warung Mama Desi kini tumbuh menjadi usaha kuliner rumahan yang telah bertahan selama 16 tahun. Kisah inspiratif ini dibagikan langsung oleh Neni Triana, owner Warung Mama Desi, dalam Talkshow Inspirasi DAMANDIRI yang disiarkan Radio DFM 103.4 FM Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Dalam perbincangan bersama penyiar Fika, Neni mengungkapkan bahwa usaha kue kering Mama Desi sudah dimulai sejak tahun 2010. Awalnya, usaha tersebut dijalankan secara sederhana dengan modal terbatas. “Dulu modalnya enggak terlalu besar, sekitar satu jutaan. Alat-alat sudah ada, masih pakai oven tangkring,” ujarnya.

Dari usaha rumahan itulah, Warung Mama Desi perlahan berkembang. Produk yang semula hanya ditawarkan ke tetangga dan teman dekat, kini memiliki pelanggan setia hingga reseller. “Yang tadinya pembeli, lama-lama jadi reseller karena mereka bilang rasanya konsisten, enggak berubah,” kata Neni.

Nama Mama Desi sendiri ternyata diambil dari nama sang adik. “Semua produk aku pakai nama Desi. Kayaknya namanya dia hoki,” ujar Neni sambil tersenyum. Seiring waktu, Warung Mama Desi tidak hanya menjual kue kering musiman, tetapi juga melayani pesanan nasi box dan snack box untuk berbagai kebutuhan.

Untuk kue kering, Neni menghadirkan enam varian utama, yakni nastar, sagu keju, putri salju, kue kacang, cokelat mede, dan kastengel. Dari seluruh varian tersebut, nastar menjadi produk terlaris. “Yang paling banyak diminati itu nastar. Nastar sama sagu keju,” ungkapnya.

Menjelang Lebaran, pesanan kue kering meningkat signifikan. Pada momen Lebaran tahun lalu, Warung Mama Desi berhasil menjual lebih dari 6.000 toples kue kering. “Alhamdulillah, rata-rata setiap tahun segitu. Kadang naik turun, tapi masih stabil,” ujar Neni.

Selain menjaga rasa, Neni menekankan pentingnya kualitas bahan baku. Ia mengaku tidak pernah mengubah resep sejak awal berjualan. “Aku tetap utamakan rasa dan kualitas. Bahan-bahannya enggak pernah berubah, meskipun harganya naik,” katanya. Kenaikan harga jual pun dilakukan secara bertahap mengikuti kenaikan bahan baku. “Alhamdulillah pelanggan ngerti,” tambahnya.

Untuk kemasan, Warung Mama Desi menyediakan berbagai pilihan, mulai dari toples 250 gram, 400 gram, hingga 500 gram, serta paket hampers Lebaran dengan harga yang beragam. “Tahun ini kita bikin beberapa paket hampers, ada yang pakai keranjang, mika, dan tabung,” jelas Neni.

Tak hanya kue kering, Warung Mama Desi juga aktif melayani pesanan nasi box dan snack box. Pelanggannya berasal dari berbagai instansi, mulai dari puskesmas hingga kantor pemerintahan. “Aku pernah dapat pesanan dari Puskesmas, Sudin, sampai Kementerian Tenaga Kerja,” ungkapnya.

Meski telah berjalan lama, tantangan tetap dirasakan, terutama menjelang Lebaran. “Biasanya bahan baku naik dan kadang susah dicari. Pernah tiga tahun lalu keju edam kosong di mana-mana, aku sampai keliling Jakarta,” kenangnya.

Neni memastikan seluruh produk kue kering Mama Desi dibuat tanpa bahan pengawet. “Kalau toples belum dibuka bisa tahan sampai delapan bulan. Kalau sudah dibuka, sekitar dua bulan. Kita enggak pakai pengawet,” tegasnya. Warung Mama Desi juga telah mengantongi sertifikat halal dan memiliki badan usaha resmi.

Menutup perbincangan, Neni membagikan pesan bagi calon pelaku UMKM yang ingin memulai usaha kuliner. “Tetap semangat, jangan pantang menyerah, dan jangan lupa berdoa,” pesannya.


Talkshow Inspirasi DAMANDIRI ini dapat disimak kembali melalui siaran ulang dan kanal YouTube Radio DFM 103.4 FM, sebagai bagian dari upaya menghadirkan kisah-kisah inspiratif pelaku UMKM kepada masyarakat.

RELATED ARTICLE

Musik Asli Indonesia

Gd. Granadi Lt.4 Sayap Selatan
Jl. HR. Rasuna Said Blok XI Kav. 8-9
Kuningan, Jakarta Selatan.
Office : (021) 5296.1417
Marketing : +62 816781583
Wa Studio : +62 811991034


PENCARIAN
PARTNER KAMI